Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Agung YP: komitmen politik harus tetap dijalankan

Agung YP: komitmen politik harus tetap dijalankan

Surabaya-KoPi, Setelah pemilihan umum legislatif 9 April lalu, berita mengenai hasil perhitungan cepat terhadap pemenang pemilu legislatif berikut dengan kemungkinan-kemungkinan koalisi dari partai peserta pemilu masih menjadi perhatian utama masyarakat. Namun, ditengah keriuhan berita politik pasca pemilu legislatif, masyarakat kurang tertarik untuk membahas komitmen politik para Caleg sebagai kontestan politik. Sosok Agung YP, Caleg dari PAN yang maju mewakili Dapil Jawa Tengah IV (Karanganyar, Wonogiri, Sragen) merupakan salah satu Caleg yang tetap konsisten untuk menjalankan programnya meskipun belum berhasil maju ke senayan.

Ditemui di salah satu kedai kopi di Surabaya (29/4/14), Agung YP menjelaskan komitmennya dalam menjalankan program di wilayah Dapilnya yaitu Karanganyar, Wonogiri, dan Sragen. Sebagai Calon Legislatif di daerah yang terkenal dengan hasil buahnya, Agung YP mengupayakan untuk memajukan daerah Karanganyar dan sekitarnya sebagai sentra buah nasional. Program dari Agung YP yang masih dan terus dijalankan sebagai komitmen politiknya dalam memajukan daerah adalah beasiswa jahe dan budidaya Jambu Merah, dan Forum Petani Mapan.

Program Beasiswa Jahe ini diberikan bagi siswa SMP dan SMA dari hasil produksi kebun Jahe yang diolah oleh Agung beserta masyarakat. Sedangkan program forum petani mapan adalah forum untuk menampung ide dan gagasan petani dalam memajukan pertanian melalui jaringan pemasaran dan pengolahan hasil pertanian.

“Daerah Karanganyar adalah daerah penghasil buah, sayang kalau hanya gagal melaju ke senayan tapi program tidak jalan, ini komitmen politik saya.” Ujar Agung YP.

Meskipun tidak berhasil menembus menjadi anggota DPR, Agung YP berharap bahwa ini akan menjadi pendidikan politik bagi masyarakat, bahwa tidak semua calon legislatif hanya mengandalkan money politics untuk memenangkan pertarungan pada pemilu legislatif. Agung YP menambahkan bahwa melalui program yang berkesinambungan akan memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat Dapilnya.

“Saya harap ini menjadi pendidikan politik, bahwa meskipun saya tidak berhasil tapi saya punya komitmen untuk memajukan daerah melalui program yang saya kampanyekan. Tentang menang-kalah dalam pemilu itu wajar, bahkan politisi senior seperti Nurul Arifin dan Priyo Budi saja bisa gagal.” Lanjut Agung YP

Program Budidaya Jambu Merah dari Agung YP juga direspon oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan membagikan bibit jambu merah kepada masyarakat dan mengadakan Festival Buah Karanganyar dengan tujuan menjadikan Karanganyar menjadi sentra buah jambu merah di Jawa Tengah. Sebelumnya Karanganyar sudah terkenal dengan buah duriannya.

Terkait kegagalannya maju menjadi anggota DPR diakui Agung karena waktu persiapan terlalu sedikit , yaitu hanya 6 bulan menjelang Pemilu Legislatif. Hal ini yang menjadi pelajaran bagi Agung YP bahwa tidak mudah memenangkan pertarungan politik meski berbekal program pemberdayaan masyarakat. Namun kini Agung YP justru menikmati proses program pemberdayaan masyarakat yang dimilikinya.

“Senang melihat masyarakat bisa maju, jadi justru saya menikmati kekalahan saya ini. Dengan ini saya tahu bahwa apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat dan ikut menjadi bagian dalam proses untuk memajukan masyarakat. Ini sudah jadi komitmen politik saya.” Agung YP menambahkan.

Selain itu Agung YP berpendapat bahwa para Caleg, baik yang berhasil maju menjadi anggota legislatf maupun tidak berhasil masih memiliki tanggungjawab moral untuk mengucapkan terima kasih kepada masyarakat di daerahnya.

“Ini menjadi bagian terpenting dalam etika politik. Jadi baru saja pileg (pemilu legislatif) masyarakat sudah dilupakan. Kita harus menjadi contoh, jadi meski kalah tetap mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Saya tetap akan memasang spanduk dan iklan untuk mengucapkan kepada masyarakat di Dapil saya meskipun saya kalah, itu adalah bentuk etika dan penghormatan kepada masyarakat.” Ujarnya mengakhiri pembicaraan.

Reporter: Yogi Ishabib

 

 

 

back to top