Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Unair tutup kemungkinan calon rektor independen

Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR
Surabaya – KoPi | Masa jabatan Rektor Universitas Airlangga akan segera berakhir pada tahun ini. Namun, pihak universitas telah menutup kemungkinan adanya calon rektor independen atau yang berasal dari luar universitas.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Airlangga M. Nasih. Menurutnya, dalam statuta Universitas Airlangga telah disebutkan bahwa calon rektor dan wakil rektor adalah dosen tetap pegawai negeri sipil. “Dan yang dimaksud sebagai dosen tetap adalah dosen tetap UNAIR,” ujarnya.

Statuta tersebut berasal dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah dipastikan nama-nama yang bertarung dalam ajang pemilihan rektor adalah doktor-doktor dari UNAIR sendiri. 

Nasih menyatakan, calon rektor bisa berasal dari fakultas mana pun dan tidak harus bergelar guru besar. “Asalkan dia sudah memiliki gelar doktor, bisa diajukan sebagai calon rektor,” ungkapnya.

Nasih mengakui, kans terbesar calon rektor adalah pengajar di Fakultas Kedokteran. Sebagai fakultas tertua, FK UNAIR memiliki stok doktor dan guru besar paling banyak dibandingkan fakultas-fakultas lain. 

“Ya wajarlah, kalau nanti nama-nama yang paling mendominasi berasal dari FK, kan mereka punya guru besar paling banyak,” sambungnya. Selama ini, mayoritas pimpinan universitas tertua ketiga di Indonesia itu berasal dari Fakultas Kedokteran.

Nasih tidak mau berkomentar mengenai siapa yang kemungkinan diajukan sebagai calon rektor. Menurutnya, peraturan untuk pemilihan rektor itu sendiri juga tengah digodok.

 

back to top