Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

UMY Terjunkan 1.169 Mahasiswa ke 116 Dusun

UMY Terjunkan 1.169 Mahasiswa ke 116 Dusun

Bantul-KoPi| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali menerjunkan mahasiswanya sebanyak 1.169 ke sejumlah daerah dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pada KKN Gelombang reguler ini, mahasiswa diterjunkan ke 116 Dusun dari total 14 Kecamatan di Kabupaten Bantul dan Sleman.

Sutrisno, SP., MP. selaku Kepala Divisi Pengembangan Masyarakat, Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, menjelaskan bahwa peserta KKN Tematik UMY sudah diberikan tema yang sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat di masing-masing dusun. "UMY sudah bekerja sama dengan desa-desa yang ada di Bantul dan Sleman terutama dalam melakukan pemberdayaan masyarakat yang memiliki pengaruh pada kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Oleh karenanya tema-tema yang kami tentukan kepada peserta KKN antara lain ada pariwisata, kerajinan, industri rumah tangga, dan pengelolaan sampah mandiri," jelas Sutrisno.

Sutrisno menambahkan bahwa para peserta KKN yang didominasi oleh mahasiswa angkatan 2013 tersebut tidak akan fokus pada sarana prasarana dan infrastruktur desa atau dusun tempat mereka KKN. Para peserta KKN diharapkan untuk lebih fokus pada pengembangan potensi dusun selama 5 tahun. Untuk desa yang sudah lama menjadi mitra UMY, Sutrisno menyebutkan, akan ada keberlanjutan program yang sudah dilaksanakan dari KKN gelombang sebelumnya di daerah yang sama.

"Sedangkan untuk KKN di lokasi yang baru, mahasiswa diharapkan dapat membuat perencanaan program jangka panjang, mengidentifikasi potensi, dan membuat perencanaan program desa mitra. Terutama yang terkait dengan program pokok, wisata, dan industri. Sedangkan untuk program bantu, atau program yang diluar dari program pokok, akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," tutur Dosen Fakultas Pertanian UMY tersebut.

Sutrisno berharap, KKN akan menjadi salah satu pengembangan pilar kepribadian, selain sebagai pengembangan masyarakat dan institusi. "Itu yang penting. Jadi KKN dianggap berhasil, apabila mampu mengubah kepribadian mahasiswa menjadi lebih baik, kooperatif, peduli dengan sesama, siap bekerja sama, dan siap menghadapi tantangan. Kedua, mahasiswa mampu melakukan problem solving dang membantu masyarakat dalam menghadapi masalah. Karena mereka memang disiapkan untuk masyarakat, jadi kontribusinya kepada masyarakat diharapkan bisa lebih profesional, karena harapan masyarakat terhadap mahasiswa atau sarjana itu tinggi, " tegas Sutrisno.

Selain itu, dengan KKN, Sutrisno berharap mahasiswa dapat lebih mendalami nilai-nilai Muhammadiyah. Karena kegiatan KKN juga merupajan salah satu dakwah kultural Muhammadiyah. "Dengan mereka masuk ke dalam masyarakat, mereka tahu bagaimana menghargai Muhammadiyah dalam perannya sebagai rahmat bagi alam. Sehingga kami berharap mahasiswa mampu menjaga diri karena mereka mengemban amanah institusi," tutup Sutrisno.

Pada pelepasan KKN Tematik kali ini, setiap kelompok KKN juga diminta untuk membawa satu bibit pohon atau lebih untuk ditanam di masing-masing lokasi KKN. Selain itu, peserta KKN juga berhasil mengumpulkan donasi lebih dari 4 juta rupiah dan disumbangkan kepada Lazizmu untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

back to top