Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

UMY Gelar Festival Al-Qur'an Bagi PTM & PTA Tingkat Nasional

Dari kanan ke kiri: Ghoffar Ismail, S.Ag., MA (ketua panitia pelaksana Festival Al Quran), Prof. Lincolin Arsyad (Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah), dan Prof. Dr. Bambang Cipto, MA (Rektorat UMY) Dari kanan ke kiri: Ghoffar Ismail, S.Ag., MA (ketua panitia pelaksana Festival Al Quran), Prof. Lincolin Arsyad (Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah), dan Prof. Dr. Bambang Cipto, MA (Rektorat UMY)

Bantul-KoPi| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk pertama kalinya menggagas Festival Al-Qur’an, yang ditujukan bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah/Aisyiyah (PTM & PTA) se-Indonesia.

Festival Al-Qur’an untuk PTM/A tingkat nasional ini akan digelar pada 9 hingga 11 Agustus 2016, dengan tema “Bermental Qur’ani Juara, Terbang Mengglobal Sebagai Jawara”.
 
Kegiatan Festival Al-Qur’an ini kerjasama UMY dengan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Majelis Dikti PP Muhammadiyah juga sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini serta ikut ambil bagian dalam Festival Al-Qur’an ini.

Selain itu, untuk menyukseskan kegiatan ini, UMY dan Majelis Dikti PP Muhammadiyah juga turut mengharapkan partisipasi dari seluruh PTM & PTA se-Indonesia untuk mengikuti kegiatan tersebut.
 
Wakil Rektor III UMY, Sri Atmaja P. Rosyidi, ST., MSc.Eng., Ph.D., PE. mengatakan agenda dalam Festival Al-Qur'an tidak hanya meliputi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) saja.

Namun ada Seminar Al-Qur'an, Pertemuan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan seluruh PTM & PTA se-Indonesia, Pertemuan Wakil Rektor dan atau Lembaga bidang Kemahasiswaan dan AIK, Pertemuan Badan Pembina Harian (BPH) PTM & PTA, Talkshow yang akan mengangkat isu-isu terkini tentang Islam baik dari sisi budaya, seni, maupun perilaku, serta Pameran dan Bazar "Seni dan Budaya Islam".
 
Adapun cabang lomba MTQ yang akan digelar pada Festival Al-Qur'an ini terdiri dari 10 cabang lomba, seperti Tilawah al-Qur'an (Putra/Putri), Tartil al-Qur'an (Putra/Putri), Hifzhil Qur'an 1 Juz (Putra/Putri), Hifzhil Qur'an 5 Juz (Putra/Putri), Hifzhil Qur'an 10 Juz (Putra/Putri), Hifzhil Qur'an 15 Juz (Putra/Putri), Hifzhil Qur'an 30 Juz (Putra/Putri), Kaligrafi al-Qur'an (Putra/Putri), Fahmil Qur'an, dan Syarhil Qur'an.

Sementara itu acara Seminar al-Qur'an yang bertemakan "Reaktualisasi Al-Qur'an untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Sains", akan membahas tiga materi pokok utama, yakni Metodologi Tafsir Al-Qur'an untuk pengembangan Ilmu Pengetahuan, Al-Qur'an untuk Pengembangan Keilmuan Sains, dan Al-Qur'an untuk Pengembangan Keilmuan Sosial.
 
"Dengan adanya serangkaian acara pada Festival Al-Qur'an ini seperti Seminar Al-Quran, harapannya agar supaya Al-Qur'an itu bisa menjadi keunggulan dan landasan utama kita, baik dalam hal keilmuan ataupun mengambil nash ayat atau hadist itu sendiri sebagai landasan utama kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kemudian dengan diadakannya Pameran dan Bazar "Seni dan Budaya Islam".

Kami berharap kegiatan itu bisa menjadi pelopor dan barometer serta melihat bagaimana Islam itu berkembang di Indonesia, mulai dari sejarah peninggalannya hingga manuskrip-manuskrip Muhammadiyah. Melalui Pameran dan Bazar ini kita juga bisa melihat jejak sejarah yang kita miliki sebagai acuan untuk menentukan masa depan. Dan kegiatan ini rencananya juga akan dibuka untuk masyarakat umum secara gratis, agar mereka juga bisa bersama-bersama belajar tentang sejarah kebudayaan Islam," jelas Sri Atmaja.
 
