Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia
Surabaya - KoPi | Wacana mengenai adanya aklamasi dalam pilwali mendatang menuai banyak kontroversi. Keinginan tersebut muncul dari DPC PDIP Surabaya. Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana mengumpulkan pimpinan partai politik di rumah dinasnya untuk membahas pilwali Kota Surabaya.

Tri Rismaharini – Wishnu Sakti Buana merupakan pasangan yang diusung untuk menjadi calon yang berazazkan aklamasi ataupun musyawarah mufakat.

Wacana yang baru diggas itu akan diajukan oleh piimpinan parpol ke dewan pimpinan pusat masing-masing. Meskipun begitu, banyak partai yang menolak secara tegas gagasan tersebut. Seperti Gerindra, Golkar dan lain sbeagainya.

Wacana ini juga menuai penolakan dan kritik tegas dari masyarakat Surabaya. Menurut Dewa Ayodhya wacana tersebut mematikan demokrasi di Surabaya bahkan di Indonesia. “Apa gunanya ada reformasi? Kalau kita kembali ke masa orde lama seperti ini?” ujarnya.

Rizky selaku masyarakat Surabaya turut menilai hal tersebut sangat mustahil untuk dilakukan. Meskipun dirinya akan tetap memilih Risma sebagai walikota selanjutnya, namun, aklamasi adalah pemusnahan demokrasi bangsa Indonesia.

“Pemilu itu identitas demokrasi di Indonesia. Aklamasi sangat bertentangan dengan hal tersebut” tuturnya. Menurutnya, Meskipun sila ke empat di pancasila adalah musyawarah dan mufakat, namun aklamasi bukan bagian dari sila tersebut.

Bahkan kritikan mengenai aklamasi ini turut digaungkan oleh masyarakat luar Surabaya. Menurut Irsyad, Mahasiswa asal kediri menilai aklamasi pilwali Surabaya akan mencederasi pemilu di kota lainnya. “Jika aklamasi dilaksanakan di Surabaya, pastinya kota lain akan mencontoh. Dan itu akan melumpuhkan demokrasi kita” ujarnya. | Labibah

back to top