Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak

Rp. 864 Milyar per tahun tanpa potong pajak
Perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai hampir 1 Trilyun atau Rp 864 Milyar per tahun. Angka ini lahir hanya dari 18 Inti Kemitraan. Tetapi, anehnya mereka tidak membayar pajak. Atau dibebaskan?

Yogyakarta-KoPi- Menurut Rosul Suhendro, Koordinator Inti Kemitraab di DIY ADHPI (Assosiation Dokter Hewan Perunggasan Indonesia), perputaran uang dari Ayam Broiler di DIY mencapai 2,4 Milyar per hari atau 8640 Milyar per tahun. Hasil ini hanya diperoleh dari sekitar 18 Inti Kemitraan yang ada di Yogyakarta. (baca: Inti-Plasma Ayam Broiler di Jogja hasilkan ratusan milyar rupiah).

Setiap inti bia memiliki sekitar 17-20 plasma yang tersebar di seluruh Yogyakarta. Rosul Suhendro yang juga seorang dokter hewan, memberikan angka tersebut tanpa bersedia memberikan penjelasan siapa saja plasma yang menjadi anggota Inti Kemitraan tersebut.

Rosul bahkan memberikan keterangan bahwa dia menolak memberikan nama-nama plasma karena alasan agar tidak membayar pajak. Ketika ditanya alasannya mengapa tidak membayar pajak, Rosul mengatakan itu kesepakatan bersama.

Sutarno, Kabid Peternakan Dinas Pertanian DIY, bahkan sebelumnya juga menengarai bahwa banyak para peternak di DIY tidak membayar pajak.

Selain indikasi para peternak tidak membayar pajak, bisinis ini ternyata juga belum memiliki regulasi yang jelas. Menurut Sutarno, regulasi masih hanya mengatur Grand Parents yang berada di pusat. Sementara regulasi yang ada di daerah tidak terlindungi sama sekali.

Reporter: Winda Efanur Fs, Haerul Mustakim

back to top