Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Siap swasembada beras, ini syaratnya

Siap swasembada beras, ini syaratnya

Yogyakarta-KoPi| Dalam tiga tahun ke depan Presiden Joko Widodo merencakan program swasembada pangan, terutama beras, gula dan jagung. Program itu tentu menjadi hal yang menarik mengingat realitas dunia pertanian kita yang dinilai banyak pihak tak lagi menjadi alat produksi utama. Namun, program ini juga dinilai positif oleh sebagian kalangan.

Seperti pendapat mahasiswa S3 UGM jurusan Pemuliaan Tanaman yang tak mau menyebut namanya ini, “Sangat mungkin karena di Indonesia punya lahan yang sangat luas, dan banyak varietas yang  kemampuan dan keunggulan”.

Optimisme serupa juga disampaikan oleh Prof. Andrea Santosa dari Institut Pertanian Bogor (IPB), bahwa kedaulatan pangan bisa tercapai asalkan mengubah mindset terlebih dahulu. Prof Andrea mengatakan masih banyak sekali persoalan pertanian Indonesia. Bila Indonesia hendak berswasembada beras ada dua hal penting yang harus direformasi.

“Paling penting orientasi pembagunan pertanian itu harus berubah ke arah kedaulatan pangan. Pertama ubah paradigma, bahwa yang kita capai ke depan itu kedaulatan pangan bukan ketahanan pangan. Kalau ketahanan pangan itu penduduk Indonesia cukup pangan entah itu makan darimana. Asal dari manapun tidak masalah,

“Kedua soal kebijkan. Program ini belum kami lihat. Ada memang perbaikan irigasi dan pembanguna dam, tapi belum berpengaruh signifikan. Untuk mencapai swasembada beras, belum mencukupi. Pembagunan itu juga perlu waktu”, papar Prof. Andrea.

Keberpihakan pemerintah terhadap petani menjadi prioritas utama tercapainya swasembada beras bahkan swasemabada pangan. Hal ini tidaklah mustahil, jika pemerintah total dan serius. Nah!  

 

Baca:

Petani Indonesia kelas termiskin di Indonesia

Terbaik di Asean dalam produkvitas, toh tetap saja impor

Hasil penelitian kita hanya jadi alat propaganda

Masuknya modal asing membuat kita harus impor pangan

 

 

 

 

back to top