Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

UGM Berikan Kuliah Gratis Bagi Peternak Indonesia

UGM Berikan Kuliah Gratis Bagi Peternak Indonesia

Yogyakarta, 16 September 2017– Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan kuliah gratis bagi ratusan peternak di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk membekali para peternak dengan disiplin ilmu dan teknologi yang terkait erat dengan pengembangan sektor peternakan dan turunannya.

Hal itu disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) UGM Prof. Dr. Ir. Ali Agus, D.A.A., D.E.A, dalam siaran persnya, saat membuka Kuliah Gratis bertajuk ‘Bagimu Petani Kami Mengabdi’, di Kampus FaPet UGM, Yogyakarta, Sabtu (16/09/2017).

“Dalam rangka membantu petani mengembangkan pertanian, khususnya peternakan, Fakultas Peternakan UGM menyelenggarakan kuliah gratis 'Bagimu Petani Kami Mengabdi'," ujar Prof Ali.

 

Kegiatan tersebut juga, kata Prof Ali, ditujukan sebagai wadah transfer ilmu teknologi dan forum bagi petani untuk mengembangkan jejaring atau networking dalam mengembangkan usahanya di sektor peternakan dan turunannya.

Selain itu, lanjut Prof Ali, sekitar 50% masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani. Karena itu, petani lebih baik jika dekat dengan sumber ilmu, yaitu Fapet UGM. Sebab dengan berkuliah di Fapet UGM, ucapnya, peternak akan mendapatkan ilmu dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Tanpa ilmu pengetahuan, usaha yang dijalankan oleh peternak tidak akan berkembang,” jelas Prof Ali.

Spirit Gotong Royong

Lebih jauh, ungkap Prof Ali, selain untuk memperoleh ilmu, kuliah gratis itu juga bertujuan menciptakan forum bagi para petani dalam bertukar informasi.

 “Forum ini dapat menjadi proses pertambahan pengetahuan dan relasi,” tambah Prof Ali.

Dekan juga menjelaskan, spirit kuliah gratis ini adalah gotong royong. Sebab dengan bergotong royong, semua pihak dapat berbagi peran dan beban untuk kemajuan bersama. Spirit ini jugalah, terang Prof Ali, yang digunakan oleh Belanda pada zaman dahulu hingga berhasil menapakkan kaki di Indonesia selama 350 tahun.

“Belanda mengenal tiga pilar utama dalam bergotong royong, yaitu ilmuwan, pelaku usaha, dan tentara,” jelas Prof Ali.

Ia menjelaskan, pilar pertama, yaitu ilmuwan adalah orang pertama yang dikirim untuk menyelidiki potensi alam Indonesia.

Pilar kedua adalah pelaku usaha, yaitu orang yang menjalankan usaha berbasis ilmu pengetahuan. Dan pilar ketiga yaitu tentara yang bertugas mengamankan setiap usaha yang dirintis para pengusaha.

Peluang Besar

Prof Ali lebih lanjut mengungkapkan, peluang usaha di bidang peternakan sangat besar. Apalagi jumlah penduduk Indonesia terus meningkat, sehingga kualitas makanan yang dikonsumsi pun akan meningkat.

“Peluang bisnis peternakan ada banyak sekali, apalagi jumlah penduduk semakin meningkat. Dengan meningkatnya pendapatan penduduk, kualitas makanan yang dikonsumsi pun meningkat. Masyarakat lebih memilih makanan yang berkualitas tinggi misalnya daging dan susu. Ini tugas kita untuk menyediakan,” terang Prof Ali.

Selain itu, tambah Prof Ali, pihaknya juga telah mengembangkan berbagi produk, misalnya ayam kampus (ayam kampung sudah persilangan), Sapi Gama Blue (sapi berotot ganda), yogurt, susu, dan berbagi produk lainnya.

“Harapan kami, dengan mengikuti perkuliahan gratis ini, para peternak di seluruh Indonesia dapat meningkatkan kualitas usahanya, baik yang langsung terkait dengan ternak maupun turunannya, seperti pengembangan baso sapi yang enak namun juga bergizi tinggi, dan produk-produk lainnya,” tambah Prof Ali.

Jika memungkinkan, kata Prof Ali lagi, kegiatan ini dapat ditiru oleh berbagai fakultas peternakan di seluruh Indonesia. Agar tercipta pemahaman yang baik bagi para peternak Indonesia dalam mengembangkan usahanya.

Minat Peserta

Data Fapet UGM mencatat, jumlah peserta yang mendaftarkan diri untuk mengikuti perkuliahan gratis di Fapet UGM sebanyak 190 orang. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Madura.

Terdapat 10 materi perkuliahan yang ditawarkan setiap pekannya, yaitu: 

  1. Sapi Potong
  2. Sapi Perah
  3. Unggas Petelur
  4. Unggas Potong
  5. Ransum Ternak Berkualitas
  6. Penyembelihan Halal & Butchering
  7. Kambing dan Domba Potong
  8. Kambing dan Domba Perah
  9. Integrated Farming
  10. Diversifikasi Hijauan Pakan

Bagi para peternak yang tertarik untuk mengikuti perkuliahan gratis ini, dapat mendaftarkan diri melalui emailThis email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau WhatsApp ke Sdr. Margiyono (jam kerja) di nomor 0822-5555-9959.

back to top