Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

541 desa di Jawa Timur kekeringan kritis

541 desa di Jawa Timur kekeringan kritis
Surabaya - KoPi | Bencana kekeringan di Indonesia terus meluas dan menerpa daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian. Salah satunya di Jawa Timur.
 

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan, saat ini ada 541 desa yang mengalami kekeringan kritis. Pemprov Jawa Timur telah turun tangan untuk mengatasi kekeringan yang dialami desa-desa tersebut. Selain itu, ada juga 170 desa yang mengalami kekeringan ringan. Untuk desa yang mengalami kekeringan ringan, penanganan diserahkan pada pemerintah kabupaten setempat.

Untuk saat ini Pemprov Jawa Timur telah menyediakan sumur artesis di 8 lokasi. Sedangkan mengenai rencana pemerintah pusat untuk membangun kembali embung atau waduk, Pemprov Jawa Timur telah menyelesaikan pembangunan 128 embung. Masih ada 72 embung yang masih belum selesai dibangun.

Di lain pihak, DPRD Provinsi Jawa Timur mengharapkan pemerintah menyelesaikan masalah kekeringan dengan cara yang ramah lingkungan. Harapannya, lingkungan yang terjaga kelestariannya dapat mengatasi kekeringan untuk jangka panjang dan menjaga suplai air untuk kebutuhan di masa mendatang.

"Misalnya dengan pembuatan biopori dan penanaman seribu pohon. Cara-cara tersebut dapat menjaga kelestarian air tanpa harus merusak lingkungan," ungkap Abdul Halim, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jawa Timur.

Halim juga meminta badan terkait untuk mencermati bencana kekeringan yang terjadi di Jawa Timur. Ia berharap pemerintah membuat pusat data untuk memetakan potensi kekeringan yang ada di desa-desa di wilayah Provinsi Jawa Timur.

back to top