Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Unair tutup kemungkinan calon rektor independen

Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR
Surabaya – KoPi | Masa jabatan Rektor Universitas Airlangga akan segera berakhir pada tahun ini. Namun, pihak universitas telah menutup kemungkinan adanya calon rektor independen atau yang berasal dari luar universitas.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Airlangga M. Nasih. Menurutnya, dalam statuta Universitas Airlangga telah disebutkan bahwa calon rektor dan wakil rektor adalah dosen tetap pegawai negeri sipil. “Dan yang dimaksud sebagai dosen tetap adalah dosen tetap UNAIR,” ujarnya.

Statuta tersebut berasal dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah dipastikan nama-nama yang bertarung dalam ajang pemilihan rektor adalah doktor-doktor dari UNAIR sendiri. 

Nasih menyatakan, calon rektor bisa berasal dari fakultas mana pun dan tidak harus bergelar guru besar. “Asalkan dia sudah memiliki gelar doktor, bisa diajukan sebagai calon rektor,” ungkapnya.

Nasih mengakui, kans terbesar calon rektor adalah pengajar di Fakultas Kedokteran. Sebagai fakultas tertua, FK UNAIR memiliki stok doktor dan guru besar paling banyak dibandingkan fakultas-fakultas lain. 

“Ya wajarlah, kalau nanti nama-nama yang paling mendominasi berasal dari FK, kan mereka punya guru besar paling banyak,” sambungnya. Selama ini, mayoritas pimpinan universitas tertua ketiga di Indonesia itu berasal dari Fakultas Kedokteran.

Nasih tidak mau berkomentar mengenai siapa yang kemungkinan diajukan sebagai calon rektor. Menurutnya, peraturan untuk pemilihan rektor itu sendiri juga tengah digodok.

 

back to top