Menu
Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah Kejuruan Industri

Kemenperin ajak siswa masuk Sekolah…

Jogja-KoPi|Kementerian ...

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari Komunikasi Interpersonal

Mahasiswa Sistem Informasi Pelajari…

Sleman-KoPi| Lulusan dari...

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untuk patroli di tutup tahun 2017

Polisi Yogyakarta gunakan kuda untu…

Jogja-KoPi|Kepolisian R...

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald Trump sebagai orang gila

Buya Syafi'i Ma'arif sebut Donald T…

Sleman-KoPi| Buya Ahmad...

Taiwan Higher Education Fair UMY tawarkan beasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Taiwan

Taiwan Higher Education Fair UMY ta…

Bantul-KoPi Universitas...

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota ciptakan Skema Pembiayaan Terintegrasi

Sekdaprov Jatim ajak Kab/Kota cipta…

Surabaya-KoPi| Sekdapro...

Mendikbub belum berlakukan UN model esai

Mendikbub belum berlakukan UN model…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Muhammadiyah menyatakan sikap terkait bencana lingkungan

Muhammadiyah menyatakan sikap terka…

Bantul-KoPi| Majelis Li...

Mendikbud meresmikan Museum dan Galeri Tino Sidin

Mendikbud meresmikan Museum dan Gal…

Jogja-KoPi|Menteri Pend...

Para orangtua harus pahami kebutuhan anak difabel

Para orangtua harus pahami kebutuha…

Bantul-KoPi|Pola asuh ana...

Prev Next

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko meminta kepada petani dan peternak asuransikan tanaman dan ternaknya.

Melihat kembali dampak badai cempaka seminggu lalu seperti air yang membanjiri ratusan hektare sawah serta mampu menghanyutkan ternak, Sasongko pun menyarankanagar petani dan peternak lebih mawas diri pada kemungkinan musibah bencana tersebut.

Menurutnya, membayar asuransi tanaman padi dan ternak sapi ini menjadi solusi yang dapat mampu meringankan beban petani dan peternak.

"Jadi pemerintah itu sudah berupaya masuk ke asuransi seperti AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) untuk membantu petani dan peternak. Asuransi itukan difasilitasi pemerintah dan dapat mengalihkan resiko kerugian petani sehingga pemerintah juga dapat menanggungnya,"ujarnya,ditulis pada Senin (4/12).

Ia melanjutkan, pada Asuransi ini, petani hanya membayar premi 20% sementara pemerintah akan membayar premi sisanya yaitu 80%. Jika dirupiahkan maka petani membayar sebesar Rp.36.000 per hektare sawah dan pemerintah membayar 144 ribu.

Sementara bagi peternak sapi, peternak membayar asuransi Rp. 40.000 per ekornya. Terkait jumlah uang yang bisa diklaim jika kemungkinan terjadi kerugian akibat musibah dan mematikan tanaman padi, petani memperoleh ganti rugi sebesar 6 Juta rupiah per hektarenya. Peternak sapi pun juga mendapatkan ganti rugi 10 Juta rupiah per ekornya jika sapinya hanyut terbawa banjir.

"Membayarnya bagi Peternak hanya bayar setahun sekali ,sementara petani bayarnya permusim saat akan tanam saja,"imbuhnya.

Meski terlihat sangat membantu namun ada beberapa kekurangan pada asuransi ini. Seperti asuransi ini baru bisa diberlakukan hanya pada petani yang bercocok tanam pada tanaman padi dan peternak sapi saja.

Serta bagi petani, pengajuan asuransi ini hanya bisa diterima sebelum masa tanam,jika terjadi musibah banjar di lahan sawah dan petani baru mengajukan asuransi maka uang asuransi tidak dapat diklaim.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top