Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Tanam padi lebih aman di puncak musim hujan ini

Jogja-KoPi|Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyarankan petani menanam tanaman tahan genangan air kepada para petani.

Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) bahwa pada bulan Desember ini,Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim. Ancaman banjir dan genangan air di lahan pertanian sangat mungkin terjadi.

Kepala dinas pertanian DIY, Sasongko mengungkapkan sebaiknya petani menyiapkan diri untuk menanam tanaman kuat terhadap genangan air dan banjir seperti padi.

"Padi ini tanaman yang lebih tahan pada genangan air, untuk musim penghujan itu kita menyarankan tanaman padi. Musim penghujan itu polanya tanaman padi, sementara kemarau sebaiknya palawija,"ungkapnya, saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian ,ditulis pada Senin(4/12).

Sasongko pun bercermin pada badai Cempaka seminggu lalu,tanaman padi ini lebih tahan pada intensitas air yang tinggi ketimbang tanaman lainnya. Ia mengatakan padi sendiri dapat bertahan hidup selama satu (1) minggu tanpa terkena cahaya matahari jika tanaman ini sepenuhnya terendam air. Tanaman jenis lain mungkin hanya mampu bertahan tiga (3) hari pada kondisi yang sama.

"Tanaman padi jika tergenang atau terendam air sepenuhnya, ia masih dapat hidup selama 1 minggu tanpa terkena cahaya matahari. Biasanya dalam waktu seminggu air ini bisa surut dan padi tidak membusuk. Semua jenis tanaman padi relatif tahan kondisi ini,"tambahnya.

Sementara jenis tanaman yang Sasongko tidak sarankan pada penanaman musim ini seperti tanaman Hortikultura (Horti). Jenis-jenis tanaman seperti Cabai,Bawang, Kol,Kubis ini pun sangat rentan jika sampai terendam air sepenuhnya atau terendam dengan ketinggian air yang tinggi. Tanaman jenis inilah yang dimaksud Sasongko hanya mampu bertahan hidup tiga hari.

"Mereka kalau terendam air sepenuhnya mungkin tiga hari sudah busuk dan mati. Terendam sehari saja sudah mengurangi produksinya," pungkasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top