Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Tim Debat FH UMY Raih Juara I dan Best Speaker Tingkat Jateng-DIY

Tim Debat FH UMY Raih Juara I dan Best Speaker Tingkat Jateng-DIY

Surakarta- Tiga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil meraih juara I dalam ajang lomba debat hukum di Universitas Muhammadiyah Surakarta se- Jawa Tengah dan DIY. Kompetisi yang diselenggarakan oleh BEM Universitas Muhammadiyah Surakarta pada Sabtu (19/11) di Gedung Fakultas Hukum UMS, mengangkat tema “Reformasi Hukum yang Berkeadilan Sebagai Tonggak Pembangunan.” Ketiga mahasiswa yang berhasil meraih juara tersebut merupakan mahasiswa jurusan hukum angkatan 2015 yang beranggotakan Sarah Fadhilah, Dika Puspitasari, serta Tareq Muhammad Aziz Elven sebagai ketua tim.


Pada kompetisi tersebut, Tim UMY berhasil mengalahkan Tim Universitas Negeri Surakarta pada perdebatan final dengan mosi penerapan sistem juri dalam peradilan Indonesia. Pada perdebatan tersebut Tim UMY bertindak sebagai pihak kontra yang harus mempertahankan argumennya. “Pada penjelasan mosi yang kami peroleh, kami menjelaskan bahwa sebenarnya sistem peradilan di Indonesia menggunakan sistem mahkamah. Tapi seperti yang kita tahu, di Indonesia menggunakan hakim sebagai pemutus perkara. Namun di Indonesia sendiri sumber hukumnya yaitu undang-undang sebagai hukum tertulisnya,” jelasnya

Saat ditemui di Biro Humas dan Protokol UMY pada Selasa (22/11), Tareq kembali menjelaskan bahwa dalam mempertahankan argumen saat debat berlangsung, sistem juri diterapkan lazimnya di common law (sistem hukum barat). Seperti yang dicontohkan, salah satu negara penganut sistem hukum pada keputusan juri adalah Malaysia. “Di Malaysia, sumber hukumnya pada keputusan juri, dan mereka tidak memiliki hukum tertulis. Jadi semua keputusan hukum ada pada saat peradilan yang diputuskan oleh hakim. Di sini isunya yaitu apakah sistem juri diterapkan di Indonesia cocok atau tidak. Sebagai posisi kontra, kami menolak dengan tegas karena jika diterapkan berbeda sistem dan sumber hukumnya. Karena sistem di Indonesia ini menuntut hakim yang aktif dalam memutuskan, bukan juri,” paparnya.

Dalam mempersiapkan materi debat, Tareq yang merupakan peraih best speaker pada kompetisi debat tersebut mengaku bahwa diperlukan banyak waktu untuk belajar dari berbagai sumber referensi terkait apa yang disampaikan. “Untuk mendapatkan hasil yang maksimal kami berusaha belajar sampai-sampai bisa dibilang tidak tidur untuk mempersiapkan perdebatan tersebut. Dan selain belajar dari berbagai buku, diperlukan pula riset terkait mosi yang dibahas,” ujarnya.

 

“Alhamdulillah senang bisa meraih keberhasilan menjadi best speaker dan tim memperoleh juara. Harapannya ini sebagai langkah awal untuk mengikuti ajang yang serupa dalam perlombaan hukum, khususnya dalam perlombaan debat hukum. Insyaa Allah kami mencoba ikut kompetisi bergengsi tahunan yang diadakan oleh mahkamah konstitusi yaitu pada bulan maret dan april. Semoga bisa juara dalam perlombaan tersebut,” harap Tareq. (hv)

back to top