Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo

Batal jadi cawali Surabaya, Dhimam sudah legowo
Surabaya - KoPi Calon wakil walikota Surabaya Dhimam Abror Djuraid menyatakan sudah legowo pada kenyataan dirinya tak diposisikan lagi menjadi calon walikota. Ia menegaskan akan bersinergi dengan calon walikota yang ditunjuk Partai Demokrat, Rasiyo.
 

"Yang sudah berlalu biar berlalu. Saya sudah bersepakat dengan Pak Rasiyo untuk bersinergi, saling bahu membahu," ungkap Dhimam, Rabu (12/8).

Ia menyatakan berkompetisi di ajang Pilwali Surabaya bukan sebuah perjuangan yang ringan, karena itu ia harus menjaga kekompakan. 

"Pengalaman Pak Rasiyo di birokrasi, digabung dengan pengalaman saya di organisasi, sebagai orang media, ini sudah menjadi chemistry. Ini modal kami untuk mengubah Surabaya," tegas mantan Ketua PWI Jatim ini.

Ia mengaku awalnya ia bertekad mendaftar sebagai walikota. Namun belakangan Partai Amanat Nasional yang mengusungnya mengubah posisi Dhimam menjadi calon wakil walikota. Meski demikian, Ketua Harian KONI Jawa Timur ini mengaku tak lagi mempermasalahkan hal tersebut

"Ini kita harus melihat ke depan. Awalnya saya memang punya niat maju sebagai calon walikota. Saya berterimakasih pada PAN karena mengusung saya. Tapi akhirnya saya serahkan semua keputusan pada DPP, karena yang menentukan DPP PAN dan DPP Demokrat. Kami berdua di sini siap, siapapun yang dijadikan nomor satu, siapa yang jadi nomor dua," ujar Dhimam.

back to top