Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

UN online tak serta merta jadikan siswa jujur

UN online tak serta merta jadikan siswa jujur
Surabaya – KoPi | Tinggal beberapa hari lagi, masa depan ribuan siswa di Indonesia akan segera ditentukan melalui Ujian Nasional (UN). Akibatnya siswa selalu menghadapi UN dengan ketegangan dan harap-harap cemas. Tak jarang jalan pintas ditempuh agar bisa lulus UN, dengan berbagai modus kecurangan.
 

Salah satu upaya pemerintah untuk meminimalisir potensi kecurangan dalam UN adalah menerapkan sistem UN online. Tahun ini beberapa sekolah di Indonesia dipilih untuk menjalani uji coba sistem UN online. Benarkah UN online ini mampu memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan?

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Prof. Daniel M. Rosyid mengatakan UN online tidak serta merta menighasilkan siswa-siswa yang menjunjung kejujuran. Nilai kejujuran tidak serta merta timbul begitu saja setelah melalui satu peristiwa tertentu. Kejujuran perlu ditumbuhkan dan dibina melalui proses belajar.

“Kejujuran itu tidak bisa tumbuh ujug-ujug, tapi dibina melalui proses belajar yang menghargai kejujuran,” ungkapnya ketika dihubungi KoranOpini.com. Menurut Daniel, peran guru sangat besar dalam perilaku kejujuran siswa. Guru seharusnya mendorong siswa berperilaku jujur, daripada mengedepankan nilai tinggi.

“Jika guru lebih mengharapkan yang jujur sekalipun salah, daripada jawaban yang benar, maka kejujuran akan tumbuh subur. Siswa memberi jawaban yang salah lalu guru menghukum siswa, itu akan mendorong siswa untuk curang,” tukas Daniel.

back to top