Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba
Surabaya - KoPi | Target Surabaya untuk menjadi kota bebas narkoba mulai direalisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulai pendidikan mengenai bahaya narkotika sejak dini. Karena itu, Selasa (9/6) BNN Provinsi Jawa Timur me-launching program Kurikulum Anti-Narkoba di sekolah-sekolah di Surabaya.
 

Kepala BNN RI Komjen Anang Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan masuknya kurikulum anti-narkoba ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja sejak dini. "Selama ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kesembuhannya juga yang paling rendah. Itu karena masih belum ada upaya pencegahan yang efektif. Makanya kurikulum ini diharapkan dapat memberi peringatan kepada siswa-siswa mengenai bahaya narkoba," ujar Anang dalam sambutan yang ia berikan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan launching kurikulum anti-narkoba ini lebih ditujukan pencegahan. Selama ini upaya yang lebih banyak dilakukan adalah rehabilitasi dan penindakan untuk bandar. Menurutnya, pencegahan harus segera dilakukan sebelum benar-benar sakit.

"Karena selama ini anak-anak tidak mengerti bujuk rayu bandar. Misalnya anak umur 8 tahun disuruh kirim barang ke suatu tempat, dikasih uang Rp 2000. Lalu dia jadi ketagihan dan mau jadi kurir dan tergantung pada orang itu. Ini kan upaya untuk pencegahan supaya anak-anak mengerti trik-trik para bandar," ungkapnya.

Risma juga menyebutkan program rehabilitasi di Kota Surabaya akan terus berjalan. Saat ini Surabaya sudah punya fasilitas rehab untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Di sana Risma pernah menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia belia. "Ada yang usia 8 tahun, ada yang 11 tahun, ada yang 14 tahun, sampai 17 tahun," ujar Risma dengan muka geram.

back to top