Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Sleman-KoPi| Dekanat Fakultas Peternakan UGM,Prof. Dr Ali Agus menyebutkan salah satu faktor mahalnya daging sapi adalah harga anak sapi yang terbilang mahal.

"Daging mahal itu banyak penjelasan, semisal anak sapi sendiri juga terbilang mahal, Pedet atau anak sapi harganya saja sampai 5 juta,"katanya di Fakultas Peternakan, Rabu (6/6).

Faktor lain yang menyebabkan harga daging tinggi adalah pakannya. Faktor harga pakan yang tinggi ini memurut Ali Agus adalah penyebab terbesar. Harga pakan sapi saja bisa mendekati harga daging yang mencapai Rp. 110 ribu per kilo gram.

Sementara Prof. I Gede Suparta, Wakil Dekan Keuangan dan Aset Fakultas peternakan UGM, mengatakan peyebab tingginya harga pakan adalah jumlah pakan ternak sendiri terbilang cukup banyak dan banyak menghabiskan biaya.

Dia menerangkan jumlah pakan yang biasa diberikan peternak ke sapi terkadang baru bisa masuk ke tahap karkas atau daging yang menempel pada tulang dan belum ke tahap daging.

"Saya hitung dari perkiraan konsetrat rumput itu 10 kilo perhari untuk rumput yang diberikan ke ternak. Jika kita konversikan itu baru 50% menjadi karkas, belum berbicara ke daging,"terangnya.

Suparta menjelaskan perlu 80% jumlah konsentrat pakan ternak agar menjadi daging. Maka, jika ingin menghasilkan satu kilogram daging, setidaknya peternak membutuhkan setidaknya pakan dengan bobot 2,5 kilo bobot daging segar atau dua kalinya dari 10 kilo pakan ternak dengan konversi 50%.

"Berarti jika kita hitung ,setidaknya pakan ternak tersebut dapat menghabiskan uang Rp. 77 ribu untuk pakannya perhari,dan itu baru pakannya," jelasnya.

Menurutnya harga daging Rp. 110 ribu perkilo ini merupakan harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Jarak harga daging di pasaran dan harga pakan ternak inilah yang memastikan agar harga daging tidak turun dibawah 100 ribu.

"Ini baru ke masalah pakannya, belum masuk ke wilayah lain, sehingga jika daging diturunkan ke harga yang rendah akan banyak peternak bisa nangis-nangis,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top