Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

UN online tak serta merta jadikan siswa jujur

UN online tak serta merta jadikan siswa jujur
Surabaya – KoPi | Tinggal beberapa hari lagi, masa depan ribuan siswa di Indonesia akan segera ditentukan melalui Ujian Nasional (UN). Akibatnya siswa selalu menghadapi UN dengan ketegangan dan harap-harap cemas. Tak jarang jalan pintas ditempuh agar bisa lulus UN, dengan berbagai modus kecurangan.
 

Salah satu upaya pemerintah untuk meminimalisir potensi kecurangan dalam UN adalah menerapkan sistem UN online. Tahun ini beberapa sekolah di Indonesia dipilih untuk menjalani uji coba sistem UN online. Benarkah UN online ini mampu memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan?

Mantan Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Prof. Daniel M. Rosyid mengatakan UN online tidak serta merta menighasilkan siswa-siswa yang menjunjung kejujuran. Nilai kejujuran tidak serta merta timbul begitu saja setelah melalui satu peristiwa tertentu. Kejujuran perlu ditumbuhkan dan dibina melalui proses belajar.

“Kejujuran itu tidak bisa tumbuh ujug-ujug, tapi dibina melalui proses belajar yang menghargai kejujuran,” ungkapnya ketika dihubungi KoranOpini.com. Menurut Daniel, peran guru sangat besar dalam perilaku kejujuran siswa. Guru seharusnya mendorong siswa berperilaku jujur, daripada mengedepankan nilai tinggi.

“Jika guru lebih mengharapkan yang jujur sekalipun salah, daripada jawaban yang benar, maka kejujuran akan tumbuh subur. Siswa memberi jawaban yang salah lalu guru menghukum siswa, itu akan mendorong siswa untuk curang,” tukas Daniel.

back to top