Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia

Aklamasi Pilwali Surabaya lumpuhkan demokrasi Indonesia
Surabaya - KoPi | Wacana mengenai adanya aklamasi dalam pilwali mendatang menuai banyak kontroversi. Keinginan tersebut muncul dari DPC PDIP Surabaya. Sebelumnya Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Surabaya Whisnu Sakti Buana mengumpulkan pimpinan partai politik di rumah dinasnya untuk membahas pilwali Kota Surabaya.

Tri Rismaharini – Wishnu Sakti Buana merupakan pasangan yang diusung untuk menjadi calon yang berazazkan aklamasi ataupun musyawarah mufakat.

Wacana yang baru diggas itu akan diajukan oleh piimpinan parpol ke dewan pimpinan pusat masing-masing. Meskipun begitu, banyak partai yang menolak secara tegas gagasan tersebut. Seperti Gerindra, Golkar dan lain sbeagainya.

Wacana ini juga menuai penolakan dan kritik tegas dari masyarakat Surabaya. Menurut Dewa Ayodhya wacana tersebut mematikan demokrasi di Surabaya bahkan di Indonesia. “Apa gunanya ada reformasi? Kalau kita kembali ke masa orde lama seperti ini?” ujarnya.

Rizky selaku masyarakat Surabaya turut menilai hal tersebut sangat mustahil untuk dilakukan. Meskipun dirinya akan tetap memilih Risma sebagai walikota selanjutnya, namun, aklamasi adalah pemusnahan demokrasi bangsa Indonesia.

“Pemilu itu identitas demokrasi di Indonesia. Aklamasi sangat bertentangan dengan hal tersebut” tuturnya. Menurutnya, Meskipun sila ke empat di pancasila adalah musyawarah dan mufakat, namun aklamasi bukan bagian dari sila tersebut.

Bahkan kritikan mengenai aklamasi ini turut digaungkan oleh masyarakat luar Surabaya. Menurut Irsyad, Mahasiswa asal kediri menilai aklamasi pilwali Surabaya akan mencederasi pemilu di kota lainnya. “Jika aklamasi dilaksanakan di Surabaya, pastinya kota lain akan mencontoh. Dan itu akan melumpuhkan demokrasi kita” ujarnya. | Labibah

back to top