Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Ada permainan politik tingkat tinggi dalam pencoretan Rasiyo-Dhimam Abror

Ada permainan politik tingkat tinggi dalam pencoretan Rasiyo-Dhimam Abror
Surabaya - KoPi| Drama di Pilkada Surabaya kembali berulang. Minggu pagi, saat pengumuman penetapan calon walikota Surabaya, KPU Surabaya mencoret pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid. Pasalnya, dokumen-dokumen mereka dianggap tidak memenuhi syarat.
 

KPU memang menetapkan berkas-berkas Rasiyo memenuhi syarat. Namun, berkas-berkas Abror dinilai bermasalah. Dokumen tersebut antara lain NPWP, tanda bukti penyerahan wajib pajak, STTP, dan tanda bukti tidak ada tunggakan pajak yang diverifikasi KPU ke Kantor Pajak Pratama Wonokromo. Dokumen lain yang dianggap bermasalah adalah rekomendasi PAN untuk Dhimam dengan tanda tangan basah, ternyata tidak identik.

Bukan hanya PAN dan Demokrat saja yang kecewa pada keputusan KPU Surabaya tersebut. PDI-P sebagai partai pengusung pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana juga kesal. Kedua tim pemenangan masing-masing calon sepakat mengadukan KPU Surabaya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Mereka menyebut KPU Surabaya tidak profesional.

Sukadar, Liaisson Officer (LO) atau penghubung tim Risma-Whisnu dengan KPU menganggap ada upaya menjegal Pilwali Surabaya. Ia menyebutkan KPU tidak pernah berkoordinasi dengan LO atau memberitahu jika ada berkas yang kurang.

"Semuanya dilakukan secara masif dan terstruktur," ungkap Sukadar, seperti diberitakan Tribun Surabaya

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI-P Kota Surabaya Adi Sutarwijono juga curiga ada upaya dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengagagalkan Pilwali 2015. "Semuanya sangat jelas terasa, dari fenomena calon kabur serta upaya penjegalan. Upaya penjegalan, tiba-tiba rekom PAN untuk Abror hilang. Semua sangat kentara," kata Awi, panggilan akrab Adi Sutarwijono.

Pengamat politik asal Universitas Airlangga, Fahrul Muzakki mengatakan ada permainan politik tingkat tinggi dalam tercoretnya pasangan Rasiyo-Dhimam. "Pasangan Rasiyo-Abror hanya kurang persyaratan administrasi teknis yang sebenarnya bisa diupayakan beberapa hari sebelum hari-H diumumkan. Namun toh tetap tidak terpenuhi. Bisa jadi ini kelalaian KPU Surabaya atau keteledoran pasangan Rasiyo-Abror sendiri," ungkapnya pada KoPi.

back to top