Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

DITJENBUN: Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor gula

Jogja-KoPi| Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementrian Pertanian, Bambang, mengatakan bahwa Yogyakarta miliki potensi perkebunan yang besar di sektor Gula.

 

Bambang mengatakan bahwa Yogyakarta telah memberikan dorongan swasembada nasional lewat pabrik gula Maduksimo yang sudah berdiri sejak tahun 1955. Ditunjukkan dengan surplusnya jumlah gula swasembada Yogyakarta yang pasokkannya lebih dari 1.000 ton.

Selanjutnya Bambang menginginkan agar Pemerintah kota Yogyakarta dapat menciptakan sinergitas antar pabrik gula dan petani tebu.

“Kita dorong terus kepada Gubernur dan perusahaan industri untuk menangani sinergi antar industri dan petani . Industri kita tingkatkan efisiensinya dan petani kita dorong produksinya,” ujarnya kepada awak media di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (6/4).

Sementara itu, upaya-upaya untuk mendorong swasembada gula juga direncanakan oleh Ditjen Perkebunan Pusat, seperti pembukaan lahan baru untuk tebu di wilayah berpotensi dan program bongkar raton atau bongkar tanah perkebunan tebu yang sudah berusia lebih dari 6 tahun.

"Tanah tersebut kemudian di ganti dengan benih tebu yang produktivitasnya lebih tinggi", kata Bambang.

Kemudian, Bambang menjelaskan bahwa program ini akan sangat membantu petani yang kekurangan energi untuk investasi perbaikan tanamannya.

“Dengan meningkatkan produktivitas, setidaknya kebutuhan konsumsi dan pangan bisa terpenuhi”, tambahnya.

Selain itu, Bambang juga menekankan agar efisiensi industra gula menjadi perhatian dalam usaha mendorong perkebunan gula di Yogyakarta.

“Supaya ketidak efisianan industri bisa dihindari masyarakat,upaya-upaya peningkatan juga kita lakukan seperti bongkar rotan yang rencana akan kita laksanakan pada tahun 2018,”lanjutnya.

Tak hanya itu, Bambang juga menambahkan bahwa beberapa sektor perkebunan selain perkebunan gula memiliki potensi jika ditingkatkan produktivitasnya dan dipantau sinergitas antar pihak perkebunan. Seperti Perkebunan Kakao di Gunungkidul, Kopi merapi, dan perkebunan teh di Kulonprogo|Syidiq Syaiful Ardli

back to top