Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Ahok melawan Prabowo

foto: www.veooz.com foto: www.veooz.com
Jakarta-KoPi. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melawan sikap politik Gerindra yang ngotot pilkada DPRD. Ahok memilih bertahan pada pemikirannya bahwa kepala daerah harus dipilih langsung oleh rakyat bukan oleh DPRD. Akibatnya, Ahok menyatakan mundur dari Gerindra.

Menurut Ahok di depan para wartawan, dirinya bergabung dengan Gerindra karena dulu memiliki pemikiran yang sama untuk membela kepentingan rakyat.

"Saya cinta dan bergabung dengan Gerindra karena visi kerakyatan. Sekarang berubah, tidak sehaluan lagi karena saya bertahan pilkada harus langsung di tangan rakyat."

Konstelasi politik nasional paska pilpres 2014 makin panas setelah Koalisi Merah Putih di bawah komando Gerindra ingin mengembalikan pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui mekanisme pemilihan DPRD. Tanggapan dari masyarakat luas menunjukkan penolakan gagasan yang lebih dimuati kepentingan sempit politik.

Seorang politisi dari Nasdem yang tidak ingin disebutkan namanya merasa bingung dengan sikap parpol-parpol dalam koalisi merah putih.

"Dulu pada Mei 2014, PKS, PAN, Demokrat, PPP dan Gerindra tidak menyetujui pemilihan kepala daerah oleh DPRD yang diatur oleh RUU Pilkada. Setelah kalah pilpres, mereka tiba-tiba berubah sikap. Mereka mempermainkan rakyat".

Sikap politik koalisi Merah Putih banyak menuai protes dan penolakan dari berbagai kalangan melalui media twitter seperti Indra J Piliang. Melalui akunnya Indra menyatakan rakyat akan menjauh.

"Bisa dipastikan, kepala2 daerah via DPRD akan menjauh dari rakyat, lalu mendekat ke partai2 pengusungnya di semua tingkatan."

 

Reporter: E. Hermawan

back to top