Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Dirut Jamsos,manfaat iuran jaminan sosial 35% masih evaluasi

Dirut Jamsos Tenaga Kerja, Wahyu Widodo saat FGD Jaminan Sosial Tenaga kerja kepada Pekerja dan management Perusahaan di Hotel Gowongan INN Dirut Jamsos Tenaga Kerja, Wahyu Widodo saat FGD Jaminan Sosial Tenaga kerja kepada Pekerja dan management Perusahaan di Hotel Gowongan INN

Jogjakarta-KoPi| Per 1 Juli 2015 BPJS Ketenagakerjaan menerapkan Jaminan Pensiun (JP). Pencairan JP untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak saat memasuki usia pensiun, cacat total tetap atau meninggal dunia. Manfaat pensiun berupa sejumlah uang yang dibayarkan setiap bulan kepada peserta atau ahli waris.

Meski sudah resmi diberlakukan JP, para buruh masih menolak perhitungan manfaat iuran dari JP. Para buruh menganggap iuran JP total 3 % dari perusahaan 2% dan pekerja 1% belum fair.

Pasalnya manfaat iuran yang bisa diambil setelah 15 tahun nanti hanya sekitar 35%. Pencairan uang 35% tersebut belum mencukupi kebutuhan hari tua.

Secara terpisah Direktur Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Drs. Wahyu Widodo memahami tuntutan buruh agar menyamakan manfaat iuran JP dengan PNS. Perhitungan iuran JP pensiun PNS selama 15 tahun memperoleh manfaat sekitar 75%.

Menurut Wahyu selisih antara manfaat JP pekerja 35% dan PNS 75 %, tidak menjadi persoalan. Penerapan JP yang baru Juli 2015 lalu masih terus mengalami evaluasi ke depan.

“Konsep (manfaat iuran JP) kita akan evaluasi di dalam UU, pemanfatannya juga masih lama 15 tahun,” tutur Wahyu seusai FGD Jaminan Sosial Tenaga Kerja kepada Pekerja dan Management Perusahaan di Hotel Gowongan Inn pukul 12.15 WIB.

Wahyu menambahkan kekhawatiran buruh batasan mendapatkan manfaat JP sebesar Rp 300 ribu maksimal Rp 3.6 juta selama 15 tahun tidak akan terjadi. “Sekarang manfaatnya 15 tahun apa pekerja dapat Rp 300 ribu, jawabannya tidak, di pasal (peraturannya) itu ada penyesuaian,” pungkas Wahyu. |Winda Efanur FS|

back to top