Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Petani dan peternak diminta membayar asuransi

Jogja-KoPi|Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko meminta kepada petani dan peternak asuransikan tanaman dan ternaknya.

Melihat kembali dampak badai cempaka seminggu lalu seperti air yang membanjiri ratusan hektare sawah serta mampu menghanyutkan ternak, Sasongko pun menyarankanagar petani dan peternak lebih mawas diri pada kemungkinan musibah bencana tersebut.

Menurutnya, membayar asuransi tanaman padi dan ternak sapi ini menjadi solusi yang dapat mampu meringankan beban petani dan peternak.

"Jadi pemerintah itu sudah berupaya masuk ke asuransi seperti AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) untuk membantu petani dan peternak. Asuransi itukan difasilitasi pemerintah dan dapat mengalihkan resiko kerugian petani sehingga pemerintah juga dapat menanggungnya,"ujarnya,ditulis pada Senin (4/12).

Ia melanjutkan, pada Asuransi ini, petani hanya membayar premi 20% sementara pemerintah akan membayar premi sisanya yaitu 80%. Jika dirupiahkan maka petani membayar sebesar Rp.36.000 per hektare sawah dan pemerintah membayar 144 ribu.

Sementara bagi peternak sapi, peternak membayar asuransi Rp. 40.000 per ekornya. Terkait jumlah uang yang bisa diklaim jika kemungkinan terjadi kerugian akibat musibah dan mematikan tanaman padi, petani memperoleh ganti rugi sebesar 6 Juta rupiah per hektarenya. Peternak sapi pun juga mendapatkan ganti rugi 10 Juta rupiah per ekornya jika sapinya hanyut terbawa banjir.

"Membayarnya bagi Peternak hanya bayar setahun sekali ,sementara petani bayarnya permusim saat akan tanam saja,"imbuhnya.

Meski terlihat sangat membantu namun ada beberapa kekurangan pada asuransi ini. Seperti asuransi ini baru bisa diberlakukan hanya pada petani yang bercocok tanam pada tanaman padi dan peternak sapi saja.

Serta bagi petani, pengajuan asuransi ini hanya bisa diterima sebelum masa tanam,jika terjadi musibah banjar di lahan sawah dan petani baru mengajukan asuransi maka uang asuransi tidak dapat diklaim.|Syidiq Syaiful Ardli

back to top