Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek

Indonesia pertama kalinya menanam tiga jenis tanaman biotek
Jogja-KoPi| Muhammad Herman dari Komisi Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian dan Koordinator Feed the Future Biotechnology (biotek) Potato Partnership mengatakan pihaknya sudah siap melepas tiga jenis benih biotek untuk disebarluaskan di Indonesia.
Tiga jenis benih biotek yang dikembangkan pihaknya adalah Jagung, Kentang dan Tebu. Herman mengatakan ketiga benih biotek tersebut sudah lulus uji pangan, uji lingkungan dan tinggal menunggu tanda tangan dari Kementrian Pertanian RI.
 
"Kita tinggal menunggu tanda tangan dari kementan,sebelum dikomersialisasikan dan disebar luaskan,"terangnya saat Jumpa pers di Auditorium di Fakultas Pertanian UGM,Selasa(23/5).
 
Herman menjelaskan benih biotek ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan produktifitas petani. Seperti penanaman benih biotek Jagung tebu dapat membuat tanaman biotek menjadi tahan pada kekeringan dan herbisida.
 
Sementara benih biotek kentang dapat membuat tanaman kentang menjadi tahan penyakit busuk daun (hawar).
 
Berkaitan wacana pelepasan benih biotek ini,Herman mengatakan sejak tahun 2001,Indonesia belum pernah sekalipun melepaskan benih hasil biotek. Alasannya adalah peraturan di Kementan ada yang belum selesai seperti pedoman pasca pelepasan benih.
 
Hal ini juga yang membuat benih buatannya belum bisa dilepaskan meski benihnya sudah lulus uji dan sidang dari tim penilai varietas Kementan.
 
"Karena belum ada pedoman pasca pelepasan jadi benih tersebut hanya menunggu dari kementan,"lanjutnya.
 
Herman mengimbuhkan proses pelepasan biotek dari kementan ini terbilang cukup panjang. Seperti proses regulasi pengawasan pertanian, proses penanda tanganan lewat menteri lalu selanjutnya dibawa ke biro hukum dan menunggu pedoman pasca pelepasan. Meski prosesnya terbilang cukup panjang,dia berharap ketiga benih tersebut bisa segera dilepas.
 
"Harapannya tahun ini,benih biotek yang kita kembangkan bisa dilepaskan,maksimal waktunya sebelum pemilu Presiden 2019.Tujuannya sendiri agar kita bisa terus melakukan penelitian dibidang biotek lainnya," tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top