Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

Fapet UGM dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan HewanTandaTangani Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Sapi Belgian Blue

Fapet PKH 3

Jakarta-KoPi| Fakultas Peternakan (Fapet) UGM dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), KementerianPertanian RI menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan sapi Belgian Blue pada Senin (5/2) di kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta.

Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan sapi otot ganda breed Belgian Blue yang oleh Fakultas Peternakan UGM disebut dengan Lembu Gama. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPM dan Dirjen PKH, drh. I Ketut Diarmita, MP.

“Swasembada daging sapi menjadi salah satu kontributor program swasembada protein hewani. Daging sapi potong memberikan konstribusi sekitar 20--22% dari total konsumsi hewani. Daging sapi menjadi demand yang tidak mudah digantikan karena tidak hanya berkaitan dengan preferensi konsumen, tetapi juga kadang berkaitan dengan acara ritual baik adat maupun keagamaan,” kata Prof. Ali Agus di sela-sela acara penandatanganan perjanjian kerjasama.

Isu kelangkaan dan mahalnya daging sapi hampir setiap tahun muncul dan menjadi headline. Hal tersebut menjadi indicator bahwa isu persapian termasuk isu yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Berkaitan dengan hal tersebut, Fakultas Peternakan UGM tanggap terhadap situasi sehingga terus mengembangkan inovasi untuk berkonstribusi dalam swasembada daging sapi dengan cara menghasilkan sapi produksi tinggi. Sapi Belgian Blue merupakan sapi jenis Bos Taurus (dikembangkan di Belgia, Eropa) dengan cirri khas otot ganda. Dengan kelebihan otot ganda tersebut, dengan unit ekor yang sama akan dihasilkan daging yang lebih tinggi.

Prof. Ali Agus menambahkan, Sapi Belgian Blue yang saat ini telah dihasilkan (kerjasama dengan PT Widodo Makmur Perkasa sejak 2014 lalu) disilangkan dengan breed sapi Bos Indicus (jenis sapi daerah tropik) diharapkan akan menghasilkan sapi berotot ganda tetapi mampu beradaptasi dengan baik di daerah tropik. Sebagai contoh, 9 ekor sapi Lembu Gama yang ada saat ini, pada umur 1 tahun telah mencapai berat badan rata-rata 320 kg, sementara sapi Brahman cross baru mencapai 204 kg. Terdapat perbedaan yang jauh dalam hal berat badan.

“Melalui kerjasama dengan Dirjen PKH Kementan RI ini, semoga kontribusi Fakultas Peternakan UGM dalam mewujudkan cita-cita swasembada daging sapi semakin dekat melalui lahirnya generasi Lembu Gama,” pungkas Prof. Ali Agus.

back to top