Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?
Surabaya – KoPi | Jokowi dan SBY. Dua presiden dari dua peride yang berbeda. Banyak yang menyebut masa pemerintahan Jokowi akan berbeda dengan pada saat masa SBY. Benarkah demikian?
 

Pengajar ilmu politik Universitas Airlangga Fahrul Muzaqqi mengatakan Joko Widodo dan Soesilo Bambang Yudhoyon punya kesamaan dalam gaya kepemimpinan mereka. Mereka berdua cenderung mengambil keputusan dalam waktu yang lama. Akibatnya rakyat ikut terombang-ambing dalam gelombang ketidakpastian.

“Jokowi sebenarnya sama dengan SBY, mereka cenderung hati-hati dalam mengambil keputusan,” kata Fahrul. Yang membedakan adalah tindakan Jokowi mengesankan ada lebih banyak langkah yang diambil, sementara SBY berkesan lebih banyak menunggu.

Sayangnya langkah-langkah yang diambil Jokowi dinilai Fahrul tidak mampu menyelesaikan masalah secara tuntas. Misalnya soal kenaikan harga BBM dan gas beberapa waktu lalu. Seharusnya kenaikan harga tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Namun Jokowi lebih memilih untuk menunggu di saat-saat terakhir dan membuat masyarakat merasa harga-harga naik secara beruntun. 

Fahrul menilai ketegasan Jokowi melemah jika dibandingkan ketika masa Pilpres kemarin. Ia bukan lagi seperti sosok yang ditampilkan pada masa kampanye. 

Hal yang sama juga diakui pakar Komunikasi Politik Suko Widodo. Ia melihat SBY dan Jokowi tipe orang yang berhati. Keraguan-raguan SBY merupakan bagian dari kehati-hatian. “Sebelum memutuskan sebuah kebijakan, SBY selalu melakukan fact finding yang luar biasa. Kalau tidak tahu SBY tidak akan buka mulut. Sebaliknya Jokowi lebih grusa grusu (tergesa-gesa), tapi kelebihannya ia jujur,” kata Suko.

back to top