Menu
Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun Menderita

Korban Montara: Cukup Sudah 9 Tahun…

Kupang-KoPi| Rakyat kor...

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan Mahasiswa HI UMY ke Tiongkok

Tulisan “Diplomasi Panda” Hantarkan…

Bantul-KoPi| Nur Indah ...

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Depresi Dengan Gaya Hidup Seh…

Jogja-KoPi| Depresu bis...

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa Untuk Anak Desa Gamplong

Mahasiwsa UGM Beri Pelatihan Bahasa…

Jogja-KoPi| Unit Kegiat...

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banyak Investasi India di Jatim

Gubernur Jatim Harapkan Lebih Banya…

New Delhi-KoPi| Gubernu...

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kota Magelang

Bakti Sosial KBBM Bersih Sungai Kot…

Magelang-KoPi| Menyambu...

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi Dilema

Sila Kelima Pancasila Masih Menjadi…

Bantul-KoPi| Kemerdekaa...

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA KOMPENSASI BUKAN CSR

GUBERNUR,DPRD DAN RAKYAT NTT MINTA …

Kupang-KoPi| Gubernur N...

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gelar Workshop dan Pelatihan Make Up

Mahasiswa Teknik Industri UAJY Gela…

Jogja-KoPi| Mempunyai w...

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasan Bisnis Pada Calon Startup UGM

Mantan CEO Schlumberger Beri Wawasa…

Jogja-KoPi| Mantan CEO ...

Prev Next

Fapet UGM dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan HewanTandaTangani Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Sapi Belgian Blue

Fapet PKH 3

Jakarta-KoPi| Fakultas Peternakan (Fapet) UGM dan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), KementerianPertanian RI menandatangani perjanjian kerjasama pengembangan sapi Belgian Blue pada Senin (5/2) di kantor Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta.

Kerjasama ini dilaksanakan dalam rangka percepatan pengembangan sapi otot ganda breed Belgian Blue yang oleh Fakultas Peternakan UGM disebut dengan Lembu Gama. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA, IPM dan Dirjen PKH, drh. I Ketut Diarmita, MP.

“Swasembada daging sapi menjadi salah satu kontributor program swasembada protein hewani. Daging sapi potong memberikan konstribusi sekitar 20--22% dari total konsumsi hewani. Daging sapi menjadi demand yang tidak mudah digantikan karena tidak hanya berkaitan dengan preferensi konsumen, tetapi juga kadang berkaitan dengan acara ritual baik adat maupun keagamaan,” kata Prof. Ali Agus di sela-sela acara penandatanganan perjanjian kerjasama.

Isu kelangkaan dan mahalnya daging sapi hampir setiap tahun muncul dan menjadi headline. Hal tersebut menjadi indicator bahwa isu persapian termasuk isu yang penting dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Berkaitan dengan hal tersebut, Fakultas Peternakan UGM tanggap terhadap situasi sehingga terus mengembangkan inovasi untuk berkonstribusi dalam swasembada daging sapi dengan cara menghasilkan sapi produksi tinggi. Sapi Belgian Blue merupakan sapi jenis Bos Taurus (dikembangkan di Belgia, Eropa) dengan cirri khas otot ganda. Dengan kelebihan otot ganda tersebut, dengan unit ekor yang sama akan dihasilkan daging yang lebih tinggi.

Prof. Ali Agus menambahkan, Sapi Belgian Blue yang saat ini telah dihasilkan (kerjasama dengan PT Widodo Makmur Perkasa sejak 2014 lalu) disilangkan dengan breed sapi Bos Indicus (jenis sapi daerah tropik) diharapkan akan menghasilkan sapi berotot ganda tetapi mampu beradaptasi dengan baik di daerah tropik. Sebagai contoh, 9 ekor sapi Lembu Gama yang ada saat ini, pada umur 1 tahun telah mencapai berat badan rata-rata 320 kg, sementara sapi Brahman cross baru mencapai 204 kg. Terdapat perbedaan yang jauh dalam hal berat badan.

“Melalui kerjasama dengan Dirjen PKH Kementan RI ini, semoga kontribusi Fakultas Peternakan UGM dalam mewujudkan cita-cita swasembada daging sapi semakin dekat melalui lahirnya generasi Lembu Gama,” pungkas Prof. Ali Agus.

back to top