Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?

Apa kesamaan Jokowi dan SBY?
Surabaya – KoPi | Jokowi dan SBY. Dua presiden dari dua peride yang berbeda. Banyak yang menyebut masa pemerintahan Jokowi akan berbeda dengan pada saat masa SBY. Benarkah demikian?
 

Pengajar ilmu politik Universitas Airlangga Fahrul Muzaqqi mengatakan Joko Widodo dan Soesilo Bambang Yudhoyon punya kesamaan dalam gaya kepemimpinan mereka. Mereka berdua cenderung mengambil keputusan dalam waktu yang lama. Akibatnya rakyat ikut terombang-ambing dalam gelombang ketidakpastian.

“Jokowi sebenarnya sama dengan SBY, mereka cenderung hati-hati dalam mengambil keputusan,” kata Fahrul. Yang membedakan adalah tindakan Jokowi mengesankan ada lebih banyak langkah yang diambil, sementara SBY berkesan lebih banyak menunggu.

Sayangnya langkah-langkah yang diambil Jokowi dinilai Fahrul tidak mampu menyelesaikan masalah secara tuntas. Misalnya soal kenaikan harga BBM dan gas beberapa waktu lalu. Seharusnya kenaikan harga tersebut bisa dilakukan secara bersamaan. Namun Jokowi lebih memilih untuk menunggu di saat-saat terakhir dan membuat masyarakat merasa harga-harga naik secara beruntun. 

Fahrul menilai ketegasan Jokowi melemah jika dibandingkan ketika masa Pilpres kemarin. Ia bukan lagi seperti sosok yang ditampilkan pada masa kampanye. 

Hal yang sama juga diakui pakar Komunikasi Politik Suko Widodo. Ia melihat SBY dan Jokowi tipe orang yang berhati. Keraguan-raguan SBY merupakan bagian dari kehati-hatian. “Sebelum memutuskan sebuah kebijakan, SBY selalu melakukan fact finding yang luar biasa. Kalau tidak tahu SBY tidak akan buka mulut. Sebaliknya Jokowi lebih grusa grusu (tergesa-gesa), tapi kelebihannya ia jujur,” kata Suko.

back to top