Menu
Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Prev Next

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia
Surabaya - KoPi | Wacana mengenai adanya aklamasi dalam pilwali mendatang menuai banyak kontroversi. Keinginan tersebut muncul dari DPC PDIP Surabaya. Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana mengumpulkan pimpinan partai politik di rumah dinasnya untuk membahas pilwali Kota Surabaya.

Tri Rismaharini – Wishnu Sakti Buana merupakan pasangan yang diusung untuk menjadi calon yang berazazkan aklamasi ataupun musyawarah mufakat.

Wacana yang baru diggas itu akan diajukan oleh piimpinan parpol ke dewan pimpinan pusat masing-masing. Meskipun begitu, banyak partai yang menolak secara tegas gagasan tersebut. Seperti Gerindra, Golkar dan lain sbeagainya.

Wacana ini juga menuai penolakan dan kritik tegas dari masyarakat Surabaya. Menurut Dewa Ayodhya wacana tersebut mematikan demokrasi di Surabaya bahkan di Indonesia. “Apa gunanya ada reformasi? Kalau kita kembali ke masa orde lama seperti ini?” ujarnya.

Rizky selaku masyarakat Surabaya turut menilai hal tersebut sangat mustahil untuk dilakukan. Meskipun dirinya akan tetap memilih Risma sebagai walikota selanjutnya, namun, aklamasi adalah pemusnahan demokrasi bangsa Indonesia.

“Pemilu itu identitas demokrasi di Indonesia. Aklamasi sangat bertentangan dengan hal tersebut” tuturnya. Menurutnya, Meskipun sila ke empat di pancasila adalah musyawarah dan mufakat, namun aklamasi bukan bagian dari sila tersebut.

Bahkan kritikan mengenai aklamasi ini turut digaungkan oleh masyarakat luar Surabaya. Menurut Irsyad, Mahasiswa asal kediri menilai aklamasi pilwali Surabaya akan mencederasi pemilu di kota lainnya. “Jika aklamasi dilaksanakan di Surabaya, pastinya kota lain akan mencontoh. Dan itu akan melumpuhkan demokrasi kita” ujarnya. | Labibah

back to top