Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?
Surabaya – KoPi | Jokowi dan SBY. Dua presiden dari dua peride yang berbeda. Banyak yang menyebut masa pemerintahan Jokowi akan berbeda dengan pada saat masa SBY. Benarkah demikian?
 

Pengajar ilmu politik Universitas Airlangga Fahrul Muzaqqi mengatakan Joko Widodo dan Soesilo Bambang Yudhoyon punya kesamaan dalam gaya kepemimpinan mereka. Mereka berdua cenderung mengambil keputusan dalam waktu yang lama. Akibatnya rakyat ikut terombang-ambing dalam gelombang ketidakpastian.

“Jokowi sebenarnya sama dengan SBY, mereka cenderung hati-hati dalam mengambil keputusan,” kata Fahrul. Yang membedakan adalah tindakan Jokowi mengesankan ada lebih banyak langkah yang diambil, sementara SBY berkesan lebih banyak menunggu.

Sayangnya langkah-langkah yang diambil Jokowi dinilai Fahrul tidak mampu menyelesaikan masalah secara tuntas. Misalnya soal kenaikan harga BBM dan gas beberapa waktu lalu. Seharusnya kenaikan harga tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Namun Jokowi lebih memilih untuk menunggu di saat-saat terakhir dan membuat masyarakat merasa harga-harga naik secara beruntun. 

Fahrul menilai ketegasan Jokowi melemah jika dibandingkan ketika masa Pilpres kemarin. Ia bukan lagi seperti sosok yang ditampilkan pada masa kampanye. 

Hal yang sama juga diakui pakar Komunikasi Politik Suko Widodo. Ia melihat SBY dan Jokowi tipe orang yang berhati. Keraguan-raguan SBY merupakan bagian dari kehati-hatian. “Sebelum memutuskan sebuah kebijakan, SBY selalu melakukan fact finding yang luar biasa. Kalau tidak tahu SBY tidak akan buka mulut. Sebaliknya Jokowi lebih grusa grusu (tergesa-gesa), tapi kelebihannya ia jujur,” kata Suko.

back to top