Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Jogja-KoPi|Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyarankan petani menanam tanaman tahan genangan air kepada para petani.

Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) bahwa pada bulan Desember ini,Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim. Ancaman banjir dan genangan air di lahan pertanian sangat mungkin terjadi.

Kepala dinas pertanian DIY, Sasongko mengungkapkan sebaiknya petani menyiapkan diri untuk menanam tanaman kuat terhadap genangan air dan banjir seperti padi.

"Padi ini tanaman yang lebih tahan pada genangan air, untuk musim penghujan itu kita menyarankan tanaman padi. Musim penghujan itu polanya tanaman padi, sementara kemarau sebaiknya palawija,"ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian ,ditulis pada Senin(4/12).

Sasongko pun bercermin pada badai Cempaka seminggu lalu,tanaman padi ini lebih tahan pada intensitas air yang tinggi ketimbang tanaman lainnya. Ia mengatakan padi sendiri dapat bertahan hidup selama satu (1) minggu tanpa terkena cahaya matahari jika tanaman ini sepenuhnya terendam air. Tanaman jenis lain mungkin hanya mampu bertahan tiga (3) hari pada kondisi yang sama.

"Tanaman padi jika tergenang atau terendam air sepenuhnya, ia masih dapat hidup selama 1 minggu tanpa terkena cahaya matahari. Biasanya dalam waktu seminggu air ini bisa surut dan padi tidak membusuk. Semua jenis tanaman padi relatif tahan kondisi ini,"tambahnya.

Sementara jenis tanaman yang Sasongko tidak sarankan pada penanaman musim ini seperti tanaman Hortikultura (Horti). Jenis-jenis tanaman seperti Cabai,Bawang, Kol,Kubis ini pun sangat rentan jika sampai terendam air sepenuhnya atau terendam dengan ketinggian air yang tinggi. Tanaman jenis inilah yang dimaksud Sasongko hanya mampu bertahan hidup tiga hari.

"Mereka kalau terendam air sepenuhnya mungkin tiga hari sudah busuk dan mati. Terendam sehari saja sudah mengurangi produksinya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top