Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Dosen berpolitik, merendahkan kampusnya

foto: www.abcgallery.com foto: www.abcgallery.com

KoPi-Yogyarkata. Mendekati hari pencobolosan kandidat presiden pada 9 Juli, suasana makin panas dan riuh oleh kampanye. Berbagai kelompok masyarakat memperlihatkan dukungan dan kampanye melalui media sosial. Pada keriuhan tersebut, sebagian dosen pun ikut riuh berkontestasi. Dosen menjadi bagian dari mesin politik salah satu kandidat tanpa keluar dari statusnya sebagai akademisi kampus.

Beberapa hari lalu akhir bulan Juni ini muncul surat terbuka dari anak Amien Rais, mantan ketua MPR dan dosen HI (Hubungan Internasional) UGM, ditujukan kepada Joko Widodo. Setelah itu ada balasan dari dosen UIN Sunan Ampel yang sedang studi di Australia menjawab surat anak Amien Rais. Kini muncul lagi surat terbuka dari seorang dosen dari Universitas Airlangga kepada Prabowo Subianto, salah satu kandidat capres 2014.

Kemasan dan gaya bahasa surat terbuka tersebut berbeda-beda namun intinya dua saja. Pertama memuji kandidat capres yang didukung, dan kedua memojokkan kandidat capres yang tidak didukung.

Pakar sosiologi politik dari Universitas Airlangga, Novri Susan, sangat menyayangkan model keterlibatan dosen atau akademisi sosial kampus dalam kontestasi politik 2014 ini. Keterlibatan akademisi sosial semestinya mencerdaskan masyarakat.

"Tugas akademisi bukanlah ikut ambil bagian sebagai mesin politik dari kepentingan capres tertentu. Sebab tugas mereka tidak berpolitik praktis. Akademisi sosial dalam kampus, harusnya lebih mengupayakan terbangunnya nalar politik rakyat yang cerdas dan demokratis".

Menurut pakar konflik politik ini, posisi akademisi pada konteks demokrasi bukan netral dan juga bukan partisan politik dengan membela salah satu kontestan politik. Namun akademisi sosial harus berpihak pada nilai seperti anti kekerasan, keadilan, dan kritis pada kekuasaan.

"Jika akademisi sosial (dosen, red.) ikut masuk kedalam salah satu mesin politik kandidat capres, sebaiknya keluar dari kampus dahulu. Jangan merendahkan kampus di level politis".*

 

Reporter: Winda Efanur Fs

 

 

back to top