Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

UGM Berikan Kuliah Gratis Bagi Peternak Indonesia

UGM Berikan Kuliah Gratis Bagi Peternak Indonesia

Yogyakarta, 16 September 2017– Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan kuliah gratis bagi ratusan peternak di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk membekali para peternak dengan disiplin ilmu dan teknologi yang terkait erat dengan pengembangan sektor peternakan dan turunannya.

Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Prof. Dr. Ir. Ali Agus, D.A.A., D.E.A, dalam siaran persnya, saat membuka Kuliah Gratis bertajuk ‘Bagimu Petani Kami Mengabdi’, di Kampus FaPet UGM, Yogyakarta, Sabtu (16/09/2017).

“Dalam rangka membantu petani mengembangkan pertanian, khususnya peternakan, Fakultas Peternakan UGM menyelenggarakan kuliah gratis 'Bagimu Petani Kami Mengabdi'," ujar Prof Ali.

 

Kegiatan tersebut juga, kata Prof Ali, ditujukan sebagai wadah transfer ilmu teknologi dan forum bagi petani untuk mengembangkan jejaring atau networking dalam mengembangkan usahanya di sektor peternakan dan turunannya.

Selain itu, lanjut Prof Ali, sekitar 50% masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani. Karena itu, petani lebih baik jika dekat dengan sumber ilmu, yaitu Fapet UGM. Sebab dengan berkuliah di Fapet UGM, ucapnya, peternak akan mendapatkan ilmu dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tanpa ilmu pengetahuan, usaha yang dijalankan oleh peternak tidak akan berkembang,” jelas Prof Ali.

Spirit Gotong Royong

Lebih jauh, ungkap Prof Ali, selain untuk memperoleh ilmu, kuliah gratis itu juga bertujuan menciptakan forum bagi para petani dalam bertukar informasi.

 “Forum ini dapat menjadi proses pertambahan pengetahuan dan relasi,” tambah Prof Ali.

Dekan juga menjelaskan, spirit kuliah gratis ini adalah gotong royong. Sebab dengan bergotong royong, semua pihak dapat berbagi peran dan beban untuk kemajuan bersama. Spirit ini jugalah, terang Prof Ali, yang digunakan oleh Belanda pada zaman dahulu hingga berhasil menapakkan kaki di Indonesia selama 350 tahun.

“Belanda mengenal tiga pilar utama dalam bergotong royong, yaitu ilmuwan, pelaku usaha, dan tentara,” jelas Prof Ali.

Ia menjelaskan, pilar pertama, yaitu ilmuwan adalah orang pertama yang dikirim untuk menyelidiki potensi alam Indonesia.

Pilar kedua adalah pelaku usaha, yaitu orang yang menjalankan usaha berbasis ilmu pengetahuan. Dan pilar ketiga yaitu tentara yang bertugas mengamankan setiap usaha yang dirintis para pengusaha.

Peluang Besar

Prof Ali lebih lanjut mengungkapkan, peluang usaha di bidang peternakan sangat besar. Apalagi jumlah penduduk Indonesia terus meningkat, sehingga kualitas makanan yang dikonsumsi pun akan meningkat.

“Peluang bisnis peternakan ada banyak sekali, apalagi jumlah penduduk semakin meningkat. Dengan meningkatnya pendapatan penduduk, kualitas makanan yang dikonsumsi pun meningkat. Masyarakat lebih memilih makanan yang berkualitas tinggi misalnya daging dan susu. Ini tugas kita untuk menyediakan,” terang Prof Ali.

Selain itu, tambah Prof Ali, pihaknya juga telah mengembangkan berbagi produk, misalnya ayam kampus (ayam kampung sudah persilangan), Sapi Gama Blue (sapi berotot ganda), yogurt, susu, dan berbagi produk lainnya.

“Harapan kami, dengan mengikuti perkuliahan gratis ini, para peternak di seluruh Indonesia dapat meningkatkan kualitas usahanya, baik yang langsung terkait dengan ternak maupun turunannya, seperti pengembangan baso sapi yang enak namun juga bergizi tinggi, dan produk-produk lainnya,” tambah Prof Ali.

Jika memungkinkan, kata Prof Ali lagi, kegiatan ini dapat ditiru oleh berbagai fakultas peternakan di seluruh Indonesia. Agar tercipta pemahaman yang baik bagi para peternak Indonesia dalam mengembangkan usahanya.

Minat Peserta

Data Fapet UGM mencatat, jumlah peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti perkuliahan gratis di Fapet UGM sebanyak 190 orang. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Madura.

Terdapat 10 materi perkuliahan yang ditawarkan setiap pekannya, yaitu: 

  1. Sapi Potong
  2. Sapi Perah
  3. Unggas Petelur
  4. Unggas Potong
  5. Ransum Ternak Berkualitas
  6. Penyembelihan Halal & Butchering
  7. Kambing dan Domba Potong
  8. Kambing dan Domba Perah
  9. Integrated Farming
  10. Diversifikasi Hijauan Pakan

Bagi para peternak yang tertarik untuk mengikuti perkuliahan gratis ini, dapat mendaftarkan diri melalui emailThis email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau WhatsApp ke Sdr. Margiyono (jam kerja) di nomor 0822-5555-9959.

back to top