Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Tanaman biotek tidak merusak lingkungan

Tanaman biotek tidak merusak lingkungan
Jogja-KoPi|Komnas Sumber Daya Genetik Pertanian dan Koordinator Negara Feed the Future Biotechnology Potato Partnershipn (FTF BPP) Muhammad Herman menjelaskan tanaman biotek tidak akan mencemari tanah dan mengganggu tanaman non biotek.
Sebelumnya  muncul isu yang mengatakan tanaman biotek  dapat mencemari seperti tanaman bervirus dan mencemari tanah. Pihaknya meyakinkan tanaman biotek yang dikembangkannya tidak akan merusak lingkungan dan mencemari tanah.
 
Muhammad mengatakan tanaman biotek ini sebelum dilepas dan ditanam, pihaknya mengutamakan uji keamanan lingkungan di lahan tanaman biotek. Tanaman biotek ini juga tidak akan mempengaruhi bakteri baik yang membentuk dan menyuburkan tanah.
 
"Misalkan kentang biotek,organisme targetnya itu penyakit busuk (hawar) daun,dan organisme yang nontargetnya itu seperti mikroorganisme. Saat meneliti tanaman biotek, bakteri penambat seperti bakteri nitrogen,atau bakteri pelarut biotek harus tidak menunjukkan perubahan setelah penanaman tanaman biotek dilakukan,"kata Herman saat diwawancarai di UGM,Selasa (22/5).
 
Menurutnya isu ini seharusnya tidak mempengaruhi masyarakat agar tidak memandang sebelah mata pada tanaman biotek. Selain itu menurutnya keuntungan tanaman biotek ini selain dapat menumbuhkan sifat toleran pada penyakit,tanaman biotek juga dapat meningkatkan produktifitas tanaman. 
 
"Semuanya bergantung pada  sifat yang ditanamkan,sepeti tanaman menjadi tahan lama,tanaman akan fokus pada ketahanan tanaman, atau fokus pada penyakit apa yang dikehendaki peneliti," terangnya.
 
Hal senada juga diungkapkan  Direktur Indonesian Biotechnology Information Centre, Bambang Purwantara. Dia mengatakan petani dapat mengurangi penyemprotan pestisida dan pengurangan potensi penyakit pada tanamannya.
 
Namun Bambang tidak menepis biotek sendiri terkendala masalah seperti isu yang beredar di masyarakat dan benih tanaman biotek yang lebih mahal dibandingkan. Meski demikian,dia menghimbau masyarakat perlu mempertimbangkan keuntungan dari tanaman biotek.
 
"Kendalanya adalah pemahamnan masyarakat perlu di tingkatkan terkait dengan tanaman biotek sebelum dilepas di Indonesia," pungkasnya. Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top