Menu
Montara Task Force harus ambil alih penecemaran Laut Timor

Montara Task Force harus ambil alih…

Kupang-KoPi| "Montara T...

Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Prev Next

Dosen berpolitik, merendahkan kampusnya

foto: www.abcgallery.com foto: www.abcgallery.com

KoPi-Yogyarkata. Mendekati hari pencobolosan kandidat presiden pada 9 Juli, suasana makin panas dan riuh oleh kampanye. Berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan dukungan dan kampanye melalui media sosial. Pada keriuhan tersebut, sebagian dosen pun ikut riuh berkontestasi. Dosen menjadi bagian dari mesin politik salah satu kandidat tanpa keluar dari statusnya sebagai akademisi kampus.

Beberapa hari lalu akhir bulan Juni ini muncul surat terbuka dari anak Amien Rais, mantan ketua MPR dan dosen HI (Hubungan Internasional) UGM, ditujukan kepada Joko Widodo. Setelah itu ada balasan dari dosen UIN Sunan Ampel yang sedang studi di Australia menjawab surat anak Amien Rais. Kini muncul lagi surat terbuka dari seorang dosen dari Universitas Airlangga kepada Prabowo Subianto, salah satu kandidat capres 2014.

Kemasan dan gaya bahasa surat terbuka tersebut berbeda-beda namun intinya dua saja. Pertama memuji kandidat capres yang didukung, dan kedua memojokkan kandidat capres yang tidak didukung.

Pakar sosiologi politik dari Universitas Airlangga, Novri Susan, sangat menyayangkan model keterlibatan dosen atau akademisi sosial kampus dalam kontestasi politik 2014 ini. Keterlibatan akademisi sosial semestinya mencerdaskan masyarakat.

"Tugas akademisi bukanlah ikut ambil bagian sebagai mesin politik dari kepentingan capres tertentu. Sebab tugas mereka tidak berpolitik praktis. Akademisi sosial dalam kampus, harusnya lebih mengupayakan terbangunnya nalar politik rakyat yang cerdas dan demokratis".

Menurut pakar konflik politik ini, posisi akademisi pada konteks demokrasi bukan netral dan juga bukan partisan politik dengan membela salah satu kontestan politik. Namun akademisi sosial harus berpihak pada nilai seperti anti kekerasan, keadilan, dan kritis pada kekuasaan.

"Jika akademisi sosial (dosen, red.) ikut masuk kedalam salah satu mesin politik kandidat capres, sebaiknya keluar dari kampus dahulu. Jangan merendahkan kampus di level politis".*

 

Reporter: Winda Efanur Fs

 

 

back to top