Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

UGM diskusikan isu Antraks

UGM diskusikan isu Antraks

Sleman-KoPi| Fakultas Peternakan dan Kedokteran UGM mengadakan workshop dan diskusi sosialisasi antraks di Auditorium Fakultas Peternakan, Rabu (25/1).

Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ali Agus, DAA,.DEA menjelaskan acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam pada penyakit antraks.

Menurutnya, gambaran tentang antraks, proses, gejala, dan dampaknya dirasa masih belum terlalu jelas diketahui masyarakat.

Dengan mengundang masyarakat dari kalangan peternakan, mahasiswa dan masyarakat luas, Agus berharap agar Workshop ini menjadi momentum untuk mengatasi antraks.

"Tujuan dari workshop ini lebih ke pemahaman, sosialisasi, setelah itu kita akan mampu melakukan mitigasi bencana, semua itu harus diawali dengan pemahaman komprehnesif," ujarnya.

Prof. Dr. Ali Agus, DAA,.DEA pun menjelaskan acara ini bertujuan agar menepis berita-berita Hoax yang beredar di media sosial.

Sudah menjadi kewajiban instansi yang berkaitan dengan antraks untuk menjelaskan tentang antraks secara akurat dan komprehensif dan merupakan salah satu upaya dari pihak UGM memberikan respons yang cepat.

Acara ini sendiri merupakan kerja sama antar dua fakultas UGM, Peternakan dan Kedokteran Hewan. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. Dr. Drh. Siti Isriana Oktavia Salasfia , juga menjelaskan kewajiban instansi akademisi untuk memberikan respons akurat.

"Ini adalah perwujudan kita sebagai instan akademisi untuk memberi informasi yang akurat, agar berdampak menenangkan masyarakat," jelasnya.

Prof. Dr. Drh. Siti Isriana Oktavia Salasfia, mengingatkan kembali untuk penyakit- penyakit dari hewan (zoonosis) memang sudah tersebar dimana-dimana. Dan instansi terkait ,seperti UGM, balai vet, dan lembaga pemerintahan lainnya bertugas untuk menjelaskan epidemik ini, serta mengurangi rasa takut masyarakat dengan penjelasan yang akademis.

"Zoonosis ini fakta dan ada disekitar kita , seperti kita berkawan dengan mereka, dan jika kita berkawan dengan penyakit, kita harus memahaminya, jika sudah memahami kita akan mudah untuk menanggulangi dan mengeradikasi penyakit ini", ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top