Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol

Calon tunggal jadi tamparan untuk parpol
Surabaya-KoPi| Pengamat politik Universitas Airlangga Fahrul Muzakki mengatakan, permainan politik di Pilkada Surabaya 2015 ini benar-benar membuat jengah masyarakat. Mulai dari kasus kaburnya pasangan calon walikota hingga dicoretnya calon walikota oleh KPU Surabaya.
 

Meski demikian, Fahrul tidak menyebut hal tersebut sebagai penjegalan politik. Sebaliknya, kasus terbaru kali ini adalah bentuk keteledoran administrasi. "Tidak ada bukti kuat bahwa ini merupakan penjegalan politik. Saya kira kok agak gegabah kalau mengatakan itu," ungkapnya.

Fahrul mengatakan, dengan dicoretnya pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid, menjadi tidak jelas siapa yang menjegal siapa. "PDI-P sebagai pengusung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terlihat sangat ingin menggugat KPU Surabaya. Begitu juga sebaliknya, Partai Demokrat dan PAN yang mengusung Rasiyo-Dhimam juga ingin menggugat KPU," tukas Fahrul.

Jika memang akhirnya MK mengabulkan tuntutan PDI-P agar calon tunggal diperbolehkan, hal itu justru bisa menjadi pelajaran bagi elit politik. "Kalau calon tunggal disetujui MK, ini merupakan tamparan bagi parpol-parpol untuk tidak melulu berpikir pragmatis kekuasaan belaka," jelasnya.

Menurutnya, kasus ini seharusnya membuat parpol untuk mulai berpikir visioner, khususnya dalam menata kelembagaan sistem pemilu. Aturan main pemilu harus didesain secara matang dan tidak tergesa-gesa.

back to top