Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Bantul-KoPi| Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (SI UAJY) kembali melakukan kegiatan uji coba pendataan pohon dan pemasangan teknologi RFID pada pohon, Sabtu (8/9). Lokasi uji coba kali ini di kawasan hutan rakyat Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Satu tim terdiri dari 2 orang dosen, 14 orang mahasiswa dan 1 orang dari LSM Arupa. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang diadakan pada akhir Agustus yang lalu di Desa Sendangsari, Pajangan, Bantul.

Ketua tim sekaligus ketua Program Studi Sistem Informasi, Flourensia Sapty Rahayu mengatakan kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas tri darma Perguruan Tinggi yang berbentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat.

“Untuk tahun ini kegiatan pengabdian pada masyarakat kami adakan dalam bentuk uji coba pendataan aset petani di hutan rakyat. Ada dua kawasan hutan rakyat yang menjadi lokasi uji coba yaitu hutan rakyat di desa Sendangsari, kecamatan Pajangan, Bantul dan hutan rakyat di desa Terong, kecamatan Dlingo, Bantul. Kami memilih dua lokasi ini karena kayu-kayu yang ada di kedua desa ini sudah mendapatkan sertifikat legal lewat sistem SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu),” ujar Flourensia.

Kegiatan pendataan pohon dan pemasangan RFID ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan petani yang diwadahi dalam kelompok Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) untuk mengimplementasikan sistem lacak balak. Lacak balak adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan sebuah produk kayu apakah benar-benar berasal dari sumber yang legal dan lestari.

“Sebagai contoh jika anda membeli sebuah kursi kayu, dengan lacak balak anda dapat menelusuri asal kayu yang digunakan sebagai bahan pembuat kursi tersebut berasal dari mana, milik petani siapa, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Diharapkan dengan sistem lacak balak industri dapat melihat dengan mudah potensi dari sebuah desa dan mendapatkan pasokan kayu legal dari desa tersebut, sehingga pendapatan petani juga akan meningkat. Sebelum mengimplementasikan sistem lacak balak, data-data aset petani harus lengkap terlebih dahulu, karena itu kegiatan pengabdian ini diadakan. Sebagai penanda untuk pohon yang telah didata digunakan teknologi RFID.

“RFID ini dipilih karena tahan lama termasuk dari cuaca, dan dengan teknologi ini dapat dilakukan pembacaan data pohon dengan mudah,” ujar Flourensia.

Dalam kegiatan ini tim bekerjasama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Jasema Desa Terong serta LSM Arupa (Aliansi Relawan untuk Penyelamatan Alam). Tim pengabdian dibagi menjadi 2 kelompok yang bertugas di 2 lokasi berbeda. Total jumlah pohon yang didata untuk ujicoba sejumlah 100 pohon dengan minimal pohon berdiameter 10 cm/ keliling 30 cm.

Kegiatan pengabdian ini masih akan dilanjutkan dengan pelatihan pendataan pohon serta penggunaan sistem lacak balak kepada pengurus KTH Jasema agar nantinya mereka dapat melakukan pendataan pohon secara mandiri.

back to top