Menu
Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden Haro

Pameran patung Komroden H...

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal di Jatim

Di Hadapan Peserta Lemhannas, Pakde…

Surabaya-KoPi| Gubernur...

Penyelesaian Kasus Montara “Test Case” Komitmen Persahabatan Australia

Penyelesaian Kasus Montara “Test Ca…

Kupang-KoPi| Laporan In...

Prev Next

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Tingkat pendidikan perempuan mempengaruhi tingkat pekerjaan

Berlin-KoPi, Lantaran para perempuan sudah mampu untuk memanfaatkan kualifikasi pendidikan mereka yang lebih tinggi di dunia kerja, kini proporsi perempuan dalam dunia kerja melonjak dari 38% pada tahun 1967 menjadi 45% pada tahun 2010 di beberapa wilayah Jerman barat. Hal ini dilaporkan oleh sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Labour Market and Employment Research (IAB) Selasa lalu.

Menurut penelitian ini, semakin tinggi tingkat kemampuan suatu pekerjaan, maka semakin tinggi pula proporsi perempuan untuk menempatinya.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan menengah, proporsi perempuan naik sebesar 7 poin prosentase, dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan tinggi seperti dokter gigi dan juru bahasa mencapai 9 poin prosentase, dan dalam karir akademik terdapat 16 poin prosentase.

Dalam pekerjaan dengan tingkat kemampuan rendah, proporsi perempuan justru menurun hingga hampir 5 poin prosentase. Sementara itu, mayoritas dari keseluruhan profesi juga dilakoni oleh sebagian besar kaum laki-laki atau perempuan.

Penelitian ini berdasarkan data pekerja berdasarkan kontribusi asuransi sosial di wilayah Jerman Barat antara tahun 1976 hingga 2010.

Peneliti dari IAB, Corinna Kleinert dan Ann-Christin Hausmann menjelaskan pekerjaan-pekerjaan yang ada dengan lebih dari 70% perempuan bekerja di bidang profesi perempuan, sedikitnya 70% laki-laki bekerja dalam pekerjaan laki-laki, dan beberapa pekerjaan lainnya dikerjakan oleh perempuan dan laki-laki (campur).

Lebih dari 90% profesi asisten dokter dan guru di Jerman dilakoni oleh perempuan sementara pekerjaan yang bersifat tekhnis dan pekerjaan produksi seperti tukang batu, teknisi kendaraan bermotor dan tukang kayu dilakoni oleh kaum laki-laki.


(Ana Puspita)
Sumber: Xinhuanet.com


back to top