Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

“Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di UAJY

“Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di UAJY

Sleman-KoPi| Pusat Studi Kewirausahaan UAJY menggandeng Prodi Teknik Sipil dan Prodi Manajemen UAJY beserta Kamajaya menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tajuk, “Social Enterprise : Do Good, Feel Good” di Auditorium Gedung Bonaventura, Kampus III UAJY, Babarsari.

Sebagai narasumber adalah Hutomo Mugi Santosa (Ketua KAMAJAYA, Founder dan CEO beberapa perusahaan ternama) dan Azalea Ayuningtyas (CEO Du’Anyam, Alumni Pascasarjana Harvard University). Sementara itu, Prof. Dr. Shellyana Junaidi, SE.,M.Si. bertindak sebagai moderator sekaligus pengarah sehingga diskusi bisa menajdi lebih fokus dan semarak.

Dalam presentasinya, Hutomo memaparkan bahwa berbuat baik akan membuat kita merasa baik. Menjadi baik tidak hanya akan mengangkat orang lain, namun sekaligus akan mengangkat suasana hati kita sendiri, ibarat membuka mata air sensasi positif dalam diri Anda. Ini adalah wawasan praktis dan kuat yang akan membawa kepada hasil yang nyata, baik dalam kehidupan bisnis, kehidupan pribadi, dan dalam kehidupan batin kita.

Sementara itu, Ayu mengatakan bahwa dalam realitasnya Social Entreprenuers makin berperan dalam pembangunan ekonomi karena ternyata mampu memberikan daya cipta nilai–nilai sosial maupun ekonomi. Adapun nilai-nilai tersebut antara meliputi:

1.Penciptaan kesempatan kerja, terutama yang sangat signifikan bagi masyarakat yang miskin (kurang beruntung); 2. Melakukan inovasi dan kreasi baru terhadap produksi barang ataupun jasa yang dibutuhkan masyarakat; 3. Menjadi modal sosial yang bermanfaat untuk pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan; dan 4. Peningkatan Kesetaraan (equity promotion), yang akan disediakan untuk menyediakan kebutuhan bagi masyarakat. Sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah melalui Income generation, market access, dan empowerment.

Menutup presentasinya, Ayu menegaskan, “seorang social entrepreneur harus memiliki semangat 3P, Passion, Patience, dan Persistence (Semangat/Gairah, Kesabaran dan Ketekunan)”, demikian pungkasnya. (One, 11/11)

back to top