Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Unair tutup kemungkinan calon rektor independen

Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR
Surabaya – KoPi | Masa jabatan Rektor Universitas Airlangga akan segera berakhir pada tahun ini. Namun, pihak universitas telah menutup kemungkinan adanya calon rektor independen atau yang berasal dari luar universitas.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Airlangga M. Nasih. Menurutnya, dalam statuta Universitas Airlangga telah disebutkan bahwa calon rektor dan wakil rektor adalah dosen tetap pegawai negeri sipil. “Dan yang dimaksud sebagai dosen tetap adalah dosen tetap UNAIR,” ujarnya.

Statuta tersebut berasal dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah dipastikan nama-nama yang bertarung dalam ajang pemilihan rektor adalah doktor-doktor dari UNAIR sendiri. 

Nasih menyatakan, calon rektor bisa berasal dari fakultas mana pun dan tidak harus bergelar guru besar. “Asalkan dia sudah memiliki gelar doktor, bisa diajukan sebagai calon rektor,” ungkapnya.

Nasih mengakui, kans terbesar calon rektor adalah pengajar di Fakultas Kedokteran. Sebagai fakultas tertua, FK UNAIR memiliki stok doktor dan guru besar paling banyak dibandingkan fakultas-fakultas lain. 

“Ya wajarlah, kalau nanti nama-nama yang paling mendominasi berasal dari FK, kan mereka punya guru besar paling banyak,” sambungnya. Selama ini, mayoritas pimpinan universitas tertua ketiga di Indonesia itu berasal dari Fakultas Kedokteran.

Nasih tidak mau berkomentar mengenai siapa yang kemungkinan diajukan sebagai calon rektor. Menurutnya, peraturan untuk pemilihan rektor itu sendiri juga tengah digodok.

 

back to top