Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Sleman-KoPi| Dekanat Fakultas Peternakan UGM,Prof. Dr Ali Agus menyebutkan salah satu faktor mahalnya daging sapi adalah harga anak sapi yang terbilang mahal.

"Daging mahal itu banyak penjelasan, semisal anak sapi sendiri juga terbilang mahal, Pedet atau anak sapi harganya saja sampai 5 juta,"katanya di Fakultas Peternakan, Rabu (6/6).

Faktor lain yang menyebabkan harga daging tinggi adalah pakannya. Faktor harga pakan yang tinggi ini memurut Ali Agus adalah penyebab terbesar. Harga pakan sapi saja bisa mendekati harga daging yang mencapai Rp. 110 ribu per kilo gram.

Sementara Prof. I Gede Suparta, Wakil Dekan Keuangan dan Aset Fakultas peternakan UGM, mengatakan peyebab tingginya harga pakan adalah jumlah pakan ternak sendiri terbilang cukup banyak dan banyak menghabiskan biaya.

Dia menerangkan jumlah pakan yang biasa diberikan peternak ke sapi terkadang baru bisa masuk ke tahap karkas atau daging yang menempel pada tulang dan belum ke tahap daging.

"Saya hitung dari perkiraan konsetrat rumput itu 10 kilo perhari untuk rumput yang diberikan ke ternak. Jika kita konversikan itu baru 50% menjadi karkas, belum berbicara ke daging,"terangnya.

Suparta menjelaskan perlu 80% jumlah konsentrat pakan ternak agar menjadi daging. Maka, jika ingin menghasilkan satu kilogram daging, setidaknya peternak membutuhkan setidaknya pakan dengan bobot 2,5 kilo bobot daging segar atau dua kalinya dari 10 kilo pakan ternak dengan konversi 50%.

"Berarti jika kita hitung ,setidaknya pakan ternak tersebut dapat menghabiskan uang Rp. 77 ribu untuk pakannya perhari,dan itu baru pakannya," jelasnya.

Menurutnya harga daging Rp. 110 ribu perkilo ini merupakan harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Jarak harga daging di pasaran dan harga pakan ternak inilah yang memastikan agar harga daging tidak turun dibawah 100 ribu.

"Ini baru ke masalah pakannya, belum masuk ke wilayah lain, sehingga jika daging diturunkan ke harga yang rendah akan banyak peternak bisa nangis-nangis,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top