Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Jakarta-Kopi. KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada pukul 21.32 hari ini (22/7) telah menyatakan Jokowi sebagai presiden terpilih 2014-2019. Pasangan Jokowi dan JK memperoleh 53.15 persen suara melawan Prabowo dan Hatta yang memperoleh 46. 85 persen.



Demikian ketua KPU Husni Kamal Malik di kantor pusat KPU, Jakarta. Namun demikian, Prabowo Subiato pada sore hari menyampaikan siaran pers yang menyatakan mundur dari pilpres 2014. Menurutnya ada kecurangan dalam prilpres.

Prabowo dalam pidatonya menyampaikan bahwa pelaksanaan pilpres sudah dicurangi. Prabowo menyatakan bahwa terdapat kecurangan dalam pelaksanaan pencoblosan. Contoh, Papua terdapat 14 kabupaten tidak pernah ikut pemilu namun ada hasil pemilu.

Ada 5000 lebih TPS di DKI Jakarta terjadi kecurangan dan ada rekomendasi PSU namun tidak digubrik KPU.

Berdasar pada dugaan kecurangan tersebut Prabowo Subianto menyatakan:

1. Proses penyelenggaraan pilpres yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak peraturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.

2. Rekomendasi Bawaslu banyak diabaikan oleh KPU.

3. Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing.

4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah setiap keberatan harus diselesaikan di MK padahal sumber masalahnya di KPU.

5. Telah terjadi kecurangan masif dan sistematis untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden.

Prabowo menyatakan bahwa mereka akan menggunakan

hak konstitusional menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Mereka menarik diri dari proses yang sedang berlangsung. Prabowo menginstruksikan kepada saksi-saksi yang sedang mengikuti proses rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan.*

 

Reporter: E. Hermawan

 

back to top