Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo
Surabaya - KoPi Calon wakil walikota Surabaya Dhimam Abror Djuraid menyatakan sudah legowo pada kenyataan dirinya tak diposisikan lagi menjadi calon walikota. Ia menegaskan akan bersinergi dengan calon walikota yang ditunjuk Partai Demokrat, Rasiyo.
 

"Yang sudah berlalu biar berlalu. Saya sudah bersepakat dengan Pak Rasiyo untuk bersinergi, saling bahu membahu," ungkap Dhimam, Rabu (12/8).

Ia menyatakan berkompetisi di ajang Pilwali Surabaya bukan sebuah perjuangan yang ringan, karena itu ia harus menjaga kekompakan. 

"Pengalaman Pak Rasiyo di birokrasi, digabung dengan pengalaman saya di organisasi, sebagai orang media, ini sudah menjadi chemistry. Ini modal kami untuk mengubah Surabaya," tegas mantan Ketua PWI Jatim ini.

Ia mengaku awalnya ia bertekad mendaftar sebagai walikota. Namun belakangan Partai Amanat Nasional yang mengusungnya mengubah posisi Dhimam menjadi calon wakil walikota. Meski demikian, Ketua Harian KONI Jawa Timur ini mengaku tak lagi mempermasalahkan hal tersebut

"Ini kita harus melihat ke depan. Awalnya saya memang punya niat maju sebagai calon walikota. Saya berterimakasih pada PAN karena mengusung saya. Tapi akhirnya saya serahkan semua keputusan pada DPP, karena yang menentukan DPP PAN dan DPP Demokrat. Kami berdua di sini siap, siapapun yang dijadikan nomor satu, siapa yang jadi nomor dua," ujar Dhimam.

back to top