Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Dhimam dilengserkan jadi calon walikota, “Ada kesepakatan tertentu di baliknya”

Surabaya - KoPi | Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Rasiyo-Dhimam telah bersanding dengan lawan Risma-Whisnu pada pilkada Desember mendatang. Sebelumnya, Dhimam menggandeng Haris Purwoko yang diusung oleh Partai Demokrat.

Namun, saat pendaftaran, Haris kabur dengan alasan tidak dapat izin dari keluarga. Pada Selasa (11/8) kemarin, Dhimam kembali mendatangi KPUD Surabaya dengan menggandeng sosok yang baru. Rasiyo yang merupakan mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan diusung oleh partai Demokrat.

Dhimam yang sebelumnya merupakan calon Walikota Surabaya, lantas turun tahta bersanding dengan Rasiyo menjadi calon Wakil Walikota Surabaya. Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya, Fahrul Muzaqqi menanggapi hal tersebut sebagai bentuk kompromi kepentingan sang aktor.

“Secara kasat mata seolah Dhimam dirugikan dan manut saja, namun saya yakin ada bentuk kesepakatan tertentu mengapa beliau bersedia digeser dengan Rasiyo,” ujar Fahrul.

Fahrul meyakini sikap politik seperti ini merupakan drama yang mengupayakan kepentingan pada aktor-aktornya. Ada permainan kekuasaan di balik lengsernya Dhimam yang hanya menjadi calon walikota.

Meskipun begitu, Fahrul menduga Demokrat memiliki data yang menunjukan elektabilitas Rasiyo yang lebih tinggi dibanding dengan Dhimam. Sehingga kemungkinan alasan Partai pengusung meletakan Dhimam sebagai cawali dikarenakan elektabilitas Rasiyo yang lebih tinggi ketimbang Dhimam. |Labibah|

back to top