Sri Atmaja penanggung jawab kegiatan ini kembali menambahkan bahwa tujuan utama dari diselenggarakannya Festival Al-Qur'an bagi PTM & PTA se-Indonesia tersebut, tidak lain adalah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan memberikan pembinaan yang komprehensif dan menumbuhkan keunggulan komparatif dan kompetitif kepada keluarga civitas Muhammadiyah, khususnya civitas akademika di PTM & PTA.

Apalagi PTM & PTA merupakan amal usaha Muhammadiyah yang memiliki gerakan Amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Karena itulah dibutuhkan sebuah pembinaan terhadap civitas PTM & PTA, agar PTM & PTA menjadi pusat keunggulan dalam bidang pengkajian dan pengembangan Al-Qur'an dan Sunnah.
 
"Gagasan untuk menggelar Festival Al-Qur'an ini sebenarnya sudah direncanakan lama, pertimbangan yang mendasari kami untuk menggagas kegiatan ini adalah kepedulian untuk PTM & PTA agar memiliki keunggulan dalam pembinaan dan pengkajian Al-Qur'an melalui MTQ dengan berbagai macam cabang-cabang kompetisinya.

Kami ingin pembinaan tersebut tidak hanya sebatas kompetensi saja, melainkan juga pembinaan yang berbasis kompetensi, komparatif dan berkelanjutan. Kalau secara pembinaan untuk tujuan kompetensi saja, mungkin kita cukup mendatangkan pakar Al-Qur'an dan Sunnah.

Tapi guna mencapai nilai pembinaan yang menguatkan kompetensi, dengan hasil pembinaan yang dapat diukur secara komparatif dan tentunya bisa menjadi pola pembinaan yang berkelanjutan, maka tidaklah mungkin hanya dilakukan sendiri secara internal. Untuk itulah kita perlu mengadakan pembinaan melalui kompetisi Festival Al-Qur'an ini, agar kita bisa menggali prestasi-prestasi mahasiswa dalam bidang Al-Qur'an dan Sunnah dan bisa menjadikannya sebagai keunggulan tersendiri bagi PTM & PTA," imbuh Sri Atmaja.
 
M. Khaeruddin Hamsin, Lc., LLM., Ph.D selaku kepala Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Islam (LPPI) UMY mengatakan hal yang senada. Menurutnya, ada banyak hal yang perlu dibahas oleh keluarga civitas Muhammadiyah tentang Al-Qur'an, demi menumbuhkan kecintaan dan menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

"Untuk itulah kami mengadakan Festival Al-Qur'an ini. Sebab festival itu lebih luas. Kalau kami menamakan kegiatan ini sebagai MTQ, maka hanya akan ada perlombaan di dalamnya. Namun karena kami ingin agar ada banyak hal yang bisa dibahas terkait Al-Qur'an, maka kami menamakan kegiatan ini sebagai Festival Al-Qur'an.

Tujuan dari kegiatan ini agar kecintaan civitas akademik PTM & PTA terhadap Al-Qur'an itu meningkat. Karena setelah kami mengadakan survei dan pengukuran, ternyata kecintaan kita kepada Al-Qur'an ini masih rendah. Selain itu, kegiatan seperti membaca dan mentadabburi Al-Qur'an itu juga masih rendah," jelasnya.
 
Karena itulah, lanjut Khaeruddin lagi, pihaknya menggagas kegiatan Festival Al-Qur'an tersebut, agar ke depannya Al-Qur'an bisa menjadi hal yang utama dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh PTM & PTA.

"Dengan target peserta sebanyak 800 orang ini, kami berharap kegiatan Festival Al-Qur'an ini bisa menjadi tren di kalagan PTM & PTA. Selain itu, kami juga berharap agar kegiatan ini tidak hanya sekali dilakukan, namun juga bisa dilaksanakan setiap tahunnya dengan tuan rumah PTM & PTA yang lain," imbuhnya lagi.

back to top