Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

UAJY Ramaikan Bebras 2016

UAJY Ramaikan Bebras 2016

Sleman-KoPi| Bebras adalah sebuah inisiatif internasional yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Computational Thinking (Berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika), di kalangan guru dan murid mulai kelas 3 SD, serta untuk masyarakat luas.

Secara harfiah, "Bebras" adalah kata dalam bahasa Lithuania, yang dalam bahasa Indonesia berarti "berang-berang". Prof. Valentina Dagiene dari Universitas Vilnius, Lithuania adalah yang mencetuskan gagasan Bebras Computational Thinking Challenge, yang saat ini diikuti oleh kurang lebih 50 negara di dunia.

Bebras Computational Thinking Challange merupakan sebuah workshop yang pada bulan Mei 2016 lalu, Indonesia mengirim Dr. Inggriani Liem (Pembina TOKI) dan Soripada Harahap (Staf di Direktorat Pembinaan SMA, Kemdikbud RI) sebagai perwakilan dalam workshop Bebras di Bodrum Turki.

Di Indonesia, kompetisi dapat dilaksanakan di sekolah yang mempunyai cukup komputer, atau di universitas Pembina, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan acara ini untuk pertama kalinya di Indonesia tepatnya pada Selasa (08/11).

Acara bertaraf nasional ini mengajak para siswa untuk mampu mengenal logika berpikir dalam pemrograman atau yang sering disebut computational thinking. Dikatakan oleh wakil koordinator Bebras UAJY Stephanie Pamela Adhitama, S.T., M.T, sebelum dapat melakukan coding, perlu dipahami logika berpikir sebagai dasar. “Pembelajaran mengenai logika berpikir diajarkan melalui soal-soal yang diberikan”, jelasnya.

Selama Kompetisi, siswa harus memberikan solusi untuk persoalan yang disebut "Soal Bebras". Soal-soal yang bertema komputasi/informatika ini dirancang semenarik mungkin, dan seharusnya dapat dijawab oleh siswa tanpa pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika.

Setiap soal Bebras mengandung aspek komputasi atau informatika dan dimaksudkan untuk menguji bakat peserta untuk berpikir komputasi atau informatika. Untuk menjawab soal-soal Bebras, secara alamiah, siswa dituntut untuk berpikir terkait dengan informasi, struktur diskrit, komputasi, pengolahan data, serta harus menggunakan konsep algoritmik.

Pelaksanaan Berbas secara serentak dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia. Kota tersebut antara lain Bandung, Jakarta, Bogor, Garut, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Jember, Balinge, Dan Bali. Di Yogyakarta sendiri, Berbas dilaksanakan di dua tempat yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan UAJY sebagai kampus koordinator.

Sebanyak 96 siswa dari berbagai sekolah SD hingga SMA di sekitar Yogyakarta mengikuti Bebras yang berlangsung di Laboratorium Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UAJY. Sekolah yang mengikuti antara lain SD Tumbuh, SMP Bopkri 2, SMP Tumbuh, SMP N 8 Yogyakarta, SMP Johannes Bosco Yogyakarta, SMP N 1 Yogyakarta, SMA Bopkri 3 Yogyakarta, SMA PL Van Linth Muntilan, dan SMK 3 Yogyakarta.|Setia Nugraha

back to top