Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Diperlukan Penguatan Kelembagaan Petani Peternak Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Silaturahmi dan Diskusi

Sleman-KoPi| Dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan, diperlukan kelembagaan yang kuat antarpetani, akademisi, praktisi, dan stakeholder. Berkaitan dengan hal tersebut, Fakultas Peternakan (Fapet) UGM menyelenggarakan silaturahmi dan diskusi terkait pertanian, peternakan, dan perkebunan pada Senin (29/1) di Auditorium Drh. R. Soepardjo Fapet UGM. dengan tema “Bersama Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia”.

“Indonesia kaya akan sumber daya alam tetapi masih banyak produk pertanian dan peternakan yang diperoleh dari luar negeri.Saat ini, produk-produk pertanian dan peternakan belum diusahakan secara serius agar diproduksi di Indonesia dengan harga yang terjangkau,” kata Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. PanutMulyono, M.Eng., D.Eng.,ketika membuka acara tersebut.

Melalui kegiatan ini, Fapet UGM dan pelaku usahaberperan untukterus berusaha membuktikan bahwa Indonesia mampu memproduksi produk yang diperlukan masyarakat sehingga ekspor dapat dikurangi.

“Harapannyadaripertemuaninikitadapatmengetahuipermasalahan yang terjadi. Buktikanbahwa Indonesia merupakannegara yang mempunyaiketahananpangan,” ujar Rektor.

Dekan Fakultas Peternakan UGM mengatakan bahwa untuk mewujudkan kedaulatan pangan, diperlukan sinergi antara beberapa bidang.

“Silaturahmi yang rutin perlu dilakukan agar kelembagaan semakin kuat. Acara silaturahmi ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah, yaitu Bekasi, Sumatera, Sulawesi, Wonosobo, Solo, dan daerah-daerah lainnya, ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPM, dalamsambutannya.

Untuk menyukseskan tercapainya kedaulatan pangan, Prof. Ali Agus telah merumuskan strategimewujudkankedaulatanpangandengankonsep Panca Krida Kedaulatan Pangan Nusantara.

Pertama, komitmen politik dan sinergi kebijakan. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah sebaiknya bersinergi lintas lembaga ataupun kementerian hingga di tingkat petani. Kedua, optimalisasi pemanfaatan lahan dan air. Ketiga, pemandirian proses produksi pangan. Bibit dan pupuk harus berkualitas bagus agar diperoleh produk pangan yang baik.

“Keempat, pengembanganpasardanpembinaankonsumen. Kita harus mempromosikan kepada konsumen untuk memilih produk lokal. Kelima, penguatan kelembagaan dan jaringan pangan. Kita masih lemah dalam hal kelembagaan, oleh karena itu, perlu diperkuat,” ujar Dekan ketika memimpin diskusi.

Dekan menambahkan, dari silaturahmi ini telahteridentifikasi berbagai masalah, yaitu infrsatruktur, kelembagaan, SDM, dan permasalahan-permasalahan lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan dukungan, salah satunya melalui forum silaturahmi.

“Salah satuorganisasi yang optimal adalah koperasi.Kunci kerja sama adalah menerima kekurangan dan kelebihan orang lain supaya terjadi sinergi. Koperasi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kumpulan orang tetapi sekumpulan orang yang mengembangkan usaha, saling mendukung dan bersinergi dari hulu ke hilir,” kata Dekan.

Peserta diskusi dapat menjadi simpul-simpul penting penyambung silaturahmi. “Simpul-simpul ini akan dibantu untuk saling disinergikan menjadi kekuatan bisnis yang saling melengkapi. Tiap-tiap simpul akan memiliki partner, oleh karena itu, tindak lanjut dari pertemuan ini adalah memperkuat simpul-simpul tersebut sebagai embrio kelembagaan baik secara formal maupun non formal,” pungkas Dekan.

back to top