Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Dhimam dilengserkan jadi calon walikota, “Ada kesepakatan tertentu di baliknya”

Surabaya - KoPi | Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, Rasiyo-Dhimam telah bersanding dengan lawan Risma-Whisnu pada pilkada Desember mendatang. Sebelumnya, Dhimam menggandeng Haris Purwoko yang diusung oleh Partai Demokrat.

Namun, saat pendaftaran, Haris kabur dengan alasan tidak dapat izin dari keluarga. Pada Selasa (11/8) kemarin, Dhimam kembali mendatangi KPUD Surabaya dengan menggandeng sosok yang baru. Rasiyo yang merupakan mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan diusung oleh partai Demokrat.

Dhimam yang sebelumnya merupakan calon Walikota Surabaya, lantas turun tahta bersanding dengan Rasiyo menjadi calon Wakil Walikota Surabaya. Pengamat politik Universitas Airlangga Surabaya, Fahrul Muzaqqi menanggapi hal tersebut sebagai bentuk kompromi kepentingan sang aktor.

“Secara kasat mata seolah Dhimam dirugikan dan manut saja, namun saya yakin ada bentuk kesepakatan tertentu mengapa beliau bersedia digeser dengan Rasiyo,” ujar Fahrul.

Fahrul meyakini sikap politik seperti ini merupakan drama yang mengupayakan kepentingan pada aktor-aktornya. Ada permainan kekuasaan di balik lengsernya Dhimam yang hanya menjadi calon walikota.

Meskipun begitu, Fahrul menduga Demokrat memiliki data yang menunjukan elektabilitas Rasiyo yang lebih tinggi dibanding dengan Dhimam. Sehingga kemungkinan alasan Partai pengusung meletakan Dhimam sebagai cawali dikarenakan elektabilitas Rasiyo yang lebih tinggi ketimbang Dhimam. |Labibah|

back to top