Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Tunjangan guru akan dihapus, siap-siap cari “sampingan”

Tunjangan guru akan dihapus, siap-siap cari “sampingan”
Surabaya-KoPi| Kebijakan pemerintahan yang ingin menghapus tunjangan profesi guru menuai amuk masa dari para kalangan guru Indonesia. Sebelumnya, dalam kampanye pilpres 2014 Joko Widodo berjanji bahwa tunjangan  profesi guru tidak akan dihapus, bahkan kerap akan ditambah.

Seperti yang diketahui, alasan pemerintah ingin menghapus tunjangan profesi guru adalah mutu beberapa guru yang menerima tunjangan terkesan buruk. Hal ini terkait dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara  (ASN) yang menyatakan bahwa sistem penggajian ASN tidak mengenal tunjangan profesi guru.

Kebijakan ini tentunya membuat getir bagi para guru di Indonesia. Sebab, gaji yang tidak seberapa harus kembali mengecil dengan hilangnya tunjangan profesi guru.

Situasi ini kemudian memunculkan dorongan bagi beberapa individu untuk mencari peluang lain. Seperti yang dilakukan oleh Irfan, seorang guru asal Bandung ini mengantisipasi kekurangan gaji guru dengan cara berjualan.

“Sebenarnya saya berjualan herbal dari tahun lalu. Ini saya lakukan karena gaji guru yang didapatkan masih kurang untuk biaya hidup. Tapi sampingan ini bukan berarti meninggalkan saya untuk mengabdi pada negeri dengan cara mengajar,” ujar Irfan kepada KoPi senin (28/09).

Bagi Irfan, guru adalah abdi. Sehingga penghasilan yang didapatkan bukanlah pencapaian seseorang. “Cari sampingan pekerjaan yang tidak terlalu merepotkan, tapi bisa berpenghasilan lebih. Menjadi guru adalah mencari pahala, kalo mencari gaji, masih ada cara lain,” tutur Irfan.

Wanny, guru asal Sidoarjo juga melakukan hal yang sama. Ia berjualan beras untuk memenuhi kebutuhan penghasilannya.

“Pendapatan menjadi guru tidak cukup untuk kebutuhan hidup. Jualan beras memang tidak besar hasilnya, tapi bisa menunjang,” tutupnya.

Meskipun peluh mereka dalam mendidik anak bangsa, para guru ikhlas dengan bayaran seadanya. Walaupun harus menjalankan kerja sampingan, mereka tetap ikhlas menjalankan peran seorang pendidik. |Labibah|

back to top