Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

ARB mencuri start kampanye Pilpres

ARB mencuri start kampanye Pilpres

Surabaya-KoPi. Pada hari ini (16/4/14) guru-guru SMA di Gresik, Surabaya, dan beberapa kota lain Jawa Timur mendapatkan "surat pribadi" dari ARB (Abu Rizal Bakrie). Surat tersebut menyatakan apabila ARB terpilih sebagai presiden maka para tenaga pendidik akan ditingkatkan kesejahteraannya.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada guru-guru dengan nama lengkap. Salah seorang guru SMA di Gresik, yang menerima surat kampanye dari ARB tersebut merasa kebingungan.


"Lha kok ya bisa tahu nama lengkap kami. Ini kampanye ya mas?"


Demikian pernyataan guru yang tengah sibuk mengawal Unas di sekolahnya. Apakah ini pencurian start kampanye?


Menurut Novri Susan pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, surat edaran seperti itu adalah kecurangan dalam bentuk pencurian start kampanye.


"Fair play dalam demokrasi itu penting. Jika tidak bisa bermain fair play, itu juga tanda pelakunya tidak punya kapasitas politik yang baik".


Menurut penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik itu, para pemimpin politik semestinya memberi keteladanan berpolitik yang baik, tidak curang dan menghalalkan segala cara. "Masyarakat perlu mengkritisi perilaku politik itu" tukasnya.



Reporter: Yudho N.P dan Aditya Candra Lesmana

back to top