Menu
Perempuan pendukung gerak ekonomi Jatim

Perempuan pendukung gerak ekonomi J…

Surabaya-KoPi| Perempuan ...

Anies dinilai lalai rekonsoliasi dengan kata 'Pribumi'

Anies dinilai lalai rekonsoliasi de…

PERTH, 17 OKTOBER 2017 – ...

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi Capai 54,3 Milyar Rupiah

Jatim Fair 2017 Ditutup, Transaksi …

Surabaya-Kopi| Pameran Ja...

Ketika agama membawa damai, bukan perang

Ketika agama membawa damai, bukan p…

YOGYAKARTA – Departemen I...

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lakukan Research dan Development

Gubernur Jatim Minta Badan Pendapat…

Surabaya-Kopi| Memperinga...

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCBI Surabaya

Fatma Saifullah Yusuf puji aksi KCB…

Surabaya-KoPi| Dra. Hj. F...

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer…

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 20...

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid Cheng Hoo Surabaya

Gus Ipul resmikan prastasti Masjid …

Surabaya-KoPi| Wagub Jati...

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bisa disembuhkan

Bude Karwo: Jangan takut, kanker bi…

Surabaya-KoPi| Ketua Yaya...

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga NKRI

Gus Ipul ajak.Perguruan Sejati jaga…

Madiun-KoPi| Wakil Gubern...

Prev Next

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Sleman-KoPi| Dekanat Fakultas Peternakan UGM,Prof. Dr Ali Agus menyebutkan salah satu faktor mahalnya daging sapi adalah harga anak sapi yang terbilang mahal.

"Daging mahal itu banyak penjelasan, semisal anak sapi sendiri juga terbilang mahal, Pedet atau anak sapi harganya saja sampai 5 juta,"katanya di Fakultas Peternakan, Rabu (6/6).

Faktor lain yang menyebabkan harga daging tinggi adalah pakannya. Faktor harga pakan yang tinggi ini memurut Ali Agus adalah penyebab terbesar. Harga pakan sapi saja bisa mendekati harga daging yang mencapai Rp. 110 ribu per kilo gram.

Sementara Prof. I Gede Suparta, Wakil Dekan Keuangan dan Aset Fakultas peternakan UGM, mengatakan peyebab tingginya harga pakan adalah jumlah pakan ternak sendiri terbilang cukup banyak dan banyak menghabiskan biaya.

Dia menerangkan jumlah pakan yang biasa diberikan peternak ke sapi terkadang baru bisa masuk ke tahap karkas atau daging yang menempel pada tulang dan belum ke tahap daging.

"Saya hitung dari perkiraan konsetrat rumput itu 10 kilo perhari untuk rumput yang diberikan ke ternak. Jika kita konversikan itu baru 50% menjadi karkas, belum berbicara ke daging,"terangnya.

Suparta menjelaskan perlu 80% jumlah konsentrat pakan ternak agar menjadi daging. Maka, jika ingin menghasilkan satu kilogram daging, setidaknya peternak membutuhkan setidaknya pakan dengan bobot 2,5 kilo bobot daging segar atau dua kalinya dari 10 kilo pakan ternak dengan konversi 50%.

"Berarti jika kita hitung ,setidaknya pakan ternak tersebut dapat menghabiskan uang Rp. 77 ribu untuk pakannya perhari,dan itu baru pakannya," jelasnya.

Menurutnya harga daging Rp. 110 ribu perkilo ini merupakan harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Jarak harga daging di pasaran dan harga pakan ternak inilah yang memastikan agar harga daging tidak turun dibawah 100 ribu.

"Ini baru ke masalah pakannya, belum masuk ke wilayah lain, sehingga jika daging diturunkan ke harga yang rendah akan banyak peternak bisa nangis-nangis,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top