Menu
Jatim Best Practice Perdagangan Antar Daerah

Jatim Best Practice Perdagangan Ant…

Bandung-KoPi| Perdagang...

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersinergi Susun RKPD

Sekdaprov Minta FLPD Harus Bersiner…

Surabaya-KoPi| Forum Li...

Banjir Sungai Welang,  Pemerintah Lakukan Pendataan dan Beri Penanganan Darurat

Banjir Sungai Welang, Pemerintah L…

(Fotomilik: Jatim TIMES) ...

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Harkat dan Martabat Manusia

Teknologi Harus Bisa Tingkatkan Har…

Bantul-KoPi| Globalisas...

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyaman Jadi Bagian Penting dalam Pembangunan di Jatim

Pakde Karwo: Suasana Aman dan Nyama…

Surabaya-KoPi| Suasana am...

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan Ibu Hamil, MMSA Berikan Wawasan Tentang Perdarahan

Sosialisasikan Pentingnya Kesehatan…

Bantul-KoPi| Sepanjang ...

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjukan Barongsai dan Liong LED

Sambut Imlek, UAJY Gelar Pertunjuka…

Sleman-KoPi| Sebagai wuju...

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSANAKAN LATIHAN PRAMUKA YUDHA

TARUNA - TARUNI TINGKAT II MELAKSAN…

AKADEMI MILITER – KoPi|...

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Luncurkan Kick-Off Program Talent Pitching

Creative Hub Fisipol UGM Resmi Lunc…

Sleman-KoPi | Terobosan...

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker ke PT. Vitapharm

Koperasi CPW Jatim Lakukan Kunker k…

Surabaya-KoPi| Koperasi...

Prev Next

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba

Surabaya luncurkan Kurikulum Anti-Narkoba
Surabaya - KoPi | Target Surabaya untuk menjadi kota bebas narkoba mulai direalisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memulai pendidikan mengenai bahaya narkotika sejak dini. Karena itu, Selasa (9/6) BNN Provinsi Jawa Timur me-launching program Kurikulum Anti-Narkoba di sekolah-sekolah di Surabaya.
 

Kepala BNN RI Komjen Anang Iskandar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan masuknya kurikulum anti-narkoba ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan narkoba pada remaja sejak dini. "Selama ini prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara. Selain itu, tingkat kesembuhannya juga yang paling rendah. Itu karena masih belum ada upaya pencegahan yang efektif. Makanya kurikulum ini diharapkan dapat memberi peringatan kepada siswa-siswa mengenai bahaya narkoba," ujar Anang dalam sambutan yang ia berikan.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga menyatakan launching kurikulum anti-narkoba ini lebih ditujukan pencegahan. Selama ini upaya yang lebih banyak dilakukan adalah rehabilitasi dan penindakan untuk bandar. Menurutnya, pencegahan harus segera dilakukan sebelum benar-benar sakit.

"Karena selama ini anak-anak tidak mengerti bujuk rayu bandar. Misalnya anak umur 8 tahun disuruh kirim barang ke suatu tempat, dikasih uang Rp 2000. Lalu dia jadi ketagihan dan mau jadi kurir dan tergantung pada orang itu. Ini kan upaya untuk pencegahan supaya anak-anak mengerti trik-trik para bandar," ungkapnya.

Risma juga menyebutkan program rehabilitasi di Kota Surabaya akan terus berjalan. Saat ini Surabaya sudah punya fasilitas rehab untuk anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan. Di sana Risma pernah menemukan korban penyalahgunaan narkoba yang masih berusia belia. "Ada yang usia 8 tahun, ada yang 11 tahun, ada yang 14 tahun, sampai 17 tahun," ujar Risma dengan muka geram.

back to top