Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

3 Kesalahan fatal Jokowi dan 5 dosa Megawati menurut Rachmawati Soekarno Putri

3 Kesalahan fatal Jokowi dan 5 dosa Megawati menurut Rachmawati Soekarno Putri

KoPi| Diah Pramana Rachmawati Soekarno Putri adalah anak ketiga Presiden Soekarno dan Fatmawati. Rachmawati dikenal sebagai penerus ajaran Soekarno militan dan sangat keras menjaga kemurnian ajaran Soekarno. Saat ini ia dikenal sebagai musuh politik saudara kandungnya sendiri, Megawati Soekarno Putri.

Dalam cuitnya di twitternya 4-6 Juni 2015, Rachmawati mengritik keras kebijakan Jokowi dan Megawati. Ia menyebut lima dosa Megawati dan tiga kesalahan fatal Jokowi berkaitan dengan ajaran Bung Karno.

5 dosa Megawati

5 DOSA BESAR MEGAWATI TERHDP RAKYAT DAN BK. Lagi Megawati/PDIP  ber,kali2 bikin kesalahan fatal

1. Merobah UUD1945 menjd konstitusi liberal kapitalistik

2. Menjadikan Pancasila pilar negara

3. R&D obligor hitam sehingga negara rugi 600triyunan kss BLBI

4 Membiarkan Tap MPRS No33/1967 yg membelenggu Presiden Soekarno

5.kebijakan2 petugas partainya/jokowi yg bertentangan dgn/antithesa ajaran Soekarno,a.l Trisakti, menjd proxy kapitalis asing

Apakah ini sesuai slogan Mega/Pdip yg katanya  prorakyat dengan mengusung simbol Soekarno? Jangan bohongi rakyat demi kekuasaan dan uang. Skandal mega korupsi yang merugikan negara 600 triliun dan berjalan smp sekarang.

Jadi stop bawa-bawa slogan nama Soekarno hanya utk komoditi politik memanipulasi rakyat ,pola ini dikenal sebagai Soekarno to kill Soekarno/isme.

Terlebih lagi rezim penguasa jkw-jk adalah proxy (wali) kapitalis asing dan aseng (Tiongkok).Segera cabut mandat dan luruskan kiblat bangsa!

3 Kesalahan Jokowi

NGUTANG LAGI!Hai Jokowi-jk jangan main utang-utang -jangan bohongi rakyat terus!
Setdknya ada 3x kesalahn fatal dn inkonsistensi Jokowi.

1. Menandatangi Perpres ttg uang muka mobil pejabt(main tnd tangan tnp dibaca lg)

2. Wkt pidato diKAA Bandung mengkritisi ttg pinjaman BankDunia,IMF(lho skr kok mlh ngutang ke Bank Dunia 35T )

3. Soal kelahiran BungKarno (knp pidato hrs pake teks,apa tdk bs luar kepala)

dr ke3 masalah tersebut sudah jelas sekali bahwa Jokowi memang tidak layak memimpin bangsa ini. Apa artinya reformasi yang mengkoreksi Orba karena menjadi negara pengutang IGGI  WORLD BANK sehingga rakyat harus menanggung beban pembangunan trilyunan selama ini.

Dan sekarang mulai Megawati, rezim proxy kapitalis Jkw-Jk sudah gadaikan dan jual negara degnan utang trilyunan. Setiap manusia indonesia dari bayi sudah menanggung beban utang jutaan- jangan buat sengsara rakyat kalo tidak bisa bebaskan Indonsia dari hutang.

PUTRI BK :”Jokowi ,serahkan mandat !GO TO HELL WITH YOUR AID !” Serahkan saja mandat pada rakyat kembali! GO TO HELL WITH YOUR AID. Demikian  kritik keras Rachmawati Soekarno Putri.

back to top