Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Berlin-KoPi, Lantaran para perempuan sudah mampu untuk memanfaatkan kualifikasi pendidikan mereka yang lebih tinggi di dunia kerja, kini proporsi perempuan dalam dunia kerja melonjak dari 38% pada tahun 1967 menjadi 45% pada tahun 2010 di beberapa wilayah Jerman barat. Hal ini dilaporkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Labour Market and Employment Research (IAB) Selasa lalu.

Menurut penelitian ini, semakin tinggi tingkat kemampuan suatu pekerjaan, maka semakin tinggi pula proporsi perempuan untuk menempatinya.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan menengah, proporsi perempuan naik sebesar 7 poin prosentase, dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan tinggi seperti dokter gigi dan juru bahasa mencapai 9 poin prosentase, dan dalam karir akademik terdapat 16 poin prosentase.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan rendah, proporsi perempuan justru menurun hingga hampir 5 poin prosentase. Sementara itu, mayoritas dari keseluruhan profesi juga dilakoni oleh sebagian besar kaum laki-laki atau perempuan.

Penelitian ini berdasarkan data pekerja berdasarkan kontribusi asuransi sosial di wilayah Jerman Barat antara tahun 1976 hingga 2010.

Peneliti dari IAB, Corinna Kleinert dan Ann-Christin Hausmann menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang ada dengan lebih dari 70% perempuan bekerja di bidang profesi perempuan, sedikitnya 70% laki-laki bekerja dalam pekerjaan laki-laki, dan beberapa pekerjaan lainnya dikerjakan oleh perempuan dan laki-laki (campur).

Lebih dari 90% profesi asisten dokter dan guru di Jerman dilakoni oleh perempuan sementara pekerjaan yang bersifat tekhnis dan pekerjaan produksi seperti tukang batu, teknisi kendaraan bermotor dan tukang kayu dilakoni oleh kaum laki-laki.


(Ana Puspita)
Sumber: Xinhuanet.com


back to top