Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Jogja-KoPi|Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyarankan petani menanam tanaman tahan genangan air kepada para petani.

Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) bahwa pada bulan Desember ini,Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim. Ancaman banjir dan genangan air di lahan pertanian sangat mungkin terjadi.

Kepala dinas pertanian DIY, Sasongko mengungkapkan sebaiknya petani menyiapkan diri untuk menanam tanaman kuat terhadap genangan air dan banjir seperti padi.

"Padi ini tanaman yang lebih tahan pada genangan air, untuk musim penghujan itu kita menyarankan tanaman padi. Musim penghujan itu polanya tanaman padi, sementara kemarau sebaiknya palawija,"ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian ,ditulis pada Senin(4/12).

Sasongko pun bercermin pada badai Cempaka seminggu lalu,tanaman padi ini lebih tahan pada intensitas air yang tinggi ketimbang tanaman lainnya. Ia mengatakan padi sendiri dapat bertahan hidup selama satu (1) minggu tanpa terkena cahaya matahari jika tanaman ini sepenuhnya terendam air. Tanaman jenis lain mungkin hanya mampu bertahan tiga (3) hari pada kondisi yang sama.

"Tanaman padi jika tergenang atau terendam air sepenuhnya, ia masih dapat hidup selama 1 minggu tanpa terkena cahaya matahari. Biasanya dalam waktu seminggu air ini bisa surut dan padi tidak membusuk. Semua jenis tanaman padi relatif tahan kondisi ini,"tambahnya.

Sementara jenis tanaman yang Sasongko tidak sarankan pada penanaman musim ini seperti tanaman Hortikultura (Horti). Jenis-jenis tanaman seperti Cabai,Bawang, Kol,Kubis ini pun sangat rentan jika sampai terendam air sepenuhnya atau terendam dengan ketinggian air yang tinggi. Tanaman jenis inilah yang dimaksud Sasongko hanya mampu bertahan hidup tiga hari.

"Mereka kalau terendam air sepenuhnya mungkin tiga hari sudah busuk dan mati. Terendam sehari saja sudah mengurangi produksinya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top