Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Dalam kendali tiga kuasa, Jokowi bukan Marhainis

Dalam kendali tiga kuasa, Jokowi bukan Marhainis

KoPi, Menjelang Pemilu Pilpres 2014 Jokowi santer menjadi sorotan publik. Sorotan terutama melihat siapa sebenarnya di balik kekuatan Jokowi dan agenda mereka. M Sembodo penulis yang membongkar gerakkan rahasia Pater Beek yang menjatuhkan Soekarno dan melambungkan Soeharto, menuturkan dalam artikelnya di Tikus Merah, bahwa Jokowi adalah ‘pilihan’ yang direstui oleh kekuatan Freemason (organisasi bawah tanah Yahudi) yang mengendalikan ideologi dan ekonomi dunia melalui sayap-sayap kendali mereka seperti Amerika dan sekutunya.

Agenda seting yang direstui adalah menjadikan Jokowi populer dan menjabat sebagai presiden 2014 mendatang. Untuk memuluskan jalan itu –pelbagai media besar di Indonesia baik cetak dan elektronik dikerahkan untuk membentuk opini publik dan menjadikan Jokowi sebagai bintang.

 

Ada tiga kelompok besa menurut Sembodo yang menjadi agen pendukung utama naiknya Jokowi. Pertama, adalah kelompok James Riyadi. Pengusaha ini sangat dekat dengan Partai Republik Amerika yang konservatif dan merupakan penagnut Kristen fundamentalis (Avengelis). James Riyadi adalah penyumbang dana kampanye mantan Presiden Amerika Goerge W Bush yang menyerukan perang salib 2011. James Riyadi ditengarai mendukung Jokowi sejak awal.


Kedua, adalah Jakob Soetoyo. Jakob adalah pengusaha yang punya pengaruh di kalangan Katholik dan menjadi ujung tombak bagi CSIS (Centre for Strategic and International Studies). CSIS diirikan oleh Ali Moertopo sebagai tangan kanan Soeharto. Saat ini CSIS dioperatori oleh Sofyan Wanandi dan Heri Tjan. Sementara Penggagas CSIS adalah Pater Beek yang memiliki visi tersendiri. Ricahard Tanter menuturkan “Visi [Pater] Beek pibadi atas peran Gereja, Gereja harus berperan dalam mengatur negara kemudian mengalokasikan orang-orang yang tepat untuk bekerja di dalam dan melalui negara.”)


Tiga, Faksi-faksi Partai Sosialis Indonesia , diantaranya Goenawan Muhamad dengan Tempo Group, JIL dan jaringannya. Jakob Oetomo dengan Kompas Group dan Fadjoel Rachman melalui jejaring media sosialnya. Kelompok ini juga sangat erat dengan Pater Beek. Demikian, M Sembodo memaparkan.


Dengan melihat tiga kekuatan komponen ini, mustahil Jokowi adalah seorang Marhenisme yang diajarkan Soekarno sebagai pendiri PNI cikal bakal PDIP.

back to top