Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Ada kecurangan, Jokowi terpilih presiden

Jakarta-Kopi. KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada pukul 21.32 hari ini (22/7) telah menyatakan Jokowi sebagai presiden terpilih 2014-2019. Pasangan Jokowi dan JK memperoleh 53.15 persen suara melawan Prabowo dan Hatta yang memperoleh 46. 85 persen.



Demikian ketua KPU Husni Kamal Malik di kantor pusat KPU, Jakarta. Namun demikian, Prabowo Subiato pada sore hari menyampaikan siaran pers yang menyatakan mundur dari pilpres 2014. Menurutnya ada kecurangan dalam prilpres.

Prabowo dalam pidatonya menyampaikan bahwa pelaksanaan pilpres sudah dicurangi. Prabowo menyatakan bahwa terdapat kecurangan dalam pelaksanaan pencoblosan. Contoh, Papua terdapat 14 kabupaten tidak pernah ikut pemilu namun ada hasil pemilu.

Ada 5000 lebih TPS di DKI Jakarta terjadi kecurangan dan ada rekomendasi PSU namun tidak digubrik KPU.

Berdasar pada dugaan kecurangan tersebut Prabowo Subianto menyatakan:

1. Proses penyelenggaraan pilpres yang diselenggarakan oleh KPU bermasalah. Sebagai pelaksana, KPU tidak adil dan tidak terbuka. Banyak peraturan main yang dibuat justru dilanggar sendiri oleh KPU.

2. Rekomendasi Bawaslu banyak diabaikan oleh KPU.

3. Ditemukannya banyak tindak pidana Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara dan pihak asing.

4. KPU selalu mengalihkan masalah ke MK, seolah-olah setiap keberatan harus diselesaikan di MK padahal sumber masalahnya di KPU.

5. Telah terjadi kecurangan masif dan sistematis untuk mempengaruhi hasil pemilu presiden.

Prabowo menyatakan bahwa mereka akan menggunakan

hak konstitusional menolak pelaksanaan Pilpres 2014 yang cacat hukum. Mereka menarik diri dari proses yang sedang berlangsung. Prabowo menginstruksikan kepada saksi-saksi yang sedang mengikuti proses rekapitulasi di KPU untuk tidak melanjutkan.*

 

Reporter: E. Hermawan

 

back to top