Menu
Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 akan diperketat.

Pengawasan perjokian SBMPTN 2018 ak…

Sleman-KoPi|Ketua Koordin...

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang menerima lebih dari 40.000 pendaftar.

Panlok 46 SBMPTN 2018 berpeluang me…

Sleman-KoPi| Panitia Loka...

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak c…

Sleman-KoPi| Gelaran Ko...

Satu kali transaksi, kawanan pengedar pil mendapat keuntungan 15-20 juta.

Satu kali transaksi, kawanan penged…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, namun jangan lupa fasilitas dan lab perlu juga ditingkatkan.

Rektor UGM: Dosen asing itu baik, n…

Sleman-KoPi| Rektor UGM, ...

Ini tanggapan rektor UGM pada wacana kedatangan dosen asing.

Ini tanggapan rektor UGM pada wacan…

Sleman-KoPi|Rektor Univer...

Cerita perjuangan wisudawan doktoral anak dari Satpam UGM.

Cerita perjuangan wisudawan doktora…

Sleman-KoPi| Tak ada yang...

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor tingkatkan internasionalisasi dosen dan mahasiswanya.

Peringati Milad UMY ke 37, Rektor t…

Bantul-KoPi| Rektor Unive...

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil besutannya ke kompetisi dunia Juli nanti.

Tim mahasiswa UGM bawakan mobil bes…

Sleman-KoPi| Tim mahasi...

Prev Next

UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 2017 – Kalangan akademisi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengapresiasi kenaikan peringkat secara nasional yang diraih Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi peringkat teratas. Tahun sebelumnya, peringkat teratas perguruan tinggi negeri terbaik ditempati oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kami mengapresiasi kenaikan peringkat UGM menjadi teratas secara nasional,” kata Peneliti bidang Linguistik Terapan, Konsentrasi Pendidikan Bahasa Asing dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Arif Bulan dalam siaran persnya saat diskusi tentang ‘Argumentasi Pemeringkatan Perguruan Tinggi Secara Nasional’ yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti), di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (21/08/2017).

Ia menuturkan, sebagai akademisi dan peneliti, pihaknya menilai wajar jika UGM mendapatkan peringkat I sebagai universitas terbaik di Indonesia. Apalagi UGM memang memenuhi kualifikasi terbaik dalam segala ndikator penilaian yang dilakukan oleh Dikti, katanya.

Lima Kriteria

Menurut dia, berdasarkan penilaian yang dilakukan Kemenristekdikti terhadap kampus terbaik, bahwa secara umum terdapat 5 kriteria penting yang wajib dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi.

Pertama, kualitas penelitian dosen institusi dimana bisa dilihat rasio dosen UGM yang banyak berpengaruh pada meningkatnya publikasi terindex Scopus mapun Thompson.

“Jumlah publikasi ini yang paling besar poin penilaiannya,” jelas dia.

Kedua, akreditasi institusi dimana UGM memiliki akreditas A. Selain itu, kebanyakan program studi (prodi) yang ada di UGM mendapat akreditasi A. Hal ini, katanya, yang menunjang dan mengangkat akreditasi institusi naik karena prodi dari bawah sudah banyak yang terakreditasi sangat baik atau klasifikasi A.

Ketiga, kualitas dosen yang mengajar di UGM diwajibkan untuk memiliki publikasi internasional terindeks Scopus maupun Thompson.

“Keempat, jumlah dosen yang memadai di UGM. Dan yang terakhir adalah prestasi para mahasiswa UGM yang kerap menjuarai berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional maupun internasional,” papar Arif yang juga penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikoordinir oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia itu.

“Jadi, prestasi UGM mencapai peringkat teratas secara nasional merupakan perjuangan dari institusi itu sendiri beserta seluruh civitas academika-nya. Tidak boleh ada intervensi dari siapapun terkait pemeringkatan kampus ini,” terang dia lagi.

Perkembangan Peringkat

Data Kemenristekdikti mencatat, ITB menempati posisi pertama pada tahun 2015 yang disusul oleh UGM pada posisi kedua.

Sementara itu, 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia tahun 2015 berturut-turut adalah ITB, UGM, IPB, UI, ITS, UNIBRAW, UNPAD, Unair, UNS, dan UNDIP. Namun pada tahun 2017, UGM berhasil naik pada posisi pertama, disusul oleh ITB, IPB, UI, ITS, UNDIP, UNAIR, UNIBRAW, UNHAS, dan UNY.

Penggunaan Webometrics

Sementara itu, Peneliti Statistika dari UGM M. Fariz Fadillah Mardianto menilai bahwa indikator pemeringkatan perguruan tinggi, sejauh ini dihitung dari jumlah publikasi, kegiatan mahasiswa, dan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik dibanding perguruan tinggi lain.

“Artinya, pantas kalau UGM meraih peringkat pertama nasional. Kita juga perlu melihat dari kaca mata ITB yang posisinya tergusur oleh UGM,” ungkap dia yang juga Dosen Statistika dari Universitas Airlangga itu.

Menurut dia, perhitungan peringkat perguruan tinggi sering menggunakan webometrics. Yaitu, lembaga independen yang tidak ada kaitannya dengan pemerintah, yang dalam risetnya mengambil data-data langsung melalui Scopus (terkait publikasi), Badan Akreditasi Nasinal (BAN)-Perguruan Tinggi untuk hal-hal terkait informasi akreditasi, SDM, dan sebagainya.

“Pemeringkatan webometrics umumnya tidak jauh berbeda dengan pemeringkatan BAN-PT atau DIKTI. Dalam pemeringkatan perguruan tinggi tahun ini, indikator yang digunakan Webometrics masih sama yaitu SDM (30%), kelembagaan (28%), kemahasiswaan (12%), serta peneliti dan pengabdian kepada masyarakat (30%),” tandas Fariz.

back to top