Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

UGM diskusikan isu Antraks

UGM diskusikan isu Antraks

Sleman-KoPi| Fakultas Peternakan dan Kedokteran UGM mengadakan workshop dan diskusi sosialisasi antraks di Auditorium Fakultas Peternakan, Rabu (25/1).

Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ali Agus, DAA,.DEA menjelaskan acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam pada penyakit antraks.

Menurutnya, gambaran tentang antraks, proses, gejala, dan dampaknya dirasa masih belum terlalu jelas diketahui masyarakat.

Dengan mengundang masyarakat dari kalangan peternakan, mahasiswa dan masyarakat luas, Agus berharap agar Workshop ini menjadi momentum untuk mengatasi antraks.

"Tujuan dari workshop ini lebih ke pemahaman, sosialisasi, setelah itu kita akan mampu melakukan mitigasi bencana, semua itu harus diawali dengan pemahaman komprehnesif," ujarnya.

Prof. Dr. Ali Agus, DAA,.DEA pun menjelaskan acara ini bertujuan agar menepis berita-berita Hoax yang beredar di media sosial.

Sudah menjadi kewajiban instansi yang berkaitan dengan antraks untuk menjelaskan tentang antraks secara akurat dan komprehensif dan merupakan salah satu upaya dari pihak UGM memberikan respons yang cepat.

Acara ini sendiri merupakan kerja sama antar dua fakultas UGM, Peternakan dan Kedokteran Hewan. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. Dr. Drh. Siti Isriana Oktavia Salasfia , juga menjelaskan kewajiban instansi akademisi untuk memberikan respons akurat.

"Ini adalah perwujudan kita sebagai instan akademisi untuk memberi informasi yang akurat, agar berdampak menenangkan masyarakat," jelasnya.

Prof. Dr. Drh. Siti Isriana Oktavia Salasfia, mengingatkan kembali untuk penyakit- penyakit dari hewan (zoonosis) memang sudah tersebar dimana-dimana. Dan instansi terkait ,seperti UGM, balai vet, dan lembaga pemerintahan lainnya bertugas untuk menjelaskan epidemik ini, serta mengurangi rasa takut masyarakat dengan penjelasan yang akademis.

"Zoonosis ini fakta dan ada disekitar kita , seperti kita berkawan dengan mereka, dan jika kita berkawan dengan penyakit, kita harus memahaminya, jika sudah memahami kita akan mudah untuk menanggulangi dan mengeradikasi penyakit ini", ujarnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top