Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Unair tutup kemungkinan calon rektor independen

Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR
Surabaya – KoPi | Masa jabatan Rektor Universitas Airlangga akan segera berakhir pada tahun ini. Namun, pihak universitas telah menutup kemungkinan adanya calon rektor independen atau yang berasal dari luar universitas.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Airlangga M. Nasih. Menurutnya, dalam statuta Universitas Airlangga telah disebutkan bahwa calon rektor dan wakil rektor adalah dosen tetap pegawai negeri sipil. “Dan yang dimaksud sebagai dosen tetap adalah dosen tetap UNAIR,” ujarnya.

Statuta tersebut berasal dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah dipastikan nama-nama yang bertarung dalam ajang pemilihan rektor adalah doktor-doktor dari UNAIR sendiri. 

Nasih menyatakan, calon rektor bisa berasal dari fakultas mana pun dan tidak harus bergelar guru besar. “Asalkan dia sudah memiliki gelar doktor, bisa diajukan sebagai calon rektor,” ungkapnya.

Nasih mengakui, kans terbesar calon rektor adalah pengajar di Fakultas Kedokteran. Sebagai fakultas tertua, FK UNAIR memiliki stok doktor dan guru besar paling banyak dibandingkan fakultas-fakultas lain. 

“Ya wajarlah, kalau nanti nama-nama yang paling mendominasi berasal dari FK, kan mereka punya guru besar paling banyak,” sambungnya. Selama ini, mayoritas pimpinan universitas tertua ketiga di Indonesia itu berasal dari Fakultas Kedokteran.

Nasih tidak mau berkomentar mengenai siapa yang kemungkinan diajukan sebagai calon rektor. Menurutnya, peraturan untuk pemilihan rektor itu sendiri juga tengah digodok.

 

back to top