Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Ada permainan politik tingkat tinggi dalam pencoretan Rasiyo-Dhimam Abror

Ada permainan politik tingkat tinggi dalam pencoretan Rasiyo-Dhimam Abror
Surabaya - KoPi| Drama di Pilkada Surabaya kembali berulang. Minggu pagi, saat pengumuman penetapan calon walikota Surabaya, KPU Surabaya mencoret pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid. Pasalnya, dokumen-dokumen mereka dianggap tidak memenuhi syarat.
 

KPU memang menetapkan berkas-berkas Rasiyo memenuhi syarat. Namun, berkas-berkas Abror dinilai bermasalah. Dokumen tersebut antara lain NPWP, tanda bukti penyerahan wajib pajak, STTP, dan tanda bukti tidak ada tunggakan pajak yang diverifikasi KPU ke Kantor Pajak Pratama Wonokromo. Dokumen lain yang dianggap bermasalah adalah rekomendasi PAN untuk Dhimam dengan tanda tangan basah, ternyata tidak identik.

Bukan hanya PAN dan Demokrat saja yang kecewa pada keputusan KPU Surabaya tersebut. PDI-P sebagai partai pengusung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana juga kesal. Kedua tim pemenangan masing-masing calon sepakat mengadukan KPU Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka menyebut KPU Surabaya tidak profesional.

Sukadar, Liaisson Officer (LO) atau penghubung tim Risma-Whisnu dengan KPU menganggap ada upaya menjegal Pilwali Surabaya. Ia menyebutkan KPU tidak pernah berkoordinasi dengan LO atau memberitahu jika ada berkas yang kurang.

"Semuanya dilakukan secara masif dan terstruktur," ungkap Sukadar, seperti diberitakan Tribun Surabaya

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI-P Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga curiga ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengagagalkan Pilwali 2015. "Semuanya sangat jelas terasa, dari fenomena calon kabur serta upaya penjegalan. Upaya penjegalan, tiba-tiba rekom PAN untuk Abror hilang. Semua sangat kentara," kata Awi, panggilan akrab Adi Sutarwijono.

Pengamat politik asal Universitas Airlangga, Fahrul Muzakki mengatakan ada permainan politik tingkat tinggi dalam tercoretnya pasangan Rasiyo-Dhimam. "Pasangan Rasiyo-Abror hanya kurang persyaratan administrasi teknis yang sebenarnya bisa diupayakan beberapa hari sebelum hari-H diumumkan. Namun toh tetap tidak terpenuhi. Bisa jadi ini kelalaian KPU Surabaya atau keteledoran pasangan Rasiyo-Abror sendiri," ungkapnya pada KoPi.

back to top