Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

Jogja-KoPi| Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang, mengatakan bahwa Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor Gula.

 

Bambang mengatakan bahwa Yogyakarta telah memberikan dorongan swasembada nasional lewat pabrik gula Maduksimo yang sudah berdiri sejak tahun 1955. Ditunjukkan dengan surplusnya jumlah gula swasembada Yogyakarta yang pasokkannya lebih dari 1.000 ton.

Selanjutnya Bambang menginginkan agar Pemerintah kota Yogyakarta dapat menciptakan sinergitas antar pabrik gula dan petani tebu.

“Kita dorong terus kepada Gubernur dan perusahaan industri untuk menangani sinergi antar industri dan petani . Industri kita tingkatkan efisiensinya dan petani kita dorong produksinya,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (6/4).

Sementara itu, upaya-upaya untuk mendorong swasembada gula juga direncanakan oleh Ditjen Perkebunan Pusat, seperti pembukaan lahan baru untuk tebu di wilayah berpotensi dan program bongkar raton atau bongkar tanah perkebunan tebu yang sudah berusia lebih dari 6 tahun.

"Tanah tersebut kemudian di ganti dengan benih tebu yang produktivitasnya lebih tinggi", kata Bambang.

Kemudian, Bambang menjelaskan bahwa program ini akan sangat membantu petani yang kekurangan energi untuk investasi perbaikan tanamannya.

“Dengan meningkatkan produktivitas, setidaknya kebutuhan konsumsi dan pangan bisa terpenuhi”, tambahnya.

Selain itu, Bambang juga menekankan agar efisiensi industra gula menjadi perhatian dalam usaha mendorong perkebunan gula di Yogyakarta.

“Supaya ketidak efisianan industri bisa dihindari masyarakat,upaya-upaya peningkatan juga kita lakukan seperti bongkar rotan yang rencana akan kita laksanakan pada tahun 2018,”lanjutnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menambahkan bahwa beberapa sektor perkebunan selain perkebunan gula memiliki potensi jika ditingkatkan produktivitasnya dan dipantau sinergitas antar pihak perkebunan. Seperti Perkebunan Kakao di Gunungkidul, Kopi merapi, dan perkebunan teh di Kulonprogo|Syidiq Syaiful Ardli

back to top