Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

3 Alasan Pengukuhan Gusti Prabukusumo Pembodohan publik

3 Alasan Pengukuhan Gusti Prabukusumo Pembodohan publik

Jogjakarta-KoPi| Selepas beredar berita pengukuhan Gusti Prabukusumo oleh Paguyuban Trah Ki Giring-Ki Ageng Pemanahan hawa panas semakin menyelimuti keluarga kraton.

Setelah pengubahan sabda raja beberapa waktu lalu, memang banyak kelompok meyakini sultan tidak lagi menjabat sebagai raja bahkan diartikan kursi sultan telah kosong.

Peristiwa pengukuhan Gusti Prabukusumo di Petilasan Ambarketawang melalui tetanda Djojonegoro sebagai upaya menyelamatkan situasi kraton yang menurutnya tidak memilki pemimpin.

Dalam hal ini pengamat politik Kraton Jogjakarta, Bayu Dardias menyatakan pengukuhan Gusti Prabukusumo merupakan pembodohan publik. Pasalnya penobatan tanpa dihadiri oleh yang dinobatkan (Gusti Prabukusomo) itu omomg kosong.

“Jika Sultan HB X dianggap melanggar paugeran, penobatan ini lebih ngawur. Mataram beberapa kali mengalami perebutan, tapi belum pernah dilakukan dengan cara sebodoh ini. Alasannya banyak, intinya ada yang berpangkat lebih tinggi, KGPH Hadikusumo, penobatan tanpa dihadiri yang dinobatkan itu omong kosong. Yang monobatkan tidak memiliki kapasitas untuk menobatkan”, tulis Dosen Isipol UGM melalui WA.

Bayu Dardias menegaskan tahta kraton tidaklah kosong karena pengubahan gelar. Dia juga membandingkan pengubahan gelar yang pernah dilakukan oleh Sultan HB I, lantas tidak menurunkan posisinya sebagai sultan.

Sementara untuk menganulir polemik internal kraton, Bayu mengharapkan para petinggi kraton dan keluarga duduk bersama menyelesaikan permasalahan.

“Jadi siapa di belakangnya belum jelas. Polemik hanya bisa diselesaikan dalam rapat internal keluarga antara Sultan dan 11 adik laki-lakinya. Semoga mementum hari raya bisa mendinginkan suasana,” pungkas Bayu.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga Jogja, Istiana. Dirinya menyayangkan kondisi ketidakharmonisan keluarga kraton. Menurutnya paska- sabda raja hingga peristiwa pengukuhan tersebut telah berimbas pada aktivitas ekonomi kraton terutama di Alun-Alun Utara. Dia berharap situasi kraton kembali normal.
|Winda Efanur FS|

back to top