Menu
Jogja International Street Performance 2017

Jogja International Street Performa…

Jogja-KoPi| Dinas Pariwis...

Kemenag restui pemutaran dan pembuatan film G30S/PKI

Kemenag restui pemutaran dan pembua…

Sleman-KoPi| Kementrian A...

Menag meralat makna radikalisme agama

Menag meralat makna radikalisme aga…

Sleman-KoPi|Menteri Agama...

Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, S.E. Jabat Wakil Gubernur Akmil

Brigjen TNI Wirana Prasetya Budi, S…

Akademi Militer (22/09/20...

Gus Ipul : Buka Pergusmad V di Lumajang

Gus Ipul : Buka Pergusmad V di Luma…

Lumajang-KoPi| Wakil Gube...

Gus Ipul Harapkan Persadin Lahirkan Seniman dan Atlet Handal Jatim

Gus Ipul Harapkan Persadin Lahirkan…

Malang-KoPi| Persadin (Pe...

Gus Ipul Apresiasi POC Promosikan Wisata Jatim

Gus Ipul Apresiasi POC Promosikan W…

Batu-Malang| Gus Ipul – s...

DPR dinilai kurang becus bahas isu nuklir

DPR dinilai kurang becus bahas isu …

Sleman-KoPi|Peneliti Inst...

Gus Ipul Ajak Siswa Jadi Generasi Unggul dengan Doa, Usaha, Ilmu dan Tawakal

Gus Ipul Ajak Siswa Jadi Generasi U…

Surabaya-KoPi| Wakil Gube...

Gubernur Jatim Ingatkan Tentang Integritas

Gubernur Jatim Ingatkan Tentang Int…

Surabaya-KoPi| Para pejab...

Prev Next

Angka katarak Indonesia terus meningkat, ini penjelasan dokter Featured

Angka katarak Indonesia terus meningkat, ini penjelasan dokter
Surabaya–KoPi| Katarak masih menjadi penyebab kebutaan yang paling utama di Indonesia. Meski kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi, tidak diikuti dengan penurunan angka penderita katarak. Sebaliknya, angka penderita katarak di Jawa timur semakin tinggi.

“Saat ini ada kekhawatiran bahwa katarak di Jawa Timur akan menjadi masalah. Berdasarkan survei Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), angka kebutaan karena katarak di Jawa Timur meningkat, dari 3 persen menjadi 4 persen,” ungkap dr. Erry Dewanto, Sp.M., dokter spesialis mata dari klinik mata Erry Dewanto Center (Klinik Mata EDC).

Dokter yang dikenal gemar mengadakan aksi sosial tersebut mengatakan bisa jadi hal tersebut disebabkan karena metode survei yang baru. Saat ini survei dilakukan langsung oleh dokter mata, sedangkan survei sebelumnya dilakukan oleh perawat.

“Kalau dilakukan perawat sering banyak yang lolos. Begitu dilakukan survei langsung oleh dokter mata, ketahuan banyak yang punya masalah katarak. Makanya angkanya meningkat,” jelasnya.

Peningkatan memang terlihat di daerah di mana survei dilakukan langsung oleh dokter mata. Di daerah yang surveyornya bukan dokter mata, angkanya justru rendah. Tapi begitu disurvei ulang oleh dokter mata, angkanya jadi meningkat. Dan hal itu terjadi di seluruh Jawa Timur, sehingga penyebarannya hampir merata.

Dokter Erry menyebutkan besarnya angka tersebut akan menyebabkan cataract back log. Apakah cataract back log? Simak di 'Awas cataract back log'.|Amanullah Ginanjar W|

back to top