Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Ahok melawan Prabowo

foto: www.veooz.com foto: www.veooz.com
Jakarta-KoPi. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melawan sikap politik Gerindra yang ngotot pilkada DPRD. Ahok memilih bertahan pada pemikirannya bahwa kepala daerah harus dipilih langsung oleh rakyat bukan oleh DPRD. Akibatnya, Ahok menyatakan mundur dari Gerindra.

Menurut Ahok di depan para wartawan, dirinya bergabung dengan Gerindra karena dulu memiliki pemikiran yang sama untuk membela kepentingan rakyat.

"Saya cinta dan bergabung dengan Gerindra karena visi kerakyatan. Sekarang berubah, tidak sehaluan lagi karena saya bertahan pilkada harus langsung di tangan rakyat."

Konstelasi politik nasional paska pilpres 2014 makin panas setelah Koalisi Merah Putih di bawah komando Gerindra ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme pemilihan DPRD. Tanggapan dari masyarakat luas menunjukkan penolakan gagasan yang lebih dimuati kepentingan sempit politik.

Seorang politisi dari Nasdem yang tidak ingin disebutkan namanya merasa bingung dengan sikap parpol-parpol dalam koalisi merah putih.

"Dulu pada Mei 2014, PKS, PAN, Demokrat, PPP dan Gerindra tidak menyetujui pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang diatur oleh RUU Pilkada. Setelah kalah pilpres, mereka tiba-tiba berubah sikap. Mereka mempermainkan rakyat".

Sikap politik koalisi Merah Putih banyak menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan melalui media twitter seperti Indra J Piliang. Melalui akunnya Indra menyatakan rakyat akan menjauh.

"Bisa dipastikan, kepala2 daerah via DPRD akan menjauh dari rakyat, lalu mendekat ke partai2 pengusungnya di semua tingkatan."

 

Reporter: E. Hermawan

back to top