Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Impor berawal dari regulasi yang tidak jelas

Impor berawal dari regulasi yang tidak jelas

Yogyakarta-KoPi- Setiap hari masyarakat DIY mendapatkan pasokan 80.000 ekor Ayam Bloiler. Jumlah ini tidak sedikit, membuat masyarakat berlomba-lomba dalam memanfaatkan peluang bisnis ini. Namun yang disayangkan adalah kurangnya kontrol dari pihak pemerintah, dan dampaknya adalah harga yang tidak stabil.

Sistem yang menggunakan konsep inti plasma ini, dinilai menguntungkan pihak yang mempunyai modal besar. Bagi masyarakat yang tidak mempunyai modal akan kesulitan dalam kemandirian beternak, maka jalan satu-satunya adalah bermitra dengan perusahaan-perusahaan Ayam Bloiler yang ada.

Ketidakjelasan regulasi akan memungkinkan pihak asing menggempur pasar lokal, dan tentu menjatuhkan banyak pelaku bisnis yang bermodal pas-pasan. Selama ini regulasi hanya berjalan di pusat, dan sebatas kontrol Grand Parent (GP) impor ayam bloiler.

“Di dinas sendiri belum ada regulasi terkait Ayam Bloiler, regulasi hanya ada di pusat dan itu sebatas kontrol Grand Parent (GP) impor Ayam Bloiler” ujar Soetarno selaku ketua bidang peternakan, Dinas Pertanian Yogyakarta. Senin (13/10).

Ketidak terlibatan pemerintah dalam bisnis ini, membuat perusahaan-perusahaan Ayam Bloiler terpaksa mengimpor (Daily Old Chicken) DOC, pangan dan vaksin. Hal ini berdampak pada harga penjualan ayam potong yang saat ini mencapai 28ribu/kg. Jika pemerintah mampu menyediakan DOC, pangan dan vaksin, maka harga dapat ditekan lebih rendah lagi.

Reporter: Haerul Mustakim

back to top