Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tunjangan guru akan dihapus, siap-siap cari “sampingan”

Tunjangan guru akan dihapus, siap-siap cari “sampingan”
Surabaya-KoPi| Kebijakan pemerintahan yang ingin menghapus tunjangan profesi guru menuai amuk masa dari para kalangan guru Indonesia. Sebelumnya, dalam kampanye pilpres 2014 Joko Widodo berjanji bahwa tunjangan  profesi guru tidak akan dihapus, bahkan kerap akan ditambah.

Seperti yang diketahui, alasan pemerintah ingin menghapus tunjangan profesi guru adalah mutu beberapa guru yang menerima tunjangan terkesan buruk. Hal ini terkait dengan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara  (ASN) yang menyatakan bahwa sistem penggajian ASN tidak mengenal tunjangan profesi guru.

Kebijakan ini tentunya membuat getir bagi para guru di Indonesia. Sebab, gaji yang tidak seberapa harus kembali mengecil dengan hilangnya tunjangan profesi guru.

Situasi ini kemudian memunculkan dorongan bagi beberapa individu untuk mencari peluang lain. Seperti yang dilakukan oleh Irfan, seorang guru asal Bandung ini mengantisipasi kekurangan gaji guru dengan cara berjualan.

“Sebenarnya saya berjualan herbal dari tahun lalu. Ini saya lakukan karena gaji guru yang didapatkan masih kurang untuk biaya hidup. Tapi sampingan ini bukan berarti meninggalkan saya untuk mengabdi pada negeri dengan cara mengajar,” ujar Irfan kepada KoPi senin (28/09).

Bagi Irfan, guru adalah abdi. Sehingga penghasilan yang didapatkan bukanlah pencapaian seseorang. “Cari sampingan pekerjaan yang tidak terlalu merepotkan, tapi bisa berpenghasilan lebih. Menjadi guru adalah mencari pahala, kalo mencari gaji, masih ada cara lain,” tutur Irfan.

Wanny, guru asal Sidoarjo juga melakukan hal yang sama. Ia berjualan beras untuk memenuhi kebutuhan penghasilannya.

“Pendapatan menjadi guru tidak cukup untuk kebutuhan hidup. Jualan beras memang tidak besar hasilnya, tapi bisa menunjang,” tutupnya.

Meskipun peluh mereka dalam mendidik anak bangsa, para guru ikhlas dengan bayaran seadanya. Walaupun harus menjalankan kerja sampingan, mereka tetap ikhlas menjalankan peran seorang pendidik. |Labibah|

back to top