Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Berlin-KoPi, Lantaran para perempuan sudah mampu untuk memanfaatkan kualifikasi pendidikan mereka yang lebih tinggi di dunia kerja, kini proporsi perempuan dalam dunia kerja melonjak dari 38% pada tahun 1967 menjadi 45% pada tahun 2010 di beberapa wilayah Jerman barat. Hal ini dilaporkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Labour Market and Employment Research (IAB) Selasa lalu.

Menurut penelitian ini, semakin tinggi tingkat kemampuan suatu pekerjaan, maka semakin tinggi pula proporsi perempuan untuk menempatinya.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan menengah, proporsi perempuan naik sebesar 7 poin prosentase, dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan tinggi seperti dokter gigi dan juru bahasa mencapai 9 poin prosentase, dan dalam karir akademik terdapat 16 poin prosentase.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan rendah, proporsi perempuan justru menurun hingga hampir 5 poin prosentase. Sementara itu, mayoritas dari keseluruhan profesi juga dilakoni oleh sebagian besar kaum laki-laki atau perempuan.

Penelitian ini berdasarkan data pekerja berdasarkan kontribusi asuransi sosial di wilayah Jerman Barat antara tahun 1976 hingga 2010.

Peneliti dari IAB, Corinna Kleinert dan Ann-Christin Hausmann menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang ada dengan lebih dari 70% perempuan bekerja di bidang profesi perempuan, sedikitnya 70% laki-laki bekerja dalam pekerjaan laki-laki, dan beberapa pekerjaan lainnya dikerjakan oleh perempuan dan laki-laki (campur).

Lebih dari 90% profesi asisten dokter dan guru di Jerman dilakoni oleh perempuan sementara pekerjaan yang bersifat tekhnis dan pekerjaan produksi seperti tukang batu, teknisi kendaraan bermotor dan tukang kayu dilakoni oleh kaum laki-laki.


(Ana Puspita)
Sumber: Xinhuanet.com


back to top