Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

“Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di UAJY

“Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di UAJY

Sleman-KoPi| Pusat Studi Kewirausahaan UAJY menggandeng Prodi Teknik Sipil dan Prodi Manajemen UAJY beserta Kamajaya menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tajuk, “Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di Auditorium Gedung Bonaventura, Kampus III UAJY, Babarsari.

Sebagai narasumber adalah Hutomo Mugi Santosa (Ketua KAMAJAYA, Founder dan CEO beberapa perusahaan ternama) dan Azalea Ayuningtyas (CEO Du’Anyam, Alumni Pascasarjana Harvard University). Sementara itu, Prof. Dr. Shellyana Junaidi, SE.,M.Si. bertindak sebagai moderator sekaligus pengarah sehingga diskusi bisa menajdi lebih fokus dan semarak.

Dalam presentasinya, Hutomo memaparkan bahwa berbuat baik akan membuat kita merasa baik. Menjadi baik tidak hanya akan mengangkat orang lain, namun sekaligus akan mengangkat suasana hati kita sendiri, ibarat membuka mata air sensasi positif dalam diri Anda. Ini adalah wawasan praktis dan kuat yang akan membawa kepada hasil yang nyata, baik dalam kehidupan bisnis, kehidupan pribadi, dan dalam kehidupan batin kita.

Sementara itu, Ayu mengatakan bahwa dalam realitasnya Social Entreprenuers makin berperan dalam pembangunan ekonomi karena ternyata mampu memberikan daya cipta nilai–nilai sosial maupun ekonomi. Adapun nilai-nilai tersebut antara meliputi:

1.Penciptaan kesempatan kerja, terutama yang sangat signifikan bagi masyarakat yang miskin (kurang beruntung); 2. Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang dibutuhkan masyarakat; 3. Menjadi modal sosial yang bermanfaat untuk pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan; dan 4. Peningkatan Kesetaraan (equity promotion), yang akan disediakan untuk menyediakan kebutuhan bagi masyarakat. Sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah melalui Income generation, market access, dan empowerment.

Menutup presentasinya, Ayu menegaskan, “seorang social entrepreneur harus memiliki semangat 3P, Passion, Patience, dan Persistence (Semangat/Gairah, Kesabaran dan Ketekunan)”, demikian pungkasnya. (One, 11/11)

back to top