Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Jakarta-Kopi. KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada pukul 21.32 hari ini (22/7) telah menyatakan Jokowi sebagai presiden terpilih 2014-2019. Pasangan Jokowi dan JK memperoleh 53.15 persen suara melawan Prabowo dan Hatta yang memperoleh 46. 85 persen.



Demikian ketua KPU Husni Kamal Malik di kantor pusat KPU, Jakarta. Namun demikian, Prabowo Subiato pada sore hari menyampaikan siaran pers yang menyatakan mundur dari pilpres 2014. Menurutnya ada kecurangan dalam prilpres.

Prabowo dalam pidatonya menyampaikan bahwa pelaksanaan pilpres sudah dicurangi. Prabowo menyatakan bahwa terdapat kecurangan dalam pelaksanaan pencoblosan. Contoh, Papua terdapat 14 kabupaten tidak pernah ikut pemilu namun ada hasil pemilu.

Ada 5000 lebih TPS di DKI Jakarta terjadi kecurangan dan ada rekomendasi PSU namun tidak digubrik KPU.

Berdasar pada dugaan kecurangan tersebut Prabowo Subianto menyatakan:

1. Proses penyelenggaraan pilpres yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak peraturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.

2. Rekomendasi Bawaslu banyak diabaikan oleh KPU.

3. Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing.

4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah setiap keberatan harus diselesaikan di MK padahal sumber masalahnya di KPU.

5. Telah terjadi kecurangan masif dan sistematis untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden.

Prabowo menyatakan bahwa mereka akan menggunakan

hak konstitusional menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Mereka menarik diri dari proses yang sedang berlangsung. Prabowo menginstruksikan kepada saksi-saksi yang sedang mengikuti proses rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan.*

 

Reporter: E. Hermawan

 

back to top