Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented

DPRD Jatim ingin peternak sapi Jatim lebih profit oriented
Surabaya-KoPi| Belajar dari kejadian mogoknya pedagang daging di Jakarta hingga membuat harga daging sapi melonjak, DPRD Provinsi Jawa Timur bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi. Hal itu agar Jawa Timur tak harus bergantung pada sapi impor dan dapat memenuhi kebutuhan daging dari peternak lokal.
 

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Subianto, Selasa (1/9) mengatakan, kesejahteraan peternak sapi dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Ia menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan awal dengan Pemprov Jatim untuk realisasi pusat pelatihan tersebut. 

"Selama ini peternak sapi di Jawa Timur menjadikan kegiatan beternak sapi hanya sebagai pekerjaan sambilan. Dengan adanya pusat pelatihan ini, diharapkan peternak bisa mengubah paradigma mereka menjadi bisnis murni yang menguntungkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini peternakan sapi milik masyarakat masih banyak yang dikelola tanpa berorientasi pada profit. Para peternak tradisional tersebut tidak memiliki naluri bisnis untuk bisa mengembangkan peternakan mereka menjadi lebih besar. 

Atas dasar itu, para peternak perlu didorong agar lebih profit oriented atau mengembangkan bisnis peternakan. DPRD Jawa Timur ingin mendorong Dinas Peternakan untuk berperan penuh pada pelatihan tersebut. 

“Nanti kita dorong dari Dinas Peternakan Jatim, agar peternak itu mendapat bimbingan dan pelatihan sebagai pengusaha. Jadi punya sapi bukan hanya untuk sambilan saja, tapi bisa jadi mata pencaharian utama," ujarnya.

Menurut Subianto, bidang peternakan di Jatim punya potensi yang bagus, apalagi di daerah yang memiliki banyak hijauan rumput untuk stok pakan ternak. Subianto berharap pada tahun 2016 nanti, program peningkatan naluri bisnis peternak di pedesaan itu bisa dimulai melalui stimulus anggaran dari provinsi.

back to top