Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo
Surabaya - KoPi Calon wakil walikota Surabaya Dhimam Abror Djuraid menyatakan sudah legowo pada kenyataan dirinya tak diposisikan lagi menjadi calon walikota. Ia menegaskan akan bersinergi dengan calon walikota yang ditunjuk Partai Demokrat, Rasiyo.
 

"Yang sudah berlalu biar berlalu. Saya sudah bersepakat dengan Pak Rasiyo untuk bersinergi, saling bahu membahu," ungkap Dhimam, Rabu (12/8).

Ia menyatakan berkompetisi di ajang Pilwali Surabaya bukan sebuah perjuangan yang ringan, karena itu ia harus menjaga kekompakan. 

"Pengalaman Pak Rasiyo di birokrasi, digabung dengan pengalaman saya di organisasi, sebagai orang media, ini sudah menjadi chemistry. Ini modal kami untuk mengubah Surabaya," tegas mantan Ketua PWI Jatim ini.

Ia mengaku awalnya ia bertekad mendaftar sebagai walikota. Namun belakangan Partai Amanat Nasional yang mengusungnya mengubah posisi Dhimam menjadi calon wakil walikota. Meski demikian, Ketua Harian KONI Jawa Timur ini mengaku tak lagi mempermasalahkan hal tersebut

"Ini kita harus melihat ke depan. Awalnya saya memang punya niat maju sebagai calon walikota. Saya berterimakasih pada PAN karena mengusung saya. Tapi akhirnya saya serahkan semua keputusan pada DPP, karena yang menentukan DPP PAN dan DPP Demokrat. Kami berdua di sini siap, siapapun yang dijadikan nomor satu, siapa yang jadi nomor dua," ujar Dhimam.

back to top