Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Tanaman biotek tidak merusak lingkungan

Tanaman biotek tidak merusak lingkungan
Jogja-KoPi|Komnas Sumber Daya Genetik Pertanian dan Koordinator Negara Feed the Future Biotechnology Potato Partnershipn (FTF BPP) Muhammad Herman menjelaskan tanaman biotek tidak akan mencemari tanah dan mengganggu tanaman non biotek.
Sebelumnya  muncul isu yang mengatakan tanaman biotek  dapat mencemari seperti tanaman bervirus dan mencemari tanah. Pihaknya meyakinkan tanaman biotek yang dikembangkannya tidak akan merusak lingkungan dan mencemari tanah.
 
Muhammad mengatakan tanaman biotek ini sebelum dilepas dan ditanam, pihaknya mengutamakan uji keamanan lingkungan di lahan tanaman biotek. Tanaman biotek ini juga tidak akan mempengaruhi bakteri baik yang membentuk dan menyuburkan tanah.
 
"Misalkan kentang biotek,organisme targetnya itu penyakit busuk (hawar) daun,dan organisme yang nontargetnya itu seperti mikroorganisme. Saat meneliti tanaman biotek, bakteri penambat seperti bakteri nitrogen,atau bakteri pelarut biotek harus tidak menunjukkan perubahan setelah penanaman tanaman biotek dilakukan,"kata Herman saat diwawancarai di UGM,Selasa (22/5).
 
Menurutnya isu ini seharusnya tidak mempengaruhi masyarakat agar tidak memandang sebelah mata pada tanaman biotek. Selain itu menurutnya keuntungan tanaman biotek ini selain dapat menumbuhkan sifat toleran pada penyakit,tanaman biotek juga dapat meningkatkan produktifitas tanaman. 
 
"Semuanya bergantung pada  sifat yang ditanamkan,sepeti tanaman menjadi tahan lama,tanaman akan fokus pada ketahanan tanaman, atau fokus pada penyakit apa yang dikehendaki peneliti," terangnya.
 
Hal senada juga diungkapkan  Direktur Indonesian Biotechnology Information Centre, Bambang Purwantara. Dia mengatakan petani dapat mengurangi penyemprotan pestisida dan pengurangan potensi penyakit pada tanamannya.
 
Namun Bambang tidak menepis biotek sendiri terkendala masalah seperti isu yang beredar di masyarakat dan benih tanaman biotek yang lebih mahal dibandingkan. Meski demikian,dia menghimbau masyarakat perlu mempertimbangkan keuntungan dari tanaman biotek.
 
"Kendalanya adalah pemahamnan masyarakat perlu di tingkatkan terkait dengan tanaman biotek sebelum dilepas di Indonesia," pungkasnya. Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top