Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Berlin-KoPi, Lantaran para perempuan sudah mampu untuk memanfaatkan kualifikasi pendidikan mereka yang lebih tinggi di dunia kerja, kini proporsi perempuan dalam dunia kerja melonjak dari 38% pada tahun 1967 menjadi 45% pada tahun 2010 di beberapa wilayah Jerman barat. Hal ini dilaporkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Labour Market and Employment Research (IAB) Selasa lalu.

Menurut penelitian ini, semakin tinggi tingkat kemampuan suatu pekerjaan, maka semakin tinggi pula proporsi perempuan untuk menempatinya.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan menengah, proporsi perempuan naik sebesar 7 poin prosentase, dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan tinggi seperti dokter gigi dan juru bahasa mencapai 9 poin prosentase, dan dalam karir akademik terdapat 16 poin prosentase.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan rendah, proporsi perempuan justru menurun hingga hampir 5 poin prosentase. Sementara itu, mayoritas dari keseluruhan profesi juga dilakoni oleh sebagian besar kaum laki-laki atau perempuan.

Penelitian ini berdasarkan data pekerja berdasarkan kontribusi asuransi sosial di wilayah Jerman Barat antara tahun 1976 hingga 2010.

Peneliti dari IAB, Corinna Kleinert dan Ann-Christin Hausmann menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang ada dengan lebih dari 70% perempuan bekerja di bidang profesi perempuan, sedikitnya 70% laki-laki bekerja dalam pekerjaan laki-laki, dan beberapa pekerjaan lainnya dikerjakan oleh perempuan dan laki-laki (campur).

Lebih dari 90% profesi asisten dokter dan guru di Jerman dilakoni oleh perempuan sementara pekerjaan yang bersifat tekhnis dan pekerjaan produksi seperti tukang batu, teknisi kendaraan bermotor dan tukang kayu dilakoni oleh kaum laki-laki.


(Ana Puspita)
Sumber: Xinhuanet.com


back to top