Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

UAJY Pemenang Dana Kemitraan Riset RI-UK

Jakarta-KoPi| Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menunjukkan komitmennya dalam kerjasama di bidang pengembangan riset dan publikasi internasional ketika dosen UAJY memenangkan hibah Kemitraan Riset dua negara antara Pemerintah Indonesia dan Inggris.

Menurut Rektor UAJY, Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, S.H., LL.M., Dosen UAJY sebagai pengajar dan peneliti selalu didorong untuk mengikuti kompetisi dana hibah penelitian dan publikasi internasional. Selain sebagai pelayanan terhadap mahasiswa dengan memberikan yang terbaik dan pengembangan keilmuan dosen itu sendiri, prestasi ini juga bermakna penting bagi proses akselerasi bagi UAJY untuk menuju World Class University (WCU).

Dana riset yang dimenangkan oleh Dr. Gregoria Arum Yudarwati, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY, ini berasal dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Pemerintah Inggris yang pada Rabu (23/3) meresmikan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan invovasi bersama dengan nama UK-Indonesia Science &Technology Fund. Peresmian ini dihadiri oleh Menristek, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Direktur British Council.

Kemitraan ini bertujuan membawa kegiatan riset di Indonesia ke tataran internasional, sekaligus memperkuat peran sains dan teknologi dalam menunjang pembangunan.

“Indonesia memiliki visi untuk menjadi kekuatan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan. Kerjasama strategis dengan mitra international seperti Inggris melalui skema seperti ini akan mendorong percepatan terwujudnya visi tersebut,” Menteri Ristek, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan kepada media.

Dalam peresmian tersebut Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik, menambahkan, “Pemerintah Inggris berkomitmen untuk menganggarkan 10 juta poundsterling sampai tahun 2021 demi mendukung pengembangan dan penguatan riset dan inovasi di Indonesia.”

Salah satu bentuk kegiatan UK-Indonesia Science & Technology Fund adalah pemberian dana hibah penelitian Institutional Links kepada 7 kemitraan riset RI-UK terpilih dan dana penyelenggaraan lokakarya peneliti Reseracher Links yang diberikan kepada 5 insitusi terpilih. Proses seleksi bersama telah dilakukan mulai pertengahan tahun 2015. Total pendanaan dari kegiatan yang dijalankan melalui British Council ini berjumlah 750.000 poundsterling atau sekitar 14,8 milyar rupiah.

Yudarwati dari UAJY terpilih menjadi penerima dana Institutional Links dan bermitra riset dengan Profesor Anne Gregory dari University of Huddersfield yang berlokasi di West Yorskhire, Inggris. Topik penelitiannya adalah “Transitions towards Renewable Energy Based Communities: A strategic communication and community engagement approach to the Indonesian energy self-sufficient villages project”.

Proses penelitian ini sesuai seperti yang diungkapkan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.

“Kami di Inggris memiliki budaya riset dan inovasi yang sudah mengakar, Indonesia juga memiliki potensi penelitian yang sangat besar. Pemerintah Inggris berharap komunitas peneliti di kedua negara dapat saling mengisi dan saling belajar.”

Kegiatan Institutional Links dan Researcher Links akan diselenggarakan setiap tahun oleh British Council dan Kemenristekdikti. Kesempatan selanjutnya akan dibuka pada bulan April 2016.

back to top