Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Dr. H. Waryono. M.Ag., (kiri) bersama pemateri Menulis Opini M. Syarif Hidayatullah (tengah) dan pemateri Menulis Populer Raja Napitupulu (kanan), menyampaikan sambutan dalam acara Pelatihan Menulis Populer dan Opini bertema "Menulis itu Mudah", di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017). Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi dan mendukung kegiatan menulis populer yang berbasis data ilmiah kepada masyarakat luas, sebagai upaya meminimalisasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax di kalangan akademisi Indonesia. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Dr. H. Waryono. M.Ag., (kiri) bersama pemateri Menulis Opini M. Syarif Hidayatullah (tengah) dan pemateri Menulis Populer Raja Napitupulu (kanan), menyampaikan sambutan dalam acara Pelatihan Menulis Populer dan Opini bertema "Menulis itu Mudah", di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017). Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi dan mendukung kegiatan menulis populer yang berbasis data ilmiah kepada masyarakat luas, sebagai upaya meminimalisasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax di kalangan akademisi Indonesia.

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 2017 – Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr. Waryono, M.Ag., menegaskan gerakan menulis populer di kalangan akademisi dan peneliti, dipastikan mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan peneliti.

 

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Pelatihan Menulis Populer dan Opini, yang berlangsung di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017).

 

“Pelatihan menulis populer dan opini mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan masyarakat Indonesias,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, dengan menulis populer yang didasarkan pada data-data dan karya tulis ilmiah, maka pemberitaan yang beredar di masyarakat diwarnai oleh informasi yang akurat.

 

Sebab setiap tulisan ilmiah yang dilakukan peneliti telah melewati saringan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

Dampaknya, jelas Dr Waryono, masyarakat tidak serta merta menggunakan pendekatan keagamaan untuk membenarkan tindakannya. Dengan demikian, tindakan radikalisme dapat diminimalisasi.

 

“Ada pencerahan yang didapatkan masyarakat dari penulisan populer,” papar dia.

 

Antisipasi Hoax

 

Selain itu, penyebaran tulisan populer berdasarkan karya ilmiah juga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat yang membacanya. Sehingga bisa lebih selektif dalam memilah informasi yang perlu dibaca dan yang tidak.

 

“Menulis populer juga dapat menurunkan penyebaran hoax atau berita palsu yang beredar di masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat tidak terpengaruh untuk bertindak yang tidak tepat,” papar dia.

 

Menurutnya, penulisan populer sangat penting bagi kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi dan peneliti. Apalagi mahasiswa merupakan tulang punggung bangsa yang harus berjuang bagi penyebaran berita-berita produktif dan edukatif. 

 

“Kebiasaan untuk menulis populer akan mendorong mahaiswa untuk menyebarkan informasi berbabasis data yang akurat. Hal itu tentunya akan mencegah penyebaran berita hoax dan sifat radikal di kalangan kampus. Dan kami menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya perguruan tinggi mengantisipasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax,” 

back to top