Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Dekan: Peternakan Negara Tropis Tingkatkan Kedaulatan Pangan

Dekan: Peternakan Negara Tropis Tingkatkan Kedaulatan Pangan

YOGYAKARTA, 12 SEPTEMBER 2017 – Dekan Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA menyatakan bahwa peternakan di negara-negara tropis secara signifikan mampu meningkatkan kedaulatan pangan.

 

Peran peternakan di negara-negara tropis menjadi penting untuk membangkitkan kemandirian karena fungsi peternakan sebagai tabungan, akumulasi modal, serta untuk menyuplai input bagi tanaman pangan melalui produksi kotoran yang dapat diolah menjadi pupuk,” ujar Prof Ali Agus dalam siaran persnya, usai acarathe 7th International Seminar on Tropical Animal Production (ISTAP), Selasa (12/09/2017), di Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta.

 

Selain itu, kata Prof Ali, upaya mengukur kontribusi peternakan pada kedaulatan pangan di negara-negara tropis sangat penting untuk mengidentifikasi keunggulan dan daya saing komoditas dan produk turunannya.

 

Prof Ali menunjukkan, bahwa para petani di negara tropis tidak memiliki kekuatan untuk mengontrol mekanisme produksi pangan dan kebijakannya. Hal ini disebabkan petani di daerah tropis seringkali dicirikan dengan skala usaha yang kecil dan subsisten.

 

Hewan ternak, jelas Prof Ali, telah melekat pada kehidupan petani kecil di negara-negara tropis. Oleh karena itu, melibatkan rumah tangga petani kecil dalam mekanisme produksi dan kebijakan berarti ikut mengamankan kedaulatan pangan sebuah negara.

 

Prof. Ali Agus menambahkan, ISTAP yang mengambil tema “Contribution of Livestock Production on Food Sovereignty in Tropical Countries”merupakan seminar yang berkontribusi penting dalam perkembangan kedaulatan pangan nasional.

 

“Seminar ini memperkenalkan ilmu dan peralatan baru yang diperlukan dalam mempertahankan lingkungan yang aman dan menemukan upaya yang lebih efektif untuk menjawab tantangan di masa mendatang,” tambah Prof. Ali.

 

Kedaulatan Pangan

 

Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng mengungkapkan, dalam pengertian yang lebih komprehensif, kedaulatan pangan tidak hanya diartikan sebagai ketersediaan pangan, tetapi juga akses terhadap pangan yang berbasis potensi lokal.

 

“Indonesia dan negara-negara tropis lain kaya akan sumberdaya ternak lokal dan keanekaragaman ternak. Ini adalah aset potensial yang berguna dalam pasar domestik maupun internasional di masa mendatang,” kata Prof. Panut ketika membuka acara ISTAP.

 

Namun, lanjut Rektor, di negara-negara tropis produksi ternak masih dijalankan oleh peternak kecil.

 

“Permasalahan-permasalahan seperti tidak seimbangnya supply dan demandproduk ternak tropis di pasar, kapasitas dan kapabilitas peternak yang masih rendah, dan kurangnya inovasi dan teknologi menjadi tantangan bagi tercapainya kedaulatan pangan,” kata Rektor.

Untuk memecahkan permasalahan tersebut, diperlukan sinergi di antara pada stakholders, yaitu pemerintah, peternak, masyarakat, peneliti, dan akademisi.

 

“Seminar ini merupakan sinergi antara pemerintah, peneliti, dan akademisi yang diwujudkan melalui presentasi dan diskusi ilmiah. Permasalahan mengenai kedaulatan pangan akan dibahas di sini untuk menemukan solusi serta rekomendasi dalam produksi ternak tropis,” jelas Rektor.   

 

Seminar Internasional

 

Ketua Panitia ISTAP, R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D. mengungkapkan, seminar ini ini merupakan kegiatan seminar internasional tentang Tropical Animal Production yang tertua di Indonesia.

 

Seminar ini sudah dimulai sejak awal tahun 90-an dengan melibatkan seluruh peserta dari berbagai penjuru dunia. Pada penyelenggaraan tahun 2017 kali ini, ISTAP dihadiri lebih dari 250 peserta yang berasal dari 11 negara yang terletak di wilayah tropis,” jelasnya.

back to top