Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Unair tutup kemungkinan calon rektor independen

Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR Gedung depan Fakultas Kedokteran UNAIR
Surabaya – KoPi | Masa jabatan Rektor Universitas Airlangga akan segera berakhir pada tahun ini. Namun, pihak universitas telah menutup kemungkinan adanya calon rektor independen atau yang berasal dari luar universitas.
 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor II Universitas Airlangga M. Nasih. Menurutnya, dalam statuta Universitas Airlangga telah disebutkan bahwa calon rektor dan wakil rektor adalah dosen tetap pegawai negeri sipil. “Dan yang dimaksud sebagai dosen tetap adalah dosen tetap UNAIR,” ujarnya.

Statuta tersebut berasal dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014. Dengan adanya peraturan tersebut, sudah dipastikan nama-nama yang bertarung dalam ajang pemilihan rektor adalah doktor-doktor dari UNAIR sendiri. 

Nasih menyatakan, calon rektor bisa berasal dari fakultas mana pun dan tidak harus bergelar guru besar. “Asalkan dia sudah memiliki gelar doktor, bisa diajukan sebagai calon rektor,” ungkapnya.

Nasih mengakui, kans terbesar calon rektor adalah pengajar di Fakultas Kedokteran. Sebagai fakultas tertua, FK UNAIR memiliki stok doktor dan guru besar paling banyak dibandingkan fakultas-fakultas lain. 

“Ya wajarlah, kalau nanti nama-nama yang paling mendominasi berasal dari FK, kan mereka punya guru besar paling banyak,” sambungnya. Selama ini, mayoritas pimpinan universitas tertua ketiga di Indonesia itu berasal dari Fakultas Kedokteran.

Nasih tidak mau berkomentar mengenai siapa yang kemungkinan diajukan sebagai calon rektor. Menurutnya, peraturan untuk pemilihan rektor itu sendiri juga tengah digodok.

 

back to top