Menu
Narsisme Politik dan Arsitektur Kemerdekaan

Narsisme Politik dan Arsitektur Kem…

Dewasa ini, kita sering d...

Komunitas Kali Bersih Magelang: Merdekakan Sungai Dari Sampah

Komunitas Kali Bersih Magelang: Mer…

Magelang-KoPi| Komunitas ...

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap rakitan sendiri ke Kompetisi Internasional

Mahasiswa UGM ikutkan mobil balap r…

Sleman-KoPi|Tim Bimasakti...

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam Tan buat ketan merah putih 17 meter

Peringati HUT RI ke 72 Resto Madam …

Jogja-KoPi|Untuk memperin...

Daging Kurban Disembelih Tidak Benar, Hukumnya Haram

Daging Kurban Disembelih Tidak Bena…

YOGYAKARTA, 15 AGUSTUS 20...

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor SAR Yogyakarta

Serah Terima Jabatan Kepala Kantor …

YOGYAKARTA - Senin (14/08...

Penyadang disabilitas merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah

Penyadang disabilitas merasa diperl…

Sleman-KoPi| Organisasi P...

Organisasi Penyandang Difabel ajak masyarakat kawal PP penyandang Difabel

Organisasi Penyandang Difabel ajak …

Sleman-KoPi| Organisasi P...

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan Madrasah Diniyah dari Full Day School

PCNU Sleman gelar aksi selamatkan M…

Sleman-KoPi|Koalisi Masya...

Paket umrah 15-17 juta berpotensi tipu calon jemaah

Paket umrah 15-17 juta berpotensi t…

Jogja-KoPi|Kepala Kanwil ...

Prev Next

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Begini penjelasan mengapa harga daging sapi tinggi

Sleman-KoPi| Dekanat Fakultas Peternakan UGM,Prof. Dr Ali Agus menyebutkan salah satu faktor mahalnya daging sapi adalah harga anak sapi yang terbilang mahal.

"Daging mahal itu banyak penjelasan, semisal anak sapi sendiri juga terbilang mahal, Pedet atau anak sapi harganya saja sampai 5 juta,"katanya di Fakultas Peternakan, Rabu (6/6).

Faktor lain yang menyebabkan harga daging tinggi adalah pakannya. Faktor harga pakan yang tinggi ini memurut Ali Agus adalah penyebab terbesar. Harga pakan sapi saja bisa mendekati harga daging yang mencapai Rp. 110 ribu per kilo gram.

Sementara Prof. I Gede Suparta, Wakil Dekan Keuangan dan Aset Fakultas peternakan UGM, mengatakan peyebab tingginya harga pakan adalah jumlah pakan ternak sendiri terbilang cukup banyak dan banyak menghabiskan biaya.

Dia menerangkan jumlah pakan yang biasa diberikan peternak ke sapi terkadang baru bisa masuk ke tahap karkas atau daging yang menempel pada tulang dan belum ke tahap daging.

"Saya hitung dari perkiraan konsetrat rumput itu 10 kilo perhari untuk rumput yang diberikan ke ternak. Jika kita konversikan itu baru 50% menjadi karkas, belum berbicara ke daging,"terangnya.

Suparta menjelaskan perlu 80% jumlah konsentrat pakan ternak agar menjadi daging. Maka, jika ingin menghasilkan satu kilogram daging, setidaknya peternak membutuhkan setidaknya pakan dengan bobot 2,5 kilo bobot daging segar atau dua kalinya dari 10 kilo pakan ternak dengan konversi 50%.

"Berarti jika kita hitung ,setidaknya pakan ternak tersebut dapat menghabiskan uang Rp. 77 ribu untuk pakannya perhari,dan itu baru pakannya," jelasnya.

Menurutnya harga daging Rp. 110 ribu perkilo ini merupakan harga mati dan tidak bisa diganggu gugat. Jarak harga daging di pasaran dan harga pakan ternak inilah yang memastikan agar harga daging tidak turun dibawah 100 ribu.

"Ini baru ke masalah pakannya, belum masuk ke wilayah lain, sehingga jika daging diturunkan ke harga yang rendah akan banyak peternak bisa nangis-nangis,"tandasnya.|Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top