Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Adrinov A.Chaniago : Pengusaha ada persoalan dengan mentalitas

Adrinov A.Chaniago : Pengusaha ada persoalan dengan mentalitas Sumber : Sorotnews.com

Surabaya-KoPi. Reformasi birokrasi sebenarnya bukanlah hal baru yang saat ini muncul dan berkembang di masyarakat. Sejak dilengserkannya Orde Baru, banyak pihak yang memunculkan wacana reformasi birokrasi untuk menyejahterahkan masyarakatnya. Akan tetapi nyatanya, wacana reformasi birokrasi yang didengung-dengungkan tak kunjung terjadi. Justru yang terjadi adalah birokrasi yang semakin lama justru mencekik dan menyulitkan masyarakatnya.


Melakukan reformasi birokrasi bukanlah hal yang mudah, terlebih kebobrokan birokrasi yang terpupuk selama bertahun-tahun kini semakin dinikmati oleh para birokrat yang duduk di kursi jabatannya. Sulitnya mewujudkan reformasi birokrasi selama ini dianggap oleh Andrinov A.Chaniago sebagai indikasi adanya masalah dalam mentalitas masyarakatnya.

Andrinov A.Chaniago yang merupakan tim ahli Jokowi-JK dalam seminar mendalami visi dan misi program Jokowi-JK tentang reformasi birokrasi dan efektivitas pemerintahan di Hotel Santika Premiere Gubeng, Selasa (1 Juli 2014), menyatakan perlunya pembenahan pembangunan mentalitas. Dirinya memberikan contoh para pengusaha yang melakukan kong kalikong dengan birokrasi untuk memuluskan usahanya memiliki persoalan dengan mentalitas.

“Pengusaha ada persoalan dengan mentalitas, Kalau mentalitas pengusaha itu bagus, dia tidak mau ajak birokrasi untuk kongkalikong dia lebih baik pilih usaha yang lain yang tidak dipersulit birokrasi” ucap Andrinov A.Chaniago.

Uang pelicin bukanlah lagi sekedar istilah, uang pelicin memang benar-benar menjadi pelicin bagi siapapun untuk memudahkan urusan administrasinya.  Dengan uang pelicin, administrasi memang menjadi lebih mudah bagi yang mampu memberikan pelicin. Akan tetapi dampak lebih jauh dari pelicin tersebut akan menimbulkan kesenjangan di masyarakat. Oleh karena itu menurut Andrinov A.Chaniago, Revolusi mental Jokowi adalah program yang tepat untuk mengikis permasalahan tersebut.

Andrinov A.Chaniago kemudian juga menambahkan apabila birokrasi dikelola dengan tepat maka akan memunculkan keuntungan yang berguna bagi kesejahteraan rakyat. Dirinya juga menyinggung penerapan pajak online di DKI Jakarta yang merupakan hasil dari reformasi birokrasi di bidang perpajakan.***


Reporter : Aditya Lesmana

back to top