Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

Jogja-KoPi| Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang, mengatakan bahwa Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor Gula.

 

Bambang mengatakan bahwa Yogyakarta telah memberikan dorongan swasembada nasional lewat pabrik gula Maduksimo yang sudah berdiri sejak tahun 1955. Ditunjukkan dengan surplusnya jumlah gula swasembada Yogyakarta yang pasokkannya lebih dari 1.000 ton.

Selanjutnya Bambang menginginkan agar Pemerintah kota Yogyakarta dapat menciptakan sinergitas antar pabrik gula dan petani tebu.

“Kita dorong terus kepada Gubernur dan perusahaan industri untuk menangani sinergi antar industri dan petani . Industri kita tingkatkan efisiensinya dan petani kita dorong produksinya,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (6/4).

Sementara itu, upaya-upaya untuk mendorong swasembada gula juga direncanakan oleh Ditjen Perkebunan Pusat, seperti pembukaan lahan baru untuk tebu di wilayah berpotensi dan program bongkar raton atau bongkar tanah perkebunan tebu yang sudah berusia lebih dari 6 tahun.

"Tanah tersebut kemudian di ganti dengan benih tebu yang produktivitasnya lebih tinggi", kata Bambang.

Kemudian, Bambang menjelaskan bahwa program ini akan sangat membantu petani yang kekurangan energi untuk investasi perbaikan tanamannya.

“Dengan meningkatkan produktivitas, setidaknya kebutuhan konsumsi dan pangan bisa terpenuhi”, tambahnya.

Selain itu, Bambang juga menekankan agar efisiensi industra gula menjadi perhatian dalam usaha mendorong perkebunan gula di Yogyakarta.

“Supaya ketidak efisianan industri bisa dihindari masyarakat,upaya-upaya peningkatan juga kita lakukan seperti bongkar rotan yang rencana akan kita laksanakan pada tahun 2018,”lanjutnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menambahkan bahwa beberapa sektor perkebunan selain perkebunan gula memiliki potensi jika ditingkatkan produktivitasnya dan dipantau sinergitas antar pihak perkebunan. Seperti Perkebunan Kakao di Gunungkidul, Kopi merapi, dan perkebunan teh di Kulonprogo|Syidiq Syaiful Ardli

back to top