Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Bupati Meringin canangkan swasembada beras

Bupati Meringin canangkan swasembada beras

Merangin-KoPi| Bupati Merangin H Al Haris kemarin (8/9) mengajak seluruh masyarakat Desa Biuku Tanjung Kecamatan Bangko Barat, ramai-ramai turun ke sawah. Pada penanaman perdana padi di pencetakan sawah baru itu, bupati turun ke sawah bersama Forkopimda.

Ada seluas 40 hektar sawah di 13 tempat pada kegiatan perluasan sawah 2016 di Desa Biuku Tanjung tersebut. ‘’Dari 40 hektar itu akan menghasilkan 80 ton beras, ini kali pertama tanam sehingga untuk satu hektarnya baru menghasilkan dua ton,’’ujar Bupati.

Jika dalam setahun dua kali tanam, maka dari 40 hektar itu akan menghasilkan 160 ton beras. Sedangkan beras yang dibutuhkan penduduk Desa Biuku secara keseluruhan pertahunnya 225 ton. Ini artinya dari 40 hektar itu bisa untuk makan delapan bulan seluruh penduduk Biuku Tanjug.

Kedepannya bila telah berulang kali tanam, bupati yakin Desa Biuku Tanjung akan mampu swasembada beras dan menjadi lumbung padi untuk desanya sendiri. ‘’Sekarang ini tinggal kemauan warga untuk turun ke sawah,’’terang Bupati.

Semua kebutuhan untuk turun ke sawah lanjut bupati, sudah disediakan Pemerintah, Pada kesempatan itu bupati menyerahkan bantuan mulai dari benih padi, obat-obatan dan alat semprot (Speyer) sebanyak 10 unit, pompa air sebanyak tiga unit, sampai handtraktor dua unit.

Sedangkan sawahnya telah dulu disediakan dengan program pencetakan sawah baru. Semua bantuan itu dikelola tiga kelompok tani yang ada di Desa Biuku Tanjung, Kelompok Tani Sidodadi, Minto Tani dan Maju Bersama.

‘’Kalau beras sudah tidak membeli, kita tinggal menanam cabe di perkarangan rumah, sehingga aman tinggal mengusahakan minyak saja. Untuk bibit cabai saya juga telah menyediakan sebanyak 15 ribu batang pada Program Watanabe (Wajib tanam cabe),’’jelas Bupati.

Diharapkan bupati seluruh masyarakat Biuku Tanjung menanfaatkan berbagai bantuan tersebut, sehingga turunnya harga karet dan sawait tidak lagi berdampak pada turunnya perekonomian keluarga.

Gerakan turun ke sawah sambung bupati, sebenarnya telah lama dilakukan para nenek moyang, sehingga orang dulu tidak pernah kekurangan beras. Masyarakat yang kemudian beralih ke karet dan sawit, akhirnya mengalami kesulitan karena tidak lagi menanam padi.

Kepala Dinas Pertanian Merangin Rumusdar melalui Wendi Kasi Perluasan dan Pengelolaan Lahan menambahkan, jenis padi yang ditanam warga Biuku Tanjung tersebut, jenis Cihearang. Faritas padi ini sangat kebal terhadap hama.

‘’Kita memakai pola tanam jajar legowo (Jarwo). Ditunjang dengan keberadaan irigasi perpipaan di desa ini, saya yakin target satu hektar dua ton beras akan tercapai,’’ujar Wendi.(Charles)

back to top