Menu
Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Australia 1972 cacat hukum

Pengakuan Baru: Perjanjian RI-Austr…

Kupang-KoPi| Penulis Bu...

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tidur untuk pertanian

AKMIL Magelang manfaatkan lahan tid…

Akademi Militer - Gubernu...

Gus Ipul berharap semua terbiasa baca shalawat

Gus Ipul berharap semua terbiasa ba…

  Surabaya-KoPi| Wa...

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Perayaan Natal Keluarga Besar UAJY

Sleman-KoPi| Universita...

Teliti isu multikultur dalam film Indonesia

Teliti isu multikultur dalam film I…

Bantul-KoPi| Sejarah pe...

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Sektor UMKM

Karwo Dorong Penerapan K3 Hingga Se…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan kedaulatan Laut Timor

Susi Pudjiastuti diminta tegakkan k…

Kupang-KoPi|Pembela nel...

Kapolda DIY segera lakukan operasi pasar kontrol harga beras

Kapolda DIY segera lakukan operasi …

Sleman-KoPi|Kepala Pold...

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY digeser

Beberapa pejabat tinggi Polda DIY d…

Sleman-KoPi|Polda DIY m...

Pengedar Sabu di Sleman berhasil ditangkap jajaran Polres Sleman

Pengedar Sabu di Sleman berhasil di…

Sleman-KoPi| Satuan res...

Prev Next

Warek UIN Kalijaga: Menulis populer bisa jauhkan sikap radikal

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Dr. H. Waryono. M.Ag., (kiri) bersama pemateri Menulis Opini M. Syarif Hidayatullah (tengah) dan pemateri Menulis Populer Raja Napitupulu (kanan), menyampaikan sambutan dalam acara Pelatihan Menulis Populer dan Opini bertema "Menulis itu Mudah", di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017). Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi dan mendukung kegiatan menulis populer yang berbasis data ilmiah kepada masyarakat luas, sebagai upaya meminimalisasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax di kalangan akademisi Indonesia. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga Dr. H. Waryono. M.Ag., (kiri) bersama pemateri Menulis Opini M. Syarif Hidayatullah (tengah) dan pemateri Menulis Populer Raja Napitupulu (kanan), menyampaikan sambutan dalam acara Pelatihan Menulis Populer dan Opini bertema "Menulis itu Mudah", di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017). Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga mengapresiasi dan mendukung kegiatan menulis populer yang berbasis data ilmiah kepada masyarakat luas, sebagai upaya meminimalisasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax di kalangan akademisi Indonesia.

YOGYAKARTA, 13 OKTOBER 2017 – Wakil Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Dr. Waryono, M.Ag., menegaskan gerakan menulis populer di kalangan akademisi dan peneliti, dipastikan mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan peneliti.

 

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada Pelatihan Menulis Populer dan Opini, yang berlangsung di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Jumat (13/10/2017).

 

“Pelatihan menulis populer dan opini mampu menurunkan penyebaran sikap radikalis di kalangan masyarakat Indonesias,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, dengan menulis populer yang didasarkan pada data-data dan karya tulis ilmiah, maka pemberitaan yang beredar di masyarakat diwarnai oleh informasi yang akurat.

 

Sebab setiap tulisan ilmiah yang dilakukan peneliti telah melewati saringan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

 

Dampaknya, jelas Dr Waryono, masyarakat tidak serta merta menggunakan pendekatan keagamaan untuk membenarkan tindakannya. Dengan demikian, tindakan radikalisme dapat diminimalisasi.

 

“Ada pencerahan yang didapatkan masyarakat dari penulisan populer,” papar dia.

 

Antisipasi Hoax

 

Selain itu, penyebaran tulisan populer berdasarkan karya ilmiah juga dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat yang membacanya. Sehingga bisa lebih selektif dalam memilah informasi yang perlu dibaca dan yang tidak.

 

“Menulis populer juga dapat menurunkan penyebaran hoax atau berita palsu yang beredar di masyarakat Indonesia. Sehingga masyarakat tidak terpengaruh untuk bertindak yang tidak tepat,” papar dia.

 

Menurutnya, penulisan populer sangat penting bagi kalangan mahasiswa sebagai bagian dari kalangan akademisi dan peneliti. Apalagi mahasiswa merupakan tulang punggung bangsa yang harus berjuang bagi penyebaran berita-berita produktif dan edukatif. 

 

“Kebiasaan untuk menulis populer akan mendorong mahaiswa untuk menyebarkan informasi berbabasis data yang akurat. Hal itu tentunya akan mencegah penyebaran berita hoax dan sifat radikal di kalangan kampus. Dan kami menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya perguruan tinggi mengantisipasi penyebaran gerakan radikalisme dan hoax,” 

back to top