Menu
Fatma Saifullah Yusuf Raih Penghargaan Certified Public Speaker Kehormatan

Fatma Saifullah Yusuf Raih Pengharg…

Surabaya-KoPi| Istri Waki...

Dari yang tersimpan

Dari yang tersimpan

Catatan Ugo Untoro atas P...

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut panik

Petugas pingsan, Gus Ipul ikut pani…

Tuban-KoPi| Wakil Gubernu...

Muhammadiyah mendukung proses penegakkan hukum terhadap Setya Novanto

Muhammadiyah mendukung proses peneg…

Jogja-KoPi|Ketua umum PP ...

Peneliti : Mayoritas usaha persusuan dikelola secara tradisional

Peneliti : Mayoritas usaha persusua…

Jogja-KoPi| Peneliti Bida...

Gus Ipul : Industri pariwisata memerlukan infrastruktur yang memadai

Gus Ipul : Industri pariwisata meme…

Surabaya-KoPi| Pembanguna...

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 2017

Alumni UAJY Raih Piala Citra FFI 20…

Jogja-KoPi| Bayu Prihanto...

Australia kabulkan gugatan Petani Rumput Laut

Australia kabulkan gugatan Petani R…

Kupang-KoPi|Pengadilan Fe...

Sektor pekerja informal tantangan terbesar target BPJS Kesehatan di 2019

Sektor pekerja informal tantangan t…

Jogja-KoPi|Pakar Jaminan ...

Prev Next

UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

UGM naik menjadi peringkat teratas nasional tahun 2017

YOGYAKARTA, 21 AGUSTUS 2017 – Kalangan akademisi dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengapresiasi kenaikan peringkat secara nasional yang diraih Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi peringkat teratas. Tahun sebelumnya, peringkat teratas perguruan tinggi negeri terbaik ditempati oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Kami mengapresiasi kenaikan peringkat UGM menjadi teratas secara nasional,” kata Peneliti bidang Linguistik Terapan, Konsentrasi Pendidikan Bahasa Asing dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Arif Bulan dalam siaran persnya saat diskusi tentang ‘Argumentasi Pemeringkatan Perguruan Tinggi Secara Nasional’ yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti), di Kampus UGM, Yogyakarta, Senin (21/08/2017).

Ia menuturkan, sebagai akademisi dan peneliti, pihaknya menilai wajar jika UGM mendapatkan peringkat I sebagai universitas terbaik di Indonesia. Apalagi UGM memang memenuhi kualifikasi terbaik dalam segala ndikator penilaian yang dilakukan oleh Dikti, katanya.

Lima Kriteria

Menurut dia, berdasarkan penilaian yang dilakukan Kemenristekdikti terhadap kampus terbaik, bahwa secara umum terdapat 5 kriteria penting yang wajib dipenuhi oleh setiap perguruan tinggi.

Pertama, kualitas penelitian dosen institusi dimana bisa dilihat rasio dosen UGM yang banyak berpengaruh pada meningkatnya publikasi terindex Scopus mapun Thompson.

“Jumlah publikasi ini yang paling besar poin penilaiannya,” jelas dia.

Kedua, akreditasi institusi dimana UGM memiliki akreditas A. Selain itu, kebanyakan program studi (prodi) yang ada di UGM mendapat akreditasi A. Hal ini, katanya, yang menunjang dan mengangkat akreditasi institusi naik karena prodi dari bawah sudah banyak yang terakreditasi sangat baik atau klasifikasi A.

Ketiga, kualitas dosen yang mengajar di UGM diwajibkan untuk memiliki publikasi internasional terindeks Scopus maupun Thompson.

“Keempat, jumlah dosen yang memadai di UGM. Dan yang terakhir adalah prestasi para mahasiswa UGM yang kerap menjuarai berbagai kompetisi ilmiah tingkat nasional maupun internasional,” papar Arif yang juga penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikoordinir oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia itu.

“Jadi, prestasi UGM mencapai peringkat teratas secara nasional merupakan perjuangan dari institusi itu sendiri beserta seluruh civitas academika-nya. Tidak boleh ada intervensi dari siapapun terkait pemeringkatan kampus ini,” terang dia lagi.

Perkembangan Peringkat

Data Kemenristekdikti mencatat, ITB menempati posisi pertama pada tahun 2015 yang disusul oleh UGM pada posisi kedua.

Sementara itu, 10 perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia tahun 2015 berturut-turut adalah ITB, UGM, IPB, UI, ITS, UNIBRAW, UNPAD, Unair, UNS, dan UNDIP. Namun pada tahun 2017, UGM berhasil naik pada posisi pertama, disusul oleh ITB, IPB, UI, ITS, UNDIP, UNAIR, UNIBRAW, UNHAS, dan UNY.

Penggunaan Webometrics

Sementara itu, Peneliti Statistika dari UGM M. Fariz Fadillah Mardianto menilai bahwa indikator pemeringkatan perguruan tinggi, sejauh ini dihitung dari jumlah publikasi, kegiatan mahasiswa, dan kualitas pendidikan yang jauh lebih baik dibanding perguruan tinggi lain.

“Artinya, pantas kalau UGM meraih peringkat pertama nasional. Kita juga perlu melihat dari kaca mata ITB yang posisinya tergusur oleh UGM,” ungkap dia yang juga Dosen Statistika dari Universitas Airlangga itu.

Menurut dia, perhitungan peringkat perguruan tinggi sering menggunakan webometrics. Yaitu, lembaga independen yang tidak ada kaitannya dengan pemerintah, yang dalam risetnya mengambil data-data langsung melalui Scopus (terkait publikasi), Badan Akreditasi Nasinal (BAN)-Perguruan Tinggi untuk hal-hal terkait informasi akreditasi, SDM, dan sebagainya.

“Pemeringkatan webometrics umumnya tidak jauh berbeda dengan pemeringkatan BAN-PT atau DIKTI. Dalam pemeringkatan perguruan tinggi tahun ini, indikator yang digunakan Webometrics masih sama yaitu SDM (30%), kelembagaan (28%), kemahasiswaan (12%), serta peneliti dan pengabdian kepada masyarakat (30%),” tandas Fariz.

back to top