Menu
Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Muda Muslim Penting Untuk Cegah Radikalisme

Pemahaman Sikap dan Budaya Kaum Mud…

Bantul-KoPi| Radikalisa...

Menteri Nurbaya cabut gugatan pencemaran Laut Timor

Menteri Nurbaya cabut gugatan pence…

Kupang-KoPi| Korban pen...

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Demokrasi

Gus Ipul : Pers Merupakan Pilar Dem…

Gresik-KoPi| Di peringa...

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Digital  melalui Acara ‘Digital Future Discussion’

Mempopulerkan Kajian Masyarakat Dig…

Sleman-KoPi|Seiring den...

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat Jadikan Investasi Sebagai Gaya Hidup

Seminar KSPM UAJY Ajak Masyarakat J…

Sleman-KoPi| Pasar modal ...

Prev Next

UAJY Ramaikan Bebras 2016

UAJY Ramaikan Bebras 2016

Sleman-KoPi| Bebras adalah sebuah inisiatif internasional yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Computational Thinking (Berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika), di kalangan guru dan murid mulai kelas 3 SD, serta untuk masyarakat luas.

Secara harfiah, "Bebras" adalah kata dalam bahasa Lithuania, yang dalam bahasa Indonesia berarti "berang-berang". Prof. Valentina Dagiene dari Universitas Vilnius, Lithuania adalah yang mencetuskan gagasan Bebras Computational Thinking Challenge, yang saat ini diikuti oleh kurang lebih 50 negara di dunia.

Bebras Computational Thinking Challange merupakan sebuah workshop yang pada bulan Mei 2016 lalu, Indonesia mengirim Dr. Inggriani Liem (Pembina TOKI) dan Soripada Harahap (Staf di Direktorat Pembinaan SMA, Kemdikbud RI) sebagai perwakilan dalam workshop Bebras di Bodrum Turki.

Di Indonesia, kompetisi dapat dilaksanakan di sekolah yang mempunyai cukup komputer, atau di universitas Pembina, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan acara ini untuk pertama kalinya di Indonesia tepatnya pada Selasa (08/11).

Acara bertaraf nasional ini mengajak para siswa untuk mampu mengenal logika berpikir dalam pemrograman atau yang sering disebut computational thinking. Dikatakan oleh wakil koordinator Bebras UAJY Stephanie Pamela Adhitama, S.T., M.T, sebelum dapat melakukan coding, perlu dipahami logika berpikir sebagai dasar. “Pembelajaran mengenai logika berpikir diajarkan melalui soal-soal yang diberikan”, jelasnya.

Selama Kompetisi, siswa harus memberikan solusi untuk persoalan yang disebut "Soal Bebras". Soal-soal yang bertema komputasi/informatika ini dirancang semenarik mungkin, dan seharusnya dapat dijawab oleh siswa tanpa pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika.

Setiap soal Bebras mengandung aspek komputasi atau informatika dan dimaksudkan untuk menguji bakat peserta untuk berpikir komputasi atau informatika. Untuk menjawab soal-soal Bebras, secara alamiah, siswa dituntut untuk berpikir terkait dengan informasi, struktur diskrit, komputasi, pengolahan data, serta harus menggunakan konsep algoritmik.

Pelaksanaan Berbas secara serentak dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia. Kota tersebut antara lain Bandung, Jakarta, Bogor, Garut, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Jember, Balinge, Dan Bali. Di Yogyakarta sendiri, Berbas dilaksanakan di dua tempat yaitu Universitas Islam Indonesia (UII) dan UAJY sebagai kampus koordinator.

Sebanyak 96 siswa dari berbagai sekolah SD hingga SMA di sekitar Yogyakarta mengikuti Bebras yang berlangsung di Laboratorium Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UAJY. Sekolah yang mengikuti antara lain SD Tumbuh, SMP Bopkri 2, SMP Tumbuh, SMP N 8 Yogyakarta, SMP Johannes Bosco Yogyakarta, SMP N 1 Yogyakarta, SMA Bopkri 3 Yogyakarta, SMA PL Van Linth Muntilan, dan SMK 3 Yogyakarta.|Setia Nugraha

back to top