Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya Featured

Beras plastik bisa jadi tidak berbahaya
Surabaya - KoPi | Indutri pangan Indonesia kembali terusik dengan tersebarnya beras jenis baru, yaitu beras plastik. Beras yang diduga telah beredar di negara Asia ini telah merambat ke produsen di Indonesia.

Beras ini disinyalir berbahan dasar kentang dengan plastik yang diolah hampir mirip seperti beras padi. Bahkan setelah pengolahan menjadi nasi, tidak terlalu jelas perbedaan dengan beras asli.

Menurut Dr. Merryana Adriani, SKM.,M.Kes jenis plastik yang digunakan dalam pengolahan beras plastik harus diteliti lebih jauh.  Jika plastik yang digunakan adalah jenis selulosa maka beras jenis tersebut dinilai tidak berbahaya.

Jenis plastik ini seperti kertas pembungkus yang terdapat dipermen susu. sehingga memang tidak berbahaya untuk dimakan. “umbi-umbian yang dijadikan bahan dasar kemungkinan akan melebur ketika dikukus, sehingga dibungkus kuat dengan menggunakan plastik jenis ini, kalau seperti ini tentunya tidak berbahaya” ujar Merry.
Namun jika jenis plastik yang digunakan adalah plastik yang berbahaya, tentunya akan membuat perusakan pada pencernaan dan jaringan.

Pakar gizi Universitas Airlangga ini menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi beras. Ketelitian dan kepekaan terhadap  penggunaan beras harus diutamakan. Sehingga konsumen tidak asal membeli sehingga menimbulkan penyakit.

“untuk menghindari ketergantungan terhadap beras, maka masyarakat bisa beralih dalam penggunaan umbi-umbian sebagai bahan pokok. Seperti kentang, jagung dan umbi-umbian jenis lainnya. Kandungan gizinya bisa lebih tinggi dibanding dengan beras. Meskipun butuh penyesuaian dalam pengkonsumsian tersebut” tutur Merry. | Labibah

back to top