Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

UMY Akan kirimkan 34 mahasiswanya ke 9 universitas asing

UMY Akan kirimkan 34 mahasiswanya ke 9 universitas asing

Bantul-KoPi| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta kembali akan mengirimkan mahasiswanya dalam program student exchange dan summer school.

Kegiatan yang melibatkan 34 mahasiswa dari berbagai jurusan tersebut, akan diberangkatkan ke 7 negara tujuan dengan 9 universitas asing pada akhir tahun ini.

“Para mahasiswa yang akan diberangkatkan tersebut bukan hanya mengikuti program student exchange selama 6 bulan, namun mereka juga ada yang mengikuti program summer school atau bisa disebut kuliah musim panas selama 2 minggu,” papar Idham Badruzaman, S.IP.,M.A selaku Kepala Urusan Mahasiswa Internasional saat dihubungi pada Selasa (26/7).

Idham melanjutkan, kesembilan universitas yang menjadi negara tujuan bagi 34 mahasiswa tersebut yaitu Tamkang University Taiwan, Sun Moon University Korea Selatan, Ateneo de Davao University Filipina, University Utara Malaysia, SIAS International University China, Universidad Jaume-I Spanyol, University Sains Malaysia, AUAP (Association of University in Asia Pasific), serta Tamkang Summer Program Taiwan.

“Untuk keberangkatannya akan berbeda-beda, tergantung kapan universitas yang dituju tersebut memulai masa perkuliahannya. Kebanyakan mereka akan berangkat pada akhir Agustus karena memiliki kesamaan dengan kalender akademik. Bagi program summer school tentunya mereka berangkat saat negara yang dituju sedang musim panas,” lanjut Idham.

Dalam penjelasannya, para mahasiswa yang mengikuti program tersebut akan diberi beberapa keistimewaan di universitas yang dituju, serta dibebaskan dari SPP di UMY .

“Di sini ada dua esensi yang didapatkan oleh mereka, diantaranya yaitu dapat meningkatkan kepercayaan dirinya karena mereka langsung berbicara kepada turis, dan tentunya mereka akan lebih termotivasi untuk terus berprestasi.
Kedua yaitu mereka mendapatkan excellensi seperti dalam hal bagaimana mereka (turis, red) bisa menjaga kebersihan, dan mereka bisa belajar dari itu.

Sedangkan mereka juga akan mendapatkan kuliah secara gratis di universitas yang dituju, ini sesuai dengan kesepakatan perjanjian MoU dengan para universitas yang dituju tersebut. Selain itu saat ini mereka juga dibebaskan biaya SPP di UMY selama mereka mengikuti perkuliahan di universitas-universitas tersebut, berbeda pada sebelumnya yang biasanya mereka tetap membayar,” jelasnya.

Sebelum diterjunkan langsung ke tujuh negara, Idham mengatakan bahwa para mahasiswa yang terdiri dari semester 3 hingga 5 tersebut perlu diberikan pembekalan.

Dalam pembekalan yang terlaksana kemarin pada Senin (25/7) di Gedung AR Fachruddin B lantai 5, para mahasiswa tersebut diberi pembekalan yang harus dipegang selama belajar di negara asing.

“Sebelum pemberangkatan kami memberikan PK (Persiapan Keberangkatan, red) untuk yang ketiga kalinya. Dalam PK ini mereka ditekankan untuk menjaga 3 identitas selama di negara asing.

Ketiganya yang harus dikantongi yaitu menjadi warga negara Indonesia dengan kembali membangun bangsa, menjadi muslim di negeri non muslim, serta menjadi pribadi yang mudah beradaptasi,” jelasnya.

“Kami harap para mahasiswa tersebut yang akan diberangkatkan tetap menjaga nama baik Indonesia, khususnya kampusnya sendiri. Jangan terlena dengan kondisi negara yang dituju, hingga melupakan jiwa nasionalismenya.

Terlebih menjadi muslim di negeri non muslim, sikap pribadi muslim inilah yang harus dijaga. Pergilah untuk belajar, dan kembalilah untuk membangun,”harap Idham. (hv)

back to top