Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

ARB mencuri start kampanye Pilpres

ARB mencuri start kampanye Pilpres

Surabaya-KoPi. Pada hari ini (16/4/14) guru-guru SMA di Gresik, Surabaya, dan beberapa kota lain Jawa Timur mendapatkan "surat pribadi" dari ARB (Abu Rizal Bakrie). Surat tersebut menyatakan apabila ARB terpilih sebagai presiden maka para tenaga pendidik akan ditingkatkan kesejahteraannya.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada guru-guru dengan nama lengkap. Salah seorang guru SMA di Gresik, yang menerima surat kampanye dari ARB tersebut merasa kebingungan.


"Lha kok ya bisa tahu nama lengkap kami. Ini kampanye ya mas?"


Demikian pernyataan guru yang tengah sibuk mengawal Unas di sekolahnya. Apakah ini pencurian start kampanye?


Menurut Novri Susan pengamat sosiologi politik dari Universitas Airlangga, surat edaran seperti itu adalah kecurangan dalam bentuk pencurian start kampanye.


"Fair play dalam demokrasi itu penting. Jika tidak bisa bermain fair play, itu juga tanda pelakunya tidak punya kapasitas politik yang baik".


Menurut penulis buku Negara Gagal Mengelola Konflik itu, para pemimpin politik semestinya memberi keteladanan berpolitik yang baik, tidak curang dan menghalalkan segala cara. "Masyarakat perlu mengkritisi perilaku politik itu" tukasnya.



Reporter: Yudho N.P dan Aditya Candra Lesmana

back to top