Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

3 Alasan Pengukuhan Gusti Prabukusumo Pembodohan publik

3 Alasan Pengukuhan Gusti Prabukusumo Pembodohan publik

Jogjakarta-KoPi| Selepas beredar berita pengukuhan Gusti Prabukusumo oleh Paguyuban Trah Ki Giring-Ki Ageng Pemanahan hawa panas semakin menyelimuti keluarga kraton.

Setelah pengubahan sabda raja beberapa waktu lalu, memang banyak kelompok meyakini sultan tidak lagi menjabat sebagai raja bahkan diartikan kursi sultan telah kosong.

Peristiwa pengukuhan Gusti Prabukusumo di Petilasan Ambarketawang melalui tetanda Djojonegoro sebagai upaya menyelamatkan situasi kraton yang menurutnya tidak memilki pemimpin.

Dalam hal ini pengamat politik Kraton Jogjakarta, Bayu Dardias menyatakan pengukuhan Gusti Prabukusumo merupakan pembodohan publik. Pasalnya penobatan tanpa dihadiri oleh yang dinobatkan (Gusti Prabukusomo) itu omomg kosong.

“Jika Sultan HB X dianggap melanggar paugeran, penobatan ini lebih ngawur. Mataram beberapa kali mengalami perebutan, tapi belum pernah dilakukan dengan cara sebodoh ini. Alasannya banyak, intinya ada yang berpangkat lebih tinggi, KGPH Hadikusumo, penobatan tanpa dihadiri yang dinobatkan itu omong kosong. Yang monobatkan tidak memiliki kapasitas untuk menobatkan”, tulis Dosen Isipol UGM melalui WA.

Bayu Dardias menegaskan tahta kraton tidaklah kosong karena pengubahan gelar. Dia juga membandingkan pengubahan gelar yang pernah dilakukan oleh Sultan HB I, lantas tidak menurunkan posisinya sebagai sultan.

Sementara untuk menganulir polemik internal kraton, Bayu mengharapkan para petinggi kraton dan keluarga duduk bersama menyelesaikan permasalahan.

“Jadi siapa di belakangnya belum jelas. Polemik hanya bisa diselesaikan dalam rapat internal keluarga antara Sultan dan 11 adik laki-lakinya. Semoga mementum hari raya bisa mendinginkan suasana,” pungkas Bayu.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga Jogja, Istiana. Dirinya menyayangkan kondisi ketidakharmonisan keluarga kraton. Menurutnya paska- sabda raja hingga peristiwa pengukuhan tersebut telah berimbas pada aktivitas ekonomi kraton terutama di Alun-Alun Utara. Dia berharap situasi kraton kembali normal.
|Winda Efanur FS|

back to top