Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol
Surabaya-KoPi| Pengamat politik Universitas Airlangga Fahrul Muzakki mengatakan, permainan politik di Pilkada Surabaya 2015 ini benar-benar membuat jengah masyarakat. Mulai dari kasus kaburnya pasangan calon walikota hingga dicoretnya calon walikota oleh KPU Surabaya.
 

Meski demikian, Fahrul tidak menyebut hal tersebut sebagai penjegalan politik. Sebaliknya, kasus terbaru kali ini adalah bentuk keteledoran administrasi. "Tidak ada bukti kuat bahwa ini merupakan penjegalan politik. Saya kira kok agak gegabah kalau mengatakan itu," ungkapnya.

Fahrul mengatakan, dengan dicoretnya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid, menjadi tidak jelas siapa yang menjegal siapa. "PDI-P sebagai pengusung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terlihat sangat ingin menggugat KPU Surabaya. Begitu juga sebaliknya, Partai Demokrat dan PAN yang mengusung Rasiyo-Dhimam juga ingin menggugat KPU," tukas Fahrul.

Jika memang akhirnya MK mengabulkan tuntutan PDI-P agar calon tunggal diperbolehkan, hal itu justru bisa menjadi pelajaran bagi elit politik. "Kalau calon tunggal disetujui MK, ini merupakan tamparan bagi parpol-parpol untuk tidak melulu berpikir pragmatis kekuasaan belaka," jelasnya.

Menurutnya, kasus ini seharusnya membuat parpol untuk mulai berpikir visioner, khususnya dalam menata kelembagaan sistem pemilu. Aturan main pemilu harus didesain secara matang dan tidak tergesa-gesa.

back to